6 Penyebab Wanita Sulit Hamil

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 16 Jul 2018, 14:13 WIB
Anda para wanita merasa sudah berusaha maksimal namun belum juga hamil? Mungkin ini salah satu penyebab Anda sulit hamil.
6 Penyebab Wanita Sulit Hamil (Wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi wanita, sulit hamil dan mendapat keturunan merupakan salah satu permasalasan yang kerap disampaikan, terutama ketika sepasang suami istri berkonsultasi ke dokter. Anda atau kerabat terdekat juga mengalaminya? Anda tidak sendirian.

Berdasarkan data, kasus serupa ditemukan pada setidaknya 12% pasangan berusia produktif di antara 15-44 tahun. Sayangnya kebanyakan pasangan ini tidak tahu persis apa yang melatarbelakangi kondisi mereka. Padahal, jika penyebabnya semakin dibiarkan, semakin jauh pula potensi kehamilan bisa terjadi.

Sepasang suami istri dianggap memiliki gangguan kesuburan ketika sudah 1 tahun berhubungan rutin, tidak menggunakan kontrasepsi, namun sang istri belum juga hamil. Di balik permasalahan ini, ada banyak hal yang mungkin melatarbelakangi. Hal yang paling sering terjadi adalah berikut ini.

  1. Berhubungan tidak pada masa subur

Perhitungan waktu yang tepat untuk berhubungan intim adalah salah satu kunci agar wanita cepat hamil. Lakukanlah hubungan ini di saat wanita sedang masa subur.

Di masa ini, sel telur yang telah matang dilepaskan dari indung telur atau ovarium dan siap untuk dibuahi. Bila siklus haid seorang wanita teratur, masa subur dapat diperkirakan terjadi 14 hari menjelang haid berikutnya.

Berhubungan intim pada masa ini sangat berpotensi membuahkan kehamilan yang sudah lama dinantikan. Sayangnya, masa subur hanya berlangsung singkat. Bila masa ini sudah terlewati, sel telur bisa jadi sudah siap luruh bersamaan dengan siklus menstruasi.

  1. Adanya endometriosis

Kerap mengalami nyeri haid dan kemudian sulit hamil? Waspada, jangan-jangan endometriosis penyebabnya. Endometriosis merupakan penyakit dimana sel-sel rahim tumbuh di luar rahim. Misalnya di perbatasan antara rahim dan saluran cerna. Salah satu tandanya adalah nyeri haid.

Faktanya, sebanyak 50 persen wanita dengan endometriosis mengalami kesulitan untuk hamil. Namun, dengan pengobatan yang tepat, endometriosis dapat efektif diatasi dan angka keberhasilan kehamilanpun semakin tinggi dimiliki.

  1. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan akibat ketidakseimbangan hormon yang cukup sering menyebabkan seorang wanita sulit hamil. Normalnya, seorang wanita memiliki sel telur yang setiap bulannya matang dan dikeluarkan ke saluran tuba untuk kemudian dibuahi sel sperma.

Pada wanita dengan PCOS, sel telur ini dikelilingi kista yang membuatnya sulit matang, sulit dilepaskan atau bahkan tidak berkembang sama sekali.

Tentu hal ini semakin menghambat proses pembuahan. Salah satu faktor risiko PCOS adalah obesitas. Oleh karena itu, menjaga berat badan normal dan pola hidup sehat adalah hal-hal yang harus Anda lakukan agar cepat hamil.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Usia di atas 35 tahun

Usia wanita saat merencanakan kehamilan juga tidak kalah penting. Ketika menginjak usia 35 tahun, kesuburan seorang wanita mulai menurun secara signifikan.

Bukan berarti tidak mungkin hamil sama sekali, hanya saja memang peluangnya tidak lagi sebesar apabila usianya lebih muda. Peluang kehamilan akan semakin berkurang ketika usia sang suami 5 tahun di atasnya atau sekitar 40 tahun.

  1. Sumbatan saluran telur

Sumbatan saluran telur juga dapat menjadi salah satu penyebab seorang wanita sulit hamil. Sumbatan ini dapat diakibatkan oleh adanya peradangan rongga panggul, riwayat usus buntu yang pecah, riwayat infeksi menular seksual dan riwayat operasi besar di area perut sebelumnya. Untuk mengobatinya diperlukan pengobatan khusus agar saluran ini kembali terbuka dan sel telur dapat dilepaskan untuk kemudian dibuahi sel sperma.

  1. Gangguan sel sperma

Masalah sulit hamil tidak hanya berakar pada pihak wanita, namun juga mungkin disebabkan oleh sang pria. Hal ini terjadi karena sel sperma yang bentuknya tidak normal, pergerakannya bermasalah, jumlahnya kurang atau tidak ada sama sekali. Untuk mengetahuinya, harus dilakukan analisa sperma langsung di labolatorium.

Setiap wanita yang mengalami sulit hamil pasti memiliki penyebab tertentu. Oleh karena itu, bila sudah melakukan hubungan secara rutin tanpa kontrasepsi selama setidaknya 1 tahun dan tidak juga hamil, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Bukan hanya sang istri, namun juga pihak suami. Dengan pengobatan intensif sesuai penyebabnya, peluang keberhasilan wanita yang sulit hamil untuk mendapatkan keturunan pun akan dapat ditingkatkan dengan optimal.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓