Rambut Kering Saat Musim Kemarau, Atasi dengan Cara Ini

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 23 Jun 2018, 15:42 WIB
Musim kemarau yang terik bisa mengakibatkan rambut menjadi kering dan kehilangan kelembapan. Ini cara mengatasinya.
Rambut Kering Saat Musim Kemarau, Atasi dengan Cara Ini (Raisa-Kanareva/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Paparan sinar matahari yang berlebihan tidak hanya berdampak pada kulit, tapi juga rambut. Sinar matahari “mengandung” ultraviolet (UV) A dan B. Jika rambut terekpos keduanya secara terus-menerus akan merusak lapisan terluar dari rambut, yaitu lapisan kutikula. Risiko rambut kering pun semakin tinggi saat musim kemarau, karena kondisi cuaca yang kering dan terik.

Musim kemarau dengan panas yang terik bisa menimbulkan berbagai masalah bagi rambut, seperti kelembapan rambut yang berkurang sehingga rambut jadi kering, ujung rambut bercabang, perubahan warna rambut, kekurangan nutrisi sehingga terlihat kusam, termasuk juga mempercepat penuaan rambut seperti munculnya uban terlalu dini. Tak hanya itu, jika Anda memiliki rambut yang tipis, risiko sunburnt pada kulit kepala juga meningkat.

Jika rambut Anda diwarnai, Anda pun harus lebih waspada. Teriknya sinar matahari ditambah dengan paparan sinar UV bisa membuat batang rambut mengembang, sehingga mengakibatkan pigmen rambut menyebar yang pada akhirnya membuat warna rambut jadi semakin terang. Kondisi ini sebetulnya memudarkan warna, menciptakan kerusakan, dan mengakibatkan kekeringan pada rambut.

Mencegah rambut kering saat musim kemarau

Lantas, adakah cara menjaga agar rambut tidak kering saat musim kemarau? Tentu saja! Lakukan hal-hal di bawah ini.

1. Perhatikan asupan air putih

Minumlah air putih sebanyak delapan gelas per hari. Kebiasaan ini selain baik untuk menjaga kesehatan tubuh, juga berguna untuk melindungi kesehatan rambut. Saat tubuh kekurangan cairan, rambut pun bisa menjadi kering.

2. Rutin keramas

Jika rambut Anda kering, apalagi saat musim kemarau, rutinlah keramas karena kulit kepala yang berkeringat menjadikan rambut basah atau lembap, sehingga polusi dan debu mudah menempel. Ini bisa memperparah kondisi rambut. Saat keramas, jangan sering menggosok rambut, tapi fokuslah membersihkan kulit kepala.

3. Gunakan kondisioner

Setelah keramas, jangan lupa aplikasikan kondisioner agar kelembapan rambut tetap terjaga. Jika rambut Anda tergolong kering, pilih kondisioner khusus untuk rambut kering.

4. Gunakan produk rambut yang mengandung SPF

Sama fungsinya seperti untuk kulit, SPF untuk rambut dapat menyaring sinar UV dan menjaga kelembapan rambut, sehingga melindungi rambut agar tidak kering.

5. Jangan gunakan pengering rambut atau pelurus rambut

Setelah mencuci rambut, hindari penggunaan pengering rambut atau pelurus rambut. Karena cuaca di luar sudah kering dan terik, sebaiknya jangan menambahkan paparan suhu panas ke rambut dari kedua alat tersebut. Cukup gunakan handuk untuk membungkus rambut setelah keramas.

6. Tidak mewarnai rambut

Saat musim kemarau, hindari aktivitas rambut yang mengandung bahan kimia seperti mewarnai rambut, meluruskan, atau mengeriting rambut. Ini untuk mencegah agar rambut tidak semakin kering dan kusam.

7. Memotong ujung rambut

Rambut kering cenderung memiliki ujung rambut yang bercabang. Jika ujung rambut Anda bercabang, sebaiknya potong ujung rambut tersebut agar terlihat tidak kusam dan kering.

8. Kurangi aktivitas berenang

Memang, saat musim kemarau biasanya berenang bisa jadi andalan untuk dilakukan pada waktu senggang. Namun, jika rambut sudah terlihat kering, hindari berenang terlalu sering baik di kolam renang maupun di pantai. Kandungan klorin di kolam renang dan garam pada air laut (belum lagi ditambah paparan sinar matahari) dapat memperparah kondisi rambut kering Anda.

9. Nutrisi dari dalam juga penting

Selain melakukan cara-cara di atas ditambah perawatan rambut lainnya, menjaga kesehatan rambut dari dalam juga tak kalah penting. Nutrisi yang dibutuhkan rambut antara lain:

  • Protein, yang bersumber dari ayam, ikan, telur, daging, produk olahan susu, serta kacang-kacangan.
  • Besi, yang bersumber dari sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung. Selain itu besi juga bisa diperoleh dari daging, ayam, dan ikan.
  • Vitamin C merupakan antioksidan yang baik untuk merangsang pembentukan kolagen untuk menguatkan pembuluh darah ke kulit kepala, yang bersumber dari makanan seperti kiwi, jeruk, pepaya, jambu, brokoli, dan stroberi.
  • Omega-3 merupakan lemak yang dibutuhkan untuk menjaga kelembapan rambut, yang bersumber dari ikan salmon, sarden, makarel, ataupun dari sumber nabati seperti alpukat dan kacang-kacangan.
  • Vitamin A dibutuhkan untuk memproduksi sebum atau kelenjar minyak yang diperlukan rambut sebagai kondisioner alami kulit kepala, yang bersumber dari wortel, ubi, dan labu.
  • Zink dan selenium, yang bersumber dari tiram, daging, telur, dan gandum.
  • Vitamin E, yang bersumber dari kacang-kacangan.
  • Biotin dibutuhkan agar rambut tidak mudah rapuh dan rontok, yang bersumber dari gandum, hati, kuning telur, dan kacang kedelai.

Jika langkah-langkah di atas sudah Anda lakukan tapi kondisi rambut tetap kering dan tampak semakin parah saat musim kemarau, segera konsultasi dengan dokter spesialis kulit. Dokter akan memberikan perawatan secara lebih optimal dan intensif sesuai dengan kondisi rambut Anda. Bagaimanapun, rambut ibarat mahkota setiap orang, jadi jangan sepelekan kesehatan rambut Anda.

[RN/ RVS]