Benarkah Radang Paru Awal dari Gejala HIV?

Oleh Nur Budhi pada 03 Jul 2018, 17:30 WIB
Banyak yang menganggap bahwa radang paru adalah awal dari terjadinya berbagai gejala HIV. Benarkah ini? Simak fakta medisnya di sini.
Benarkah Radang Paru Awal dari Gejala HIV? (jesterpop/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan sebuah penyakit infeksi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun drastis. Kehadiran penyakit ini kerap tak disadari, karena gejala HIV itu sendiri sangat mirip dengan keluhan yang terjadi akibat penyakit lain.

Menurut dr. Sepriani Trimurtini Limbong dari KlikDokter, terdapat dua tipe virus yang menyebabkan infeksi HIV. Virus tersebut termasuk dalam kelompok retrovirus, yang penularannya melalui darah, penggunaan jarum suntik secara bergantian, hubungan seksual tanpa pengaman, dan dari ibu ke bayi saat persalinan.

“Saat menginfeksi, virus tersebut akan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuat penderitanya mudah terinfeksi penyakit lain,” lanjut dr. Sepri.

Mendeteksi gejala HIV

Gejala HIV muncul berdasarkan perjalanan penyakit. Adapun tahapan dari penyakit ini, yaitu:

● Tahap pertama

Ini adalah fase serokonversi. Pada tahap ini, gejala yang mungkin terjadi sangat mirip dengan penyakit infeksi pada umumnya, seperti demam, sakit tenggorokan, ruam di kulit, diare, sakit kepala, badan lemas, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot dan sendi.

● Tahap kedua

Setelah gejala tahap pertama menghilang, biasanya penderita HIV tidak mengalami keluhan apa pun selama bertahun-tahun. Meski demikian, virus terus menyebar dan menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh secara diam-diam.

● Tahap ketiga

Ini adalah fase simtomatik. Pada tahap ini, virus telah benar-benar “bersatu” dengan tubuh, sehingga kekebalan tubuh sangat-sangat minim. Keadaan tersebut membuat penderita HIV lebih mudah terserang penyakit serius seperti kanker, radang paru (pneumonia), dan tuberkulosis.

Di samping penyakit tersebut, penderita HIV juga dapat mengalami keluhan berupa demam berkelanjutan, lelah setiap saat, kesulitan bernapas, diare parah, infeksi jamur di mulut, tenggorok atau vagina. Penderita juga kehilangan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Ujung dari perkara ini adalah berubahnya HIV menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Radang paru dan infeksi HIV

Berdasarkan penjelasan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, HIV adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jadi, orang yang terkena HIV memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk terserang suatu penyakit, misalnya radang paru (pneumonia).

Namun demikian, lanjut dr. Astrid, tidak setiap orang yang mengalami radang paru atau pneumonia adalah orang yang terkena HIV. Sebab radang paru itu sendiri juga bisa terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah, meski dirinya tidak terinfeksi HIV.

“Radang paru itu hanya salah satu di antara banyak kumpulan gejala HIV saat sistem kekebalan tubuh seseorang sudah lemah atau rusak. Nah, untuk memastikan apakah penyakit tersebut hadir bersama HIV atau tidak, seseorang perlu melakukan pemeriksaan VC atau kadar CD4 dalam darah,” lengkap dr. Astrid.

Mengetahui adanya fakta medis ini, Anda dianjurkan untuk tidak mengambil keputusan sepihak terhadap segala penyakit yang terjadi. Ini berarti, jika saat ini Anda sedang terkena radang paru atau pneumonia, jangan buru-buru menganggap bahwa penyakit tersebut adalah awal dari gejala HIV. Akan lebih baik jika Anda memeriksakan diri ke dokter, guna mendapatkan diagnosis pasti. Salam sehat!

[NB/ RVS]