Inilah Mengapa Remaja Rentan Kecanduan Narkoba

Oleh dr. Nadia Octavia pada 26 Jun 2018, 13:08 WIB
Remaja menjadi golongan usia yang sangat rentan kecanduan narkoba. Hal ini bukan tanpa alasan. Cari tahu selengkapnya di sini.
Inilah Mengapa Remaja Rentan Kecanduan Narkoba (Pressmaster/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Banyak yang beranggapan bahwa mencoba hal baru merupakan sesuatu yang sah-sah saja selagi masih muda. Namun sayangnya, keinginan para remaja untuk mencoba hal baru sering kelewat batas dan menjurus ke arah negatif, misalnya mencoba narkoba atau zat psikotropika lainnya.

Bukan perkara baru, narkoba di kalangan remaja memang menjadi sesuatu yang sepertinya memiliki ikatan tersendiri. Hal itu terjadi bukan tanpa alasan. Berikut beberapa penyebab tersering mengapa remaja sangat rentan terhadap penyalahgunaan narkoba:

1. Tekanan sosial

Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri. Sering kali para remaja mengikuti apa pun yang dilakukan teman atau kelompoknya, agar diterima dalam lingkaran sosial.

Oleh karena itu, jika teman sekelompok atau idolanya mencoba hal yang negatif seperti narkoba, mereka pun rentan untuk melakukan hal yang sama agar tidak dikucilkan.

Paparan media seperti media sosial, serial televisi, atau film juga dapat memberikan efek negatif lantaran menggambarkan pemakai narkoba sebagai orang yang terlihat keren, sehingga rentan diikuti oleh para remaja lainnya.

2. Pelarian dari masalah

Masalah di sekolah, di rumah, atau pertengkaran dengan pacar bisa membuat seorang remaja merasa tidak bahagia dan mencari pelarian ke hal lain. Bentuk pelarian dari ini bisa berujung pada hal negatif, seperti narkoba atau alkohol.

Narkoba menjadi yang paling sering dipilih sebagai pelarian karena seolah memberikan solusi. Hal ini karena narkoba bisa memberikan efek percaya diri, bahagia, dan berenergi, meski hanya sesaat. Padahal jika dibiarkan, justru dapat membuat kecanduan narkoba dan berujung pada kehilangan nyawa.

3. Bentuk pemberontakan

Remaja yang berani mencoba hal baru dan menjadi pionir biasanya akan menonjol dan dipandang oleh kelompoknya. Hal itu bisa membuat remaja yang haus akan pengakuan dari teman-temannya untuk mencoba pengalaman baru, termasuk mencoba narkoba.

Narkoba seolah menjadi “amunisi” bagi para remaja untuk bertindak lebih berani dan agresif. Narkoba jenis methamphetamine atau yang lebih dikenal dengan istilah sabu dapat membuat remaja bertindak kasar, agresif, atau bahkan membahayakan bagi orang lain.

4. Kurang percaya diri

Berbicara di depan umum, tampil pada pentas sekolah, atau sekadar mengajak lawan jenis bicara dapat menjadi masalah bagi remaja yang kurang percaya diri. Narkoba sering kali menjadi solusi bagi remaja yang demikian.

Penggunaan narkoba jenis tertentu memang dapat memberikan efek sesaat, seperti menjadi lebih percaya diri dan tidak takut melakukan hal apa pun. Namun efek samping yang timbul setelah itu bisa sangat berbahaya, bahkan hingga berujung pada kematian seketika.

5. Kesenangan sesaat

Meski awalnya hanya iseng mencoba narkoba untuk kesenangan sesaat, namun kebahagiaan semu ini dapat membuat remaja kecanduan untuk mencobanya lagi dan lagi.

Agar intensitas euforia itu bisa menetap, lama-kelamaan dibutuhkan dosis narkoba yang semakin tinggi. Akibatnya, mereka akan semakin sulit untuk bisa keluar dari “lingkaran setan” yang diciptakan narkoba.

Sebenarnya, masih banyak alasan mengapa seorang remaja bisa terjerumus pada kecanduan narkoba. Oleh karena itu, setiap orang tua sebaiknya lebih waspada dan melakukan pengawasan penuh agar anaknya tak terjerumus pada hal-hal yang negatif. Ingatlah bahwa kecanduan narkoba tak hanya membawa dampak buruk bagi penggunanya, tetapi juga bisa menyebarkan efek negatif untuk lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.

[NB/ RVS]