Penyebab Sering Sakit Kepala Saat Cuaca Terik dan Panas

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 25 Jun 2018, 16:00 WIB
Cuaca terik dan panas dapat menyebabkan sakit kepala seperti migrain. Ketahui berbagai penyebabnya agar Anda lebih waspada.
Penyebab Sering Sakit Kepala Saat Cuaca Terik dan Panas (wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tinggal di negara tropis, membuat Anda terpapar sinar matahari hampir sepanjang tahun. Pada periode tertentu, bahkan teriknya sinar matahari dapat berdampak sangat luar biasa, hingga menimbulkan berbagai gangguan dan keluhan fisik dan kesehatan. Selain menyebabkan haus, cuaca terik dan panas juga dapat mengakibatkan badan lemas dan sakit kepala.Hal ini ternyata bukanlah sesuatu yang mengherankan, karena telah banyak penelitian yang membuktikannya.

Pengaruh cuaca terhadap sakit kepala

Sebuah studi dari Israel dan Boston yang dilakukan pada 7000 orang dengan riwayat sakit kepala berat menemukan fakta menarik. Kenaikan suhu sekitar 5 derajat Celsius pada cuaca yang panas dan terik dapat meningkatkan risiko sakit kepala sebanyak 7.5 persen. Kondisi ini terutama bagi seseorang yang sebelumnya memang sudah sering mengalami sakit kepala seperti migrain.

Cuaca yang terik dan panas, ditambah dengan kelembapan tinggi di daerah tropis seperti di Indonesia kerap menyebabkan berbagai hal pemicu sakit kepala, salah satunya adalah dehidrasi.

Dehidrasi merupakan salah satu dari penyebab heat exhaustion selain kekurangan garam. Heat exhaustion sendiri adalah kumpulan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan gelombang atau paparan suhu yang tinggi terhadap tubuh manusia. Meski tak separah heat stroke yang dapat menyebabkan kerusakan organ dan kematian, namun heat exhaustion sebaiknya tidak disepelekan.

Heat stroke sendiri adalah sebuah kondisi dimana tubuh tidak lagi mampu untuk mendinginkan suhunya secara otomatis. Suhu tubuh dapat meningkat drastis dalam waktu yang sangat singkat, sehingga kulit terasa hangat dan kering, serta tidak mampu berkeringat. Kondisi ini juga disertai dengan jantung yang berdebar dan sakit kepala yang hebat bahkan pingsan.

Dampak dari dehidrasi terhadap sakit kepala

Salah satu tanda awal dan utama dehidrasi selain rasa haus adalah sakit kepala, terutama sakit kepala tension atau seperti tertekan, rasa seperti melayang dan ingin pingsan, serta migrain. Kondisi ini dapat terjadi karena jaringan otak kekurangan cairan, sehingga harus menarik cairan dari lingkungan sekitarnya.

Saat tubuh terlalu panas namun mengalami dehidrasi di saat yang bersamaan, maka tubuh tidak dapat mengevaporasi cairan dalam bentuk keringat untuk menyeimbangkan suhu tubuh agar tetap normal. Maka tak jarang, sakit kepala yang berat akibat cuaca panas dan terik pada heat exhaustion disertai juga dengan kram otot, mual bahkan muntah, serta keringat dingin.

Cahaya silau pemicu sakit kepala

Bagi seseorang yang memang memiliki riwayat sering sakit kepala seperti migrain sebelumnya, cahaya menyilaukan di tengah hari yang terik dapat memicu kambuhnya jenis sakit kepala ini.

Cahaya terang adalah salah satu faktor risiko pemicu gejala migrain, maka sebaiknya jika akan beraktivitas di luar ruangan saat cuaca terik, gunakan pelindung seperti payung, topi, atau kacamata hitam.

Perlu Anda ketahui, kondisi heat exhaustion yang tidak ditangani dengan baik dapat memburuk menjadi heat stroke. Pada kondisi tertentu seperti adanya gelombang panas yang ekstrim, kondisi heat stroke bahkan bisa langsung menyerang tanpa didahului gejala yang ringan.

Jika Anda mengalami sakit kepala saat sedang berada di luar ruangan di tengah cuaca terik dan panas, segera cari tempat berteduh. Selain itu, cepat ganti kehilangan cairan dengan banyak minum air.

Jika memungkinkan, masuklah ke dalam ruangan yang memiliki pendingin ruangan. Duduk sambil luruskan kaki sedikit lebih tinggi dari dada agar berada di atas jantung, sehingga mempermudah peredaran darah.

Selain itu, hindari konsumsi minuman beralkohol atau yang mengandung kafein saat Anda merasa haus. Jenis minuman tersebut rentan memicu dehidrasi. Jika sakit kepala tak kunjung reda dalam 1-2 jam, sebaiknya segera periksakan diri ke layanan kesehatan terdekat.

[NP/ RVS]