4 Penyakit yang Diakibatkan Debu Saat Musim Kemarau

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 25 Jun 2018, 13:35 WIB
Di musim kemarau, udara kering membuat kuman mudah terbawa debu. Anda perlu mengantisipasi 4 penyakit ini.
4 Penyakit yang Diakibatkan Debu Saat Musim Kemarau (Africa Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketika musim kemarau, panas dan teriknya cuaca serta hujan yang kian jarang turun – menyebabkan lingkungan menjadi lebih kering. Tak hanya itu, debu yang beterbangan juga rentan mengandung kuman penyakit. Akibatnya, Anda menjadi rentan terkena penyakit, khususnya jika daya tahan tubuh menurun.

Sebagai antisipasi agar Anda dapat melakukan langkah-langkah pencegahan, berikut ini adalah empat jenis penyakit yang sering terjadi akibat debu saat musim kemarau.

1. Infeksi saluran pernapasan atas

Debu yang mengandung kuman banyak beterbangan di udara, sehingga mudah sekali masuk ke saluran pernapasan atas. Situasi ini dapat menyebabkan gangguan iritasi dan rasa kering di dalam saluran pernapasan. Infeksi pada saluran pernapasan atas yang dapat terjadi adalah faringitis (radang tenggorokan). Gejalanya adalah nyeri atau rasa mengganjal saat menelan, dan sering kali membuat penderita mengalami demam dan batuk.

2. Infeksi saluran pernapasan bawah

Infeksi saluran pernapasan bawah juga dapat terjadi saat musim kemarau, terlebih pada beberapa orang yang memiliki riwayat asma. Penyakit asma adalah suatu kondisi terjadinya penyempitan saluran pernapasan. Debu yang membawa kuman penyakit menyebabkan terjadinya penyempitan saluran pernapasan bawah, yang dapat memicu gejala seperti sesak napas dan batuk.

3. Diare

Diare merupakan penyakit yang menyerang saluran pencernaan dan mudah terjadi saat musim kemarau. Jumlah air bersih yang berkurang menyebabkan debu jadi menghantarkan kuman, virus, dan bakteri di udara. Akibatnya, penyakit juga tersebar. Jika makanan yang akan dikonsumsi terkontaminasi kuman yang dihantarkan oleh debu tanpa dicuci dengan bersih, maka risiko diare pun meningkat.

Jika dalam 24 jam terjadi tiga kali atau lebih penurunan konsistensi feses menjadi lunak atau cair, maka Anda sudah termasuk dalam kondisi menderita penyakit diare.

4. Sakit mata

Udara yang kering serta debu yang mudah beterbangan dapat meningkatkan risiko Anda terkena sakit mata saat musim kemarau. Salah satu gejalanya adalah mata menjadi kering. Kondisi ini dapat terjadi saat air mata tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melubrikasi mata. Gejala lain yang dapat timbul antara lain mata memerah, rasa mengganjal pada mata, dan belekan.

Cara mencegah empat penyakit akibat debu saat musim kemarau

Untuk mencegah empat jenis penyakit yang disebutkan di atas, lakukan beberapa langkah ini:

  • Selalu siapkan dan rutin memakai masker saat berada di luar rumah.
  • Lingkungan di dalam rumah juga harus secara rutin dibersihkan agar debu tidak menumpuk dan menyebabkan penyakit.
  • Menjaga kebersihan diri dengan rutin mandi dua kali sehari.
  • Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setiap akan menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah ke kamar mandi, setelah memegang binatang peliharaan, dan setelah menangani sampah.
  • Perbanyak minum air putih delapan gelas per hari. Hindari minum air putih dingin atau minuman dingin lainnya, agar saluran pernapasan tidak mudah kering dan teriritasi.
  • Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
  • Usahakan untuk tidur delapan jam sehari supaya daya tahan tubuh tetap terjaga dan tidak mudah terserang kuman penyakit

Pendapat yang mengatakan bahwa mencegah jauh lebih mudah dan baik daripada mengobati,  memang benar adanya. Jika Anda mengalami salah satu dari penyakit akibat debu saat musim kemarau tersebut, segera periksakan diri ke dokter.  Jangan tunda lebih lama agar penyakit tersebut tidak berkembang menjadi semakin parah.

[RN/ RVS]