Masalah Kulit yang Sering Dialami Remaja

Oleh dr. Anita Amalia Sari pada 12 Jul 2018, 07:00 WIB
Remaja dan masalah kulit menjadi dua hal yang sulit dipisahkan. Ingin tahu solusi terbaik dari masalah-masalah itu? Temukan di sini.
Masalah Kulit yang Sering Dialami Remaja (PMN PHOTO/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penampilan menjadi perkara yang sangat penting di mata remaja. Namun kulit yang bersih, cerah, dan bebas jerawat merupakan beberapa impian remaja yang rasanya sulit diwujudkan. Ini karena sebagian besar remaja akan mengalami berbagai masalah kulit di usianya tersebut.

Tidak dimungkiri, usia remaja memang identik dengan kehadiran masalah kulit yang beragam. Banyak hal yang memengaruhi keadaan ini, misalnya gelojak hormon di dalam tubuh, aktivitas sehari-hari, konsumsi makanan, kosmetika, hingga kondisi lingkungan sekitar.

Berita baiknya, masalah kulit pada remaja tergolong mudah diatasi. Berikut ini beberapa contoh masalah kulit pada remaja beserta solusinya:

  1. Jerawat

Hampir setiap remaja pernah mengalami jerawat di kulit, entah itu di wajah, punggung, dada, atau bagian tubuh lainnya. Jerawat terbentuk ketika pori-pori kulit tersumbat oleh sebum yang dihasilkan oleh kelenjar minyak.

Pada masa pubertas, terjadi peningkatan jumlah hormon androgen sehingga menyebabkan produksi sebum berlebih. Jerawat juga lebih banyak muncul saat menjelang masa haid pada remaja wanita.

Solusi yang bisa dilakukan untuk masalah jerawat adalah sebagai berikut:

  • Bersihkan wajah dan anggota tubuh lainnya menggunakan sabun yang ringan dan tidak terlalu banyak mengandung busa, minimal dua kali sehari atau setelah selesai beraktivitas.
  • Aplikasikan krim yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat setelah mencuci wajah.
  • Hindari memencet jerawat, karena malah akan memperparah kondisi dan peradangan yang terjadi.
  • Jika mencoba menggunakan produk kecantikan, pilihlah yang bersifat non-komedogenik. Produk yang seperti ini tidak akan menyumbat pori-pori di wajah Anda. Jangan lupa untuk selalu membersihkan make up sebelum tidur, ya!
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memegang bagian wajah.
  • Hindari menggunakan pakaian ketat, jika Anda memiliki jerawat di tubuh. Pakaian ketat membuat kulit sulit “bernapas” dan dapat menyebabkan iritasi.
  • Gunakan tabir surya yang mengandung SPF minimal 15. Pastikan tabir surya tersebut juga dapat menangkal sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB).
  • Rajin membersihkan rambut, dan jauhkan rambut dari wajah.
  • Hindari stres karena dapat memicu timbulnya jerawat.

Jerawat tidak selalu bisa hilang dengan sendirinya. Jadi, jika jerawat Anda terus eksis selama beberapa minggu, tak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Produksi minyak berlebih

Memasuki usia remaja, kelenjar minyak mulai aktif, sehingga bisa menimbulkan kulit yang terlihat mengilap dan berpori-pori besar. Keluhan kulit berminyak sering kali berbarengan dengan munculnya jerawat. Pada beberapa kasus, produksi minyak berlebih juga dapat menyebabkan munculnya ketombe di kulit kepala.

Solusi yang bisa dilakukan untuk masalah produksi minyak berlebih, di antaranya:

  • Gunakan pembersih wajah khusus untuk kulit berminyak dua kali sehari. Akan lebih baik jika Anda juga menggunakan pembersih wajah yang mengandung asam salisilat.
  • Meski berminyak, Anda tetap membutuhkan pelembap. Pilihlah pelembap yang non-komedogenik dan gunakan dua kali sehari.
  • Pilih produk kecantikan yang tidak mengandung minyak (oil free) dan non-komedogenik.
  • Gunakan kertas minyak untuk menyerap minyak berlebih di kulit.
  • Lakukan eksfoliasi agar minyak di kulit bisa sedikit menghilang. Anda bisa menggunakan scrub atau produk eksfoliasi berbahan alami lainnya sebanyak dua kali seminggu.
  • Hindari menggunakan scrub jika kulit berminyak disertai dengan jerawat.

 

  1. Keringat berlebih

Remaja bisa mengalami keluhan keringat berlebih, baik di telapak tangan, telapak kaki, ketiak, kulit kepala, atau bagian tubuh lainnya. Hal ini disebabkan produksi kelenjar keringat yang meningkat. Produksi keringat berlebih ini sering disertai dengan kemunculan bau badan. Sebagai solusi, ini yang bisa Anda lakukan:

  • Jangan malas mandi. Lakukanlah setidaknya dua kali sehari.
  • Gunakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat.
  • Gunakan alas kaki yang menyerap keringat.
  • Gunakan pula alas kaki secara bergantian. Bila perlu, gunakanlah juga antiperspirant.
  • Ganti sepatu yang Anda gunakan secara berkala.
  • Cuci dan jemur sepatu yang kotor hingga kering, agar bau tak sedap hilang.
  • Gunakan deodoran di bagian ketiak.
  • Kurangi atau hindari konsumsi makanan yang dapat memicu keringat, seperti makanan pedas dan panas.
  • Kurangi atau hindari makanan yang bisa memicu bau badan, seperti bawang-bawangan.

Jika setelah mengikuti saran di atas Anda masing mengalami keringat berlebih, mungkin Anda mengalami kondisi yang disebut hiperhirosis. Cara mengatasinya adalah dengan penyuntikan toksin botulinum A.

Mana masalah kulit yang pernah atau sedang Anda alami? Jangan khawatir, lakukanlah tips di atas dengan saksama, agar masalah yang Anda alami bisa segera sirna. Jangan ragu bila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis kulit.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
Lina AsperLina Asper

Kenapa saya jerawatan ketika habis makan kacang