Efek Negatif Narkoba pada Kesehatan Gigi

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 26 Jun 2018, 09:00 WIB
Tak hanya merusak bagian dalam tubuh, narkoba juga dapat membawa segudang dampak buruk pada kesehatan gigi. Cari tahu di sini.
Efek Negatif Narkoba pada Kesehatan Gigi (LightField Studios/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Narkoba merupakan zat psikotropika yang kerap disalahgunakan. Orang-orang yang menggunakan zat itu dengan semena-mena pun turut mendapatkan dampak negatif dari sisi kesehatan. Ya, narkoba merusak seluruh bagian tubuh, termasuk gigi.

Dampak buruk narkoba pada kesehatan gigi memang tak langsung muncul. Hal ini bergantung pada lama penggunaan, cara pemakaian, jenis narkoba, serta kersihan gigi dan mulut pemakai.

Dampak buruk narkoba pada kesehatan gigi

Berikut beberapa masalah kesehatan gigi yang bisa muncul akibat penyalahgunaan narkoba:

1. Mulut kering (xerostomia)

Ini adalah gejala yang paling sering ditemukan pada pengguna narkoba. Xerostomia merupakan suatu kondisi dimana rongga mulut terasa lebih kering, sementara waktu atau selamanya. Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan terhadap komposisi aliran saliva (air ludah), sehingga menyebabkan fungsinya tidak bekerja dengan baik.

2. Karies

Pengguna narkoba sangat rentan untuk mengalami karies gigi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya penurunan laju aliran air liur, kebersihan rongga mulut yang buruk, dan adanya iritasi akibat bahan kimiawi dari narkoba.

Secara mekanis, air ludah berfungsi untuk membasahi rongga mulut dan makanan yang dikunyah. Orang dengan sekresi air ludah yang sedikit atau tidak ada sama sekali memiliki kemungkinan karies gigi yang lebih tinggi.

Pada pemakai narkoba dengan cara dihisap, karies ditandai dengan kerusakan yang parah pada permukaan gigi. Kejadian ini dapat melibatkan lebih dari satu gigi.

3. Penyakit periodontal

Penyakit periodontal pada pengguna narkoba disebabkan oleh penumpukan plak dan kalkulus, akibat kurangnya perhatian dalam membersihkan rongga gigi dan mulut.

Kalkulus adalah penumpukan plak gigi yang tidak dibersihkan, sehingga plak tersebut menjadi keras dan termineralisasi secara pelahan. Kalkulus melekat erat mengelilingi mahkota dan akar gigi serta restorasi gigi.

Jika plak menjadi karang gigi, maka akan sulit untuk dibersihkan hanya dengan menggosok gigi. Diperlukan bantuan dokter gigi untuk membersihkannya.

4. Atrisi gigi

Atrisi gigi adalah suatu keadaan hilangnya lapisan email hingga dentin akibat adanya gesekan antar gigi. Semakin sering terjadinya kontak antar gigi, semakin besar terjadinya atrisi.

Efek pada pengguna narkoba memengaruhi sistem saraf, sehingga membuat pengguna menjadi lebih aktif. Gerakan aktif pada otot-otot sekitar mulut memicu terjadinya kebiasaan menggertakkan gigi alias bruxism.

5. Temporomandibular Joint (TMJ) Syndrome

Temporomandibular joint syndrome adalah nyeri yang terjadi pada tulang temporal, yaitu dua sendi pada rahang dekat telinga. Kondisi ini disebabkan oleh malfungsi sistem otot, ligamen, disk, dan tulang.

TMJ dapat menyebabkan sakit kepala dan leher, nyeri wajah, sakit telinga, rahang yang terkunci atau sulit untuk membuka, masalah menggigit, dan muncul suara ketika menggigit.

Dengan mengetahui bahwa narkoba juga dapat membawa segudang dampak buruk pada kesehatan gigi, diharapkan Anda benar-benar menjaga diri dari zat berbahaya ini. Jangan biarkan masa depan Anda hancur hanya karena iming-iming semu yang ditawarkan narkoba.

[NB/ RVS]