Ingin Memutihkan Gigi dengan Bleaching? Perhatikan Ini!

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 12 Jul 2018, 08:00 WIB
Jika Anda ingin memutihkan gigi dengan bleaching, cari tahu apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudahnya, di sini.
Ingin Memutihkan Gigi dengan Bleaching? Perhatikan Ini! (B D S Piotr Marcinski/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki gigi putih, bersih, dan berkilau merupakan impian semua orang. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan tampilan gigi yang demikian, salah satunya adalah bleaching.

Bleaching merupakan suatu prosedur yang dapat mengembalikan warna putih alami gigi seperti sedia kala. Pada prosedurnya, tindakan ini menggunakan bantuan zat kimia hidrogen peroksida dan karbamid peroksida. Kedua senyawa tersebut membantu memutihkan gigi karena dapat menembus lapisan gigi dan memecah molekul kompleks dari zat-zat yang menyebabkan perubahan warna pada gigi.

Meski terdengar sangat simpel dan efektif, bleaching ternyata memiliki banyak aturan yang harus sepenuhnya dipatuhi. Peraturan tersebut terbagi menjadi dua, yaitu sebelum prosedur bleaching dan sesudahnya.

Peraturan sebelum bleaching gigi

Beberapa aturan yang patut Anda penuhi sebelum melakukan bleaching gigi adalah sebagai berikut:

  • Konsultasi ke dokter gigi

Tindakan ini dilakukan agar dokter gigi bisa melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi gigi pada pasien yang hendak melakukan bleaching. Pasalnya, prosedur bleaching baru bisa dilakukan bila gigi terbebas dari plak, dan gigi yang bolong sudah tertambal dengan baik,.

Selain itu, konsultasi ke dokter gigi sebelum bleaching juga membuat Anda lebih tahu mengenai prosedur, efek samping, dan biaya yang harus dikeluarkan.

  • Melakukan bleaching di rumah

Meskipun bleaching dapat dilakukan di rumah, Anda harus tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Perawatan pun tetap perlu mendapatkan pengawasan dari dokter gigi.

Jangan lupa untuk selalu membaca cara pakai dan bahan-bahan yang terkandung di dalam produk pemutih gigi. Hindari membeli produk pemutih gigi yang dijual bebas di pasaran.

  • Usia pasien

Beberapa peneliti mengungkapkan bahwa prosedur bleaching tidak disarankan untuk anak-anak, terlebih lagi dalam masa periode gigi bercampur. Hal ini disebabkan ketebalan email gigi pada gigi susu dan gigi permanen berbeda. Di samping itu, ruang pulpa pada gigi anak-anak juga masih besar sehingga dapat menyebabkan iritasi dan gigi sensitif di kemudian hari.

Peraturan setelah bleaching gigi

Setelah prosedur bleaching selelesai, dokter gigi biasanya akan menganjurkan Anda melakukan hal-hal berikut ini:

  • Hindari makanan atau minuman berwarna

Hindari makanan dan minuman yang memiliki warna khusus, seperti soto, rawon, kopi, teh dan lainnya. Ini karena makanan atau minuman yang demikian bisa membuat gigi menjadi kuning kembali.

  • Hindari minuman dingin

Setelah melakukan prosedur bleaching, sebaiknya hindari konsumsi minuman dingin. Karena setelah melakukan perawatan bleaching, gigi akan menjadi lebih sensitif, sehingga minuman dingin dapat mencetuskan terjadinya gigi ngilu.

  • Merokok

Pasien dianjurkan untuk tidak merokok setelah melakukan prosedur bleaching. Ini karena zat-zat berbahaya yang ada pada rokok dapat menyebabkan tampilan gigi menjadi kusam kembali, serta memicu kerusakan gigi maupun anggota rongga mulut lainnya.

Bleaching memang dapat dijadikan solusi untuk memiliki tampilan gigi yang putih, bersih, dan berkilau. Jadi, apakah Anda tertarik untuk memutihkan gigi dengan prosedur bleaching dalam waktu dekat? Namun, untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda harus mematuhi segala aturan yang sudah disebutkan di atas, ya!

[NB/ RVS]