Mungkinkah Makan Buah Terlalu Banyak?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 18 Jun 2018, 15:33 WIB
Banyak orang jarang makan buah. Namun, bagaimana dengan orang yang makan buah terlalu banyak? Apa dampaknya bagi kesehatan?
Mungkinkah Makan Buah Terlalu Banyak? (Boiarkina Marina/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Semua orang tahu bahwa buah-buahan memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Setiap jenis mengandung nutrisi berbeda yang memiliki keunggulannya tersendiri. Itu sebabnya dianjurkan untuk mengonsumsi lebih dari satu jenis buah, supaya Anda mendapatkan nutrisi yang bervariasi. Lantas, apakah mungkin makan terlalu banyak buah?

Seperti yang telah Anda ketahui, kolesterol di dalam darah dapat meningkat akibat konsumsi makanan tertentu. Menariknya, untuk menghindari kondisi ini Anda dapat mengonsumsi buah-buahan.

“Buah umumnya kaya akan serat, yang dapat berfungsi mengikat kolesterol di dalam saluran cerna dan mengeluarkannya dari tubuh sebelum terserap masuk ke aliran darah. Beberapa buah juga mengandung antioksidan yang dapat menghambat pembentukan kolesterol jahat,” ujar dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter.

Namun, apa yang akan terjadi jika Anda makan buah terlalu banyak? Mendiang Steve Jobs diketahui adalah pemakan buah intens yang meyakini bahwa kebiasaan tersebut dapat membersihkan tubuhnya dari cairan berbahaya. Seperti yang Anda ketahui, ia meninggal akibat kanker. Lalu ada lagi aktor Ashton Kutcher yang menjadi fruitarian, yang hanya mengonsumsi buah dalam jangka waktu lama. Pada akhirnya ia harus berakhir di rumah sakit akibat pankreas yang rusak. Apa yang bisa dipetik dari dua kasus ini?

Penelitian tentang konsumsi buah

Dilansir dari laman TIME, ada sebuah penelitian tahun 1980 yang berpendapat bahwa berdasarkan evolusi rahang dan gigi manusia, nenek moyang manusia konon terbiasa makan makanan yang didominasi buah. Oleh karena itu, tidak ada banyak bukti yang baik untuk tidak mengonsumsi buah-buahan.

“Ada beberapa orang yang adalah fruitarian, dan dari apa yang kami lihat, mereka sangat sehat,” kata Robert Lustig, peneliti dari Universitas California, Amerika Serikat (AS).

Meski demikian, fruitarian kerap dikaitkan dengan defisiensi nutrisi pada beberapa orang. Bahkan, beberapa jenis buah mungkin tidak aman untuk dikonsumsi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes. Namun, untuk orang dewasa yang sehat, para ahli mengatakan bahwa makan buah tidak akan membuat Anda mengalami gangguan kesehatan selama masih dalam batas normal.

Fokus utama saat Anda mengonsumsi buah-buahan terlalu banyak adalah gula yang terkandung di dalamnya. Jadi, meskipun kandungan gula tersebut alami, tapi tetap saja dapat memengaruhi kadar gula darah Anda. Terlebih, tubuh memerlukan variasi asupan yang tidak hanya bersumber dari buah.

Buah juga sering dinikmati dalam bentuk jus atau smoothie. Menurut sebuah studi dari Harvard School of Public Health, AS, jus buah dilaporkan dapat meningkatkan risiko diabetes.

"Smoothie mungkin lebih baik daripada jus buah atau minuman bersoda, tetapi konsumsi yang terlalu banyak juga tidak baik dan dapat memicu kadar gula tinggi,” kata Robert.

Jagalah konsumsi buah dalam batas wajar

Beberapa buah mungkin lebih baik untuk dinikmati daripada jenis buah yang lain. Buah berry misalnya, konsumsinya dikaitkan dengan peningkatan kesehatan jantung dan otak. Sementara itu, buah nanas, pisang, dan buah-buahan lain yang identik dengan wilayah tropis memiliki kadar gula lebih tinggi. Meski begitu, kondisi tersebut diselamatkan oleh kandungan seratnya yang tinggi. Namun, Lustig memberikan catatan saat Anda hendak mengonsumsi buah anggur.

“Setiap buah anggur bagaikan kantung berisi penuh gula. Konsumsi anggur sangat dianjurkan, tapi Anda tidak boleh memakannya terlalu banyak,” ujarnya.

Meski rutin mengonsumsi buah bermanfaat bagi kesehatan, namun hindari makan buah terlalu banyak hingga melupakan kebutuhan gizi lain. Anda sebaiknya mengonsumsi makanan yang beragam, termasuk sayuran, daging tanpa lemak jauh, biji-bijian, dan asupan karbohidrat sehat seperti nasi merah agar tubuh mendapatkan gizi yang seimbang.

[RN/ RVS]