Hati-hati, Erupsi Gunung Agung Rentan Picu Sakit Mata

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 04 Jul 2018, 13:56 WIB
Erupsi Gunung Agung kembali terjadi. Waspadai berbagai gangguan kesehatan yang mungkin terjadi, salah satunya adalah sakit mata.
Hati-hati, Erupsi Gunung Agung Rentan Picu Sakit Mata (Dinny Mutiah/dok. BNPB)

Klikdokter.com, Jakarta Aktivitas Gunung Agung yang berlokasi di provinsi Bali mulai meningkat sejak beberapa hari lalu. Pada hari Selasa (3/7) pagi hari, semburan abu dari erupsi Gunung Agung mencapai ketinggian sekitar 2.000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 5.100 meter di atas permukaan laut.

Menurut data yang terekam pada seismogram, abu tersebut memiliki intensitas yang tebal mencapai 24 mm. Sedangkan durasi semburan berlangsung selama 3 menit dan 28 detik.

Bahaya erupsi gunung berapi bagi kesehatan

Terjadinya erupsi Gunung Agung tersebut dapat berdampak pada masyarakat yang tinggal di sekitarnya, baik dalam hal perekonomian, sosial, maupun kesehatan. Dampak kesehatan yang dapat timbul akibat terjadinya erupsi gunung berapi dapat memengaruhi pernapasan, penglihatan, dan berbagai fungsi tubuh lainnya.

Salah satu dampak kesehatan yang dapat terjadi adalah pada organ mata. Ketika gunung mengalami erupsi, abu vulkanik, asap, dan berbagai partikel lainnya dapat menyebabkan timbulnya berbagai keluhan pada mata.

1 of 2

Risiko sakit mata akibat erupsi gunung berapi

Iritasi mata merupakan salah satu dampak negatif yang dapat terjadi akibat dari partikel-partikel kecil abu vulkanik. Semburan abu vulkanik menyebabkan abrasi pada lapisan terluar yang terdapat dari mata, yakni konjungtiva dan kornea.

Bagi Anda yang menggunakan lensa kontak, tidak disarankan bila berada di sekitar lokasi terjadinya erupsi gunung, karena dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Anda disarankan untuk menggunakan kaca mata untuk mencegah paparan berbagai partikel tersebut ke mata.

Sakit mata akibat dari abu vulkanik dapat bervariasi. Beberapa gangguan pada mata yang umum terjadi adalah goresan atau abrasi pada kornea dan juga konjungtivitis akut (peradangan pada lapisan terluar dari mata).

Pada beberapa situasi, dapat terjadi mata merah, rasa nyeri atau sensasi seperti terbakar pada mata. Selain itu juga dapat terjadi fotosensitivitas, yakni peningkatan sensitivitas terhadap ekspos cahaya yang berlebih pada mata.

Beberapa keluhan lain yang bisa terjadi di antaranya sensasi seperti terdapat benda asing pada mata, rasa gatal pada mata, adanya cairan lengket yang keluar dari mata, atau produksi air mata yang berlebih.

Tips menghindari sakit mata saat erupsi gunung berapi

Keluhan mata yang timbul akibat paparan abu vulkanik dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, individu yang tinggal di sekitar gunung berapi saat terjadi erupsi, sangat disarankan untuk menerapkan tindakan pencegahan agar tidak mengalami sakit mata.

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah jangan terlalu lama di luar ruangan. Tujuannya, untuk meminimalkan kemungkinan mata terpapar udara luar yang dapat mengandung abu vulkanik. Selain itu, bila harus berada di tempat terbuka, gunakan alat pelindung mata.

Erupsi Gunung Agung yang tengah berlangsung berisiko menyebabkan sakit mata. Oleh sebab itu, saat merasakan sakit pada mata, segera berkonsultasilah ke layanan kesehatan terdekat, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓