Penyebab dan Cara Mengatasi Sariawan pada Vagina
search

Sariawan pada Vagina, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rasa nyeri pada vagina bisa disebabkan oleh tumbuhnya sariawan di area kelamin Anda. Ketahui penyebab dan cara mengatasinya.
Sariawan pada Vagina, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Klikdokter.com, Jakarta Sariawan dikenal sebagai salah satu penyakit yang umumnya menyerang mulut atau bibir. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa kondisi yang memicu terjadinya sariawan pada vagina?

Meskipun umumnya tidak berbahaya, sariawan pada vagina tentu dapat menimbulkan kekhawatiran. Apakah hal ini disebabkan oleh penyakit serius? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal Penyebab Sariawan pada Vagina

Sariawan merupakan proses peradangan pada permukaan mukosa, baik pada mulut, bibir, maupun vagina. Sariawan dapat ditandai dengan lesi kemerahan yang disertai rasa nyeri.

Nyeri yang mengganggu tentu harus diatasi karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mengobatinya, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai penyebab sariawan pada vagina. Berikut di antaranya:

1. Penyakit Menular Seksual

Penyebab paling umum munculnya sariawan pada vagina adalah penyakit menular seksual (PMS/IMS). Kelompok penyakit ini disebut PMS atau IMS karena menular melalui kontak kulit ketika berhubungan seksual.

Penyakit yang menyebabkan keluhan tersebut adalah herpes genital dan sifilis.

  • Herpes Genital

Herpes genital adalah penyakit yang disebabkan oleh virus herpes. Herpes dapat menimbulkan gejala gelembung-gelembung kecil berisi cairan yang sekitarnya kemerahan.

  • Sifilis

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini menimbulkan gejala seperti luka koreng yang keduanya mirip dengan sariawan.

Artikel Lainnya: 7 Tanda Herpes Genital yang Tak Boleh Anda Abaikan

2. Infeksi Jamur

Infeksi jamur sering terjadi di area vagina karena kondisinya yang lembap sehingga menyebabkan radang. Infeksi jamur Candida albicans merupakan penyebab paling sering dari peradangan yang disebut vulvovaginitis ini.

Gejala yang ditimbulkan dapat berupa kemerahan yang nyeri, perih, hingga timbulnya gelembung yang dianggap sebagai sariawan pada vagina.

3. Infeksi Bakteri

Selain bisa menyebabkan vulvovaginitis, bakteri seperti streptococcus atau staphylococcus juga dapat menginfeksi kulit daerah kemaluan.

Kondisi infeksi dapat diperparah dengan banyaknya rambut di daerah genital. Infeksi pada folikel rambut (folikulitis) akibat bakteri dapat menimbulkan gejala seperti sariawan.

Artikel Lainnya: Ada Benjolan di Vagina, Kapan Harus Khawatir?

4. Infeksi Parasit

Parasit seperti kutu rambut atau skabies juga dapat menginfeksi daerah kewanitaan dan menjadi penyebab sariawan pada vagina. Gejala yang biasanya muncul adalah gatal disertai bintik-bintik kemerahan akibat gigitan.

5. Iritasi Kulit

Daerah kemaluan adalah daerah yang lembap disertai banyak lipatan. Kondisi ini memungkinkan terjadinya banyak gesekan yang dapat menyebabkan iritasi. Iritasi yang disebut dermatitis kontak iritan dapat menimbulkan gejala mirip sariawan.

Penyebab iritasi pada kulit Anda beragam, antara lain:

  • Kebersihan diri yang kurang
  • Pemakaian produk kosmetik pada daerah kemaluan
  • Detergen yang menempel pada celana dalam
  • Bahan dari celana dalam

6. Reaksi Alergi

Sama halnya dengan iritasi kulit, bahan yang menjadi penyebab alergi (alergen) juga dapat menimbulkan sariawan pada vagina. Biasanya bahan dari produk yang digunakan seperti kosmetik atau sabun bisa menjadi alergen.

Artikel Lainnya: Tips untuk Mengatasi Vagina Gatal

1 dari 3

Diagnosis Sariawan pada Vagina

Sariawan pada Vagina
loading

Terkadang, sariawan pada vagina yang pasien maksud bisa saja merupakan kelainan kulit yang berbeda dengan yang dokter bayangkan. Maka dari itu, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan awal.

Pertama, memerlukan wawancara antara pasien dan dokter. Kedua, pemeriksaan fisik secara langsung. Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, barulah kemudian pemeriksaan tambahan dilakukan.

Pemeriksaan yang dimaksud meliputi pemeriksaan darah dan kultur bakteri, virus, atau penanda infeksi lainnya, tergantung kecurigaan penyebab.

2 dari 3

Cara Mengatasi Sariawan pada Vagina

Sariawan pada Vagina
loading

Cara mengatasi sariawan pada vagina tergantung dari penyebabnya. Jika Anda sudah mengetahui penyebab pastinya, maka pengobatan dapat dilakukan secara tepat.

  • Jika disebabkan oleh PMS, misalnya herpes, hal ini bisa diatasi dengan obat antivirus, sementara sifilis diobati dengan antibiotik. Kemudian, hindari terlebih dahulu kontak seksual, baik bergonta-ganti pasangan maupun dengan pasangan Anda.
  • Jika penyebabnya adalah peradangan akibat infeksi bakteri, maka sariawan pada vagina dapat diberi salep antibiotik, obat antinyeri, obat antiradang, ataupun obat untuk membunuh kutu.
  • Jika disebabkan oleh iritasi atau alergi, penting untuk menghindari bahan yang menjadi pencetusnya.
Baca Juga

Itulah beberapa kondisi yang menjadi penyebab sariawan pada vagina. Sebaiknya Anda tidak menganggap sepele kondisi ini karena dapat sangat mengganggu, bahkan bisa menurunkan kualitas kehidupan rumah tangga penderita.

Oleh karena itu, jika Anda mengalaminya, segera periksakan ke dokter. Anda juga dapat mengonsultasikan keluhan yang Anda alami kepada dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[WA]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Irwan Junawanto, Sp. KK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 30.000
avatar

dr. Monalisa Manik, M.Ked, Sp.KK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Hari Darmawan, Sp.KK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Sering Sariawan, Haruskah Khawatir?

Info Sehat
18 Mei

Ini Khasiat Hebat Madu untuk Mengatasi Sariawan

Info Sehat
12 Mei

Tak Hanya Kurang Vitamin C, Ini 7 Alasan Anda Sering Sariawan

Info Sehat
30 Mar

Cara Mengatasi Sariawan dengan Resep Alami dari Dapur Anda

Info Sehat
25 Des

Heran, Mengapa Sariawan Muncul Setelah Cabut Gigi?

Info Sehat
19 Des

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
Yanti
1 Tahun Lalu

Dok sariawan vagina

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat