Bolehkah Penderita Kolesterol Tinggi Makan Telur?

Oleh dr. Bobtriyan Tanamas pada 31 Mar 2020, 17:00 WIB
Telur dipercaya memiliki kandungan kolesterol yang tinggi, tapi apa penderita kolesterol tinggi boleh makan telur? Jika boleh, berapa banyak?
Bolehkah Penderita Kolesterol Tinggi Makan Telur?

Klikdokter.com, Jakarta Telur adalah salah satu bahan makanan yang paling sering dikonsumsi masyarakat. Selain harganya relatif murah, telur punya rasa yang enak dan mudah diolah jadi berbagai macam masakan enak. Namun, banyak penderita kolesterol tinggi menghindari sumber protein ini.

Mereka khawatir, asupan ini akan mengerek kadar kolesterol di dalam tubuh. Padahal, manusia sebenarnya memerlukan kolesterol untuk menjalani fungsi normalnya, seperti membentuk dinding sel dan selaput saraf.

Jika tubuh tidak memiliki jumlah kolesterol yang cukup, berbagai fungsi dasar ini dapat terganggu dan menyebabkan gangguan fungsi tubuh.

Hanya saja, saat jumlahnya berlebihan, kolesterol justru dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan atau disebut aterosklerosis.

Kondisi ini dapat menyebabkan arteri menyempit atau tersumbat, memperlambat atau menghentikan aliran darah ke organ vital, terutama jantung dan otak. Saat aterosklerosis memengaruhi jantung, bisa menyebabkan serangan jantung.

Sementara, jika aterosklerosis menyumbat arteri yang memasok darah ke otak, serangan stroke bisa terjadi. Kalau sudah begini, tentu tidak bisa dianggap enteng lagi, bukan?

Untuk menghindari kondisi tersebut, apakah benar penderita kolesterol tinggi tidak boleh makan telur? Kolesterol telur disebut-sebut sangat tinggi hingga berbahaya bagi mereka.

Artikel Lainnya: Panduan Memilih Jenis Makanan Rendah Kolesterol

1 of 4

Kandungan Nutrisi dalam Telur

Telur Rebus
Telur Rebus

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus tahu betapa istimewanya kandungan gizi di dalam sebutir telur. Bahkan bagi banyak kalangan, di samping susu, telur adalah asupan yang mengandung nilai biologis tertinggi untuk protein.

Sebutir telur memiliki 7 gram protein berkualitas tinggi, 75 kalori, 5 gram lemak, dan 1,6 gram lemak jenuh. Bahan pangan yang dihasilkan unggas ini juga mengandung zat besi, vitamin D, vitamin B12, selenium, fosfor, dan karotenoid.

Telur juga punya nutrisi penangkal penyakit, seperti lutein dan zeaxanthin. Keduanya dapat mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia, penyebab utama kebutaan pada orang dewasa yang lebih tua. Selanjutnya, kolin dalam telur dapat membantu perkembangan otak dan meningkatkan memori.

Artikel Lainnya: 7 Jenis Makanan yang Dapat Memicu Kolesterol Tinggi

2 of 4

Bolehkah Penderita Kolesterol Makan Telur?

Ilustrasi Penderita Kolesterol Makan Telur
Ilustrasi Penderita Kolesterol Makan Telur

Meskipun dijejali dengan nutrisi, faktanya, telur adalah asupan dengan kolesterol yang tinggi. Dalam satu butir telur ukuran besar, misalnya, mengandung 213 mg kolesterol. Ini adalah dua pertiga dari batas harian yang direkomendasikan.

Sementara itu, di sisi lain, penderita kolesterol tinggi disarankan untuk membatasi jumlah kolesterol sekitar 300 mg per hari. Jadi, kalau ditanya bolehkah penderita kolesterol makan telur?

Jawabannya tentu saja boleh. Dengan catatan, Anda membatasi jumlahnya dan memperhatikan asupan lain yang Anda konsumsi dalam satu hari.

Misalnya, apa saja makanan pendamping telur. Kalau Anda mengonsumsi setengah butir telur tapi ditambah nasi bersama gulai dan gorengan, jangan heran kalau kolesterol akan naik.

Dengan kata lain, selain memperhatikan asupan telur, jauh lebih penting untuk membatasi jumlah lemak jenuh lainnya yang Anda makan. Ingat, terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dalam darah Anda.

Artikel Lainnya: Pola Makan Ini Dianjurkan untuk Penderita Kolesterol Tinggi

3 of 4

Jadi, Berapa Banyak Telur yang Boleh Dikonsumsi?

Telur Rebus
Telur Rebus

Sebenarnya, belum ada jurnal medis yang menuliskan tentang batasan pasti jumlah asupan telur setiap hari bagi penderita kolesterol tinggi. Akan tetapi, rekomendasi umum membatasi maksimal Anda makan 2-6 kuning telur per minggu.

Akan tetapi, bila masih khawatir, Anda bisa mengonsumsi putih telur saja yang terbukti rendah kolesterol, tapi tinggi protein.

Meski demikian, terdapat beberapa studi yang berhubungan dengan telur dan kadar kolesterol dalam darah. Dalam studi ini, partisipan dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama memakan beberapa butir telur utuh (1-3 butir) per hari, sedangkan kelompok lain tidak. Kemudian, para peneliti mengikuti para partisipan selama beberapa waktu. Hasilnya, studi tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa hal ini.

  • Dalam hampir semua kasus, kolesterol baik atau HDL meningkat.
  • Kadar kolesterol total dan LDL tidak berubah, tetapi beberapa di antaranya sedikit meningkat.
  • Mengonsumsi telur yang mengandung omega-3 dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah.
  • Kadar antioksidan karotenoid seperti lutein dan zeaxanthinmeningkat secara signifikan.

Studi tersebut menunjukkan bahwa respons terhadap konsumsi telur secara keseluruhan tergantung pada setiap individu.

Pada 70 persen orang, mengonsumsi telur tidak berpengaruh pada kolesterol total atau LDL. Namun, pada 30 persen orang, kadar kolesterol tersebut bisa sedikit meningkat.

Daripada hanya fokus membatasi asupan telur, jauh lebih baik meningkatkan asupan sehat lainnya. Seperti konsumsi banyak sayuran dan buah, serta menghindari makanan olahan dan bersantan.

Penderita kolesterol tinggi tetap boleh menikmati telur. Hanya saja, batasi jumlahnya tidak terlalu banyak sesuai anjuran di atas. Anda dapat meminta saran dari dokter atau ahli gizi untuk menentukan diet yang pas sesuai kondisi Anda. Jangan ketinggalan informasi kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

 [HNS/AYU]

Lanjutkan Membaca ↓