Tips Melindungi Anak dari Ajaran Radikalisme

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 01 Jun 2018, 12:00 WIB
Beberapa waktu lalu, teror bom Surabaya turut melibatkan anak di dalam aksinya. Lindungi anak dari ajaran radikalisme dengan tips ini.
Tips Melindungi Anak dari Ajaran Radikalisme (Dragon Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ajaran radikalisme bisa begitu menyesatkan serta menjerumuskan segala kalangan, termasuk anak. Sejumlah kasus terorisme, seperti bom Surabaya beberapa waktu lalu, mulai melibatkan anak di bawah umur. Ini menjadi fakta yang mengerikan sekaligus ironis.

Dilansir dari Liputan6.com, paham radikal saat ini mulai merasuk ke kalangan anak dan remaja, termasuk pelajar hingga mahasiswa. Survei Mata Air Fondation dan Alvara Research Center menunjukkan hal yang sejalan dengan pendapat ini

"Penetrasi ajaran intoleran sudah masuk di kalangan pelajar, kemudian diperkuat saat menjadi mahasiswa melalui kajian-kajian di kampus," ujar CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Hasanudin menjelaskan bahwa anak usia pelajar hingga mahasiswa masih dalam masa pencarian jati diri. Oleh karena itu, mereka rentan terhadap doktrin radikalisme dan intoleransi.

"Pelajar SMA dan mahasiswa adalah golongan yang tengah berada pada masa pencarian jati diri yang rentan terhadap apa pun, termasuk ajaran intoleransi dan radikalisme. Dan pelajar dan mahasiswa nantinya akan mensuplai tenaga kerja di sektor-sektor strategis negara," kata Hasanuddin.

Lantas, bagaimana upaya melindungi anak dari ajaran radikalisme? Agar lebih jelasnya, ikuti tips di bawah berikut:

1. Pantau penggunaan media sosial anak

Paham radikalisme lewat media sosial termasuk salah satu modus yang seringkali dipilih jaringan teroris, terlebih lagi yang menyasar anak-anak. Pada sesi konferensi pers kejahatan terorisme, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Anak Berhadapan Hukum (ABH), Putu Elvina, menegaskan keterkaitan paparan radikalisme di medsos pada anak.

"Yang paling rentan itu anak terpapar paham radikalisme di medsos. Aspek medsos ini sangat mengerikan. Anak gampang mengakses internet. Mereka bahkan bisa mencari sendiri konten-konten radikal di medsos," tegas Putu di Kantor KPAI saat diwawancara oleh Liputan6.com.

Pengasuhan yang kurang maksimal dari keluarga makin membuat anak termakan paham radikalisme. Terlebih saat orangtua lalai dalam memantau, anak bakal semakin sulit membedakan mana konten yang benar dan mana yang salah di medsos.

Berbicara soal aturan pola asuh orang tua, hal ini juga berpengaruh penting bagi tumbuh kembang anak. Cegah buah hati Anda agar tak terdoktrin dengan ajaran radikalisme lewat menanamkan pengaruh positif sejak masih berada di lingkup keluarga.

2. Berikan pengaruh positif dalam lingkup keluarga

Menko PMK Puan Maharani, mengimbau kepada setiap orang tua Indonesia agar mau meluangkan waktu untuk anaknya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara bercengkerama di ruang keluarga atau di meja makan, sehingga keluarga menjadi lebih hangat dan dinamis.

“Termasuk dengan membangun ikatan bersama anggota keluarga, atau bersentuhan langsung dengan anak. Dengan begitu akan ada ikatan langsung antara orang tua dan anak,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut, Puan menjelaskan bahwa keluarga harus bisa menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh anggotanya untuk saling memberikan kasih sayang, memperhatikan, membina, dan membantu. Keluarga perlu memiliki landasan yang memadai secara agama, sosial, budaya, dan ekonomi agar dapat optimal menjalankan perannya.

Puan turut mengimbau akan pentingnya membangun keluarga untuk mencegah pemahaman radikal terhadap ajaran agama. Bagaimanapun, ketahanan keluarga mampu mengikis radikalisme.

Dua hal di atas patut diperhatikan karena memiliki relevansi yang erat dengan kondisi saat ini. Saat pengaruh keluarga sangat minim dan jauh dari sisi positif untuk tumbuh kembang anak, maka bukan tak mungkin kalau ia melarikan diri ke media sosial dan membangun jati diri yang salah di sana.

Selain keluarga dan media sosial, Anda juga mesti memperhatikan lingkungan tumbuh kembang anak. Tak ada salahnya mengenal teman serta orang-orang di sekitar anak Anda, agar lebih tenang saat hendak melepaskan dia untuk bermain atau belajar di luar rumah.

Untuk melindungi anak dan remaja dari ajaran radikalisme, memang perlu trik khusus. Ikuti tips-tips di atas untuk melindungi anak Anda dari ajaran radikalisme atau terorisme yang kini tengah menjamur di Indonesia. Selamat Hari Anak Internasional!

[NP/ RVS]

ummuhamnah86ummuhamnah86

Ingin yg lebih jelas tentang terorisme silahkan donlot aplikasi radio anti terorisme di google play