Penyebab Pasangan Anda PMS Saat Akan Haid

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 18 Jul 2018, 07:00 WIB
Pasangan Anda sering marah-marah tanpa alasan karena PMS? Coba ketahui penyebabnya di sini.
Penyebab Pasangan Anda PMS Saat Akan Haid (Nutlegal Photographer/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Banyak pria yang mungkin bingung kalau pasangannya sedang PMS. Kadang mudah menangis, kadang mudah marah. Sebenarnya, mengapa wanita mengalami PMS saat akan haid?

PMS, atau premenstrual syndrome, adalah kondisi yang dapat memengaruhi emosi kesehatan fisik, dan perilaku wanita selama hari-hari tertentu sebelum siklus menstruasi umumnya tepat sebelum menstruasi. PMS ini sangat umum terjadi, dialami sekitar 85 persen wanita.

Gejala PMS bisa dimulai dari 4 hingga 11 hari sebelum menstruasi, dan biasanya hilang begitu menstruasi dimulai. Atau paling lama hingga hari ke-3 menstruasi. Penyebab PMS tidak diketahui. Namun, banyak ahli percaya bahwa hal ini terkait dengan perubahan hormon seks dan kadar serotonin pada awal siklus menstruasi.

Kadar estrogen dan progesteron meningkat selama waktu-waktu tertentu dalam sebulan. Peningkatan hormon-hormon ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati serta memicu kecemasan. Tingkat serotonin juga dapat memengaruhi emosi wanita. Serotonin adalah zat kimia di otak dan usus yang berdampak pada suasana hati, emosi, dan pikiran.

Gejala PMS

Rata-rata siklus menstruasi wanita berlangsung selama 28 hari. Ovulasi adalah periode ketika sel telur dilepaskan dari indung telur, terjadi pada hari ke-14 dari siklus haid jika teratur setiap bulannya yaitu 28 hari. Sementara menstruasi terjadi pada hari ke-28 siklus. Gejala PMS dapat dimulai sekitar hari ke-14 dan berlangsung hingga 7 hari setelah dimulainya menstruasi.

Gejala PMS biasanya ringan atau sedang. Hampir 80 persen wanita merasakan satu atau lebih gejala yang tidak memengaruhi aktivitas sehari-hari, menurut jurnal American Family Physician. Sekitar 20 hingga 32 persen wanita melaporkan gejala sedang sampai berat. Tingkat keparahan gejala dapat bervariasi tergantung individu setiap orang, tapi gejala PMS umumnya meliputi:

  • Nyeri perut bawah
  • Sakit kepala
  • Nyeri payudara
  • Jerawat
  • Kepekaan terhadap cahaya atau suara
  • Cepat lelah
  • Mudah marah
  • Tidak bisa mengontrol emosi
  • Gelisah
  • Perubahan pola tidur

Cara mengatasi PMS

Tujuan dari pengobatan nyeri haid adalah hanya mengurangi keluhan yang dirasakan. Dengan begitu, nyeri haid tidak akan mengganggu aktivitas dan lingkungan  sekitarnya. Berikut adalah tips yang dapat Anda coba untuk mengurangi gejala PMS:

  • Mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.
  • Hindari makanan dengan kadar garam yang tinggi, kafein dan alkohol karena bisa menurunkan ambang nyeri. Alhasil, nyeri haid pun akan semakin terasa.
  • Olahraga yang rutin.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari stres.
  • Dan lakukan relaksasi.

Apabila tips di atas tidak berhasil mengurangi nyeri, mengonsumsi obat-obatan penghilang rasa nyeri seperti parasetamol dan ibuprofen dapat dilakukan.

Kapan harus ke dokter?

Jika gejala PMS yang terjadi ringan hingga sedang, mungkin keluhan bisa Anda atasi sendiri di rumah. Anda bisa istirahat sejenak di tempat tidur, meletakkan kompres hangat pada perut, melakukan pijat, dan lain-lain. Namun, jika gejala yang timbul adalah PMS yang berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perlu adanya pemeriksaan ke dokter lebih lanjut.

Sekarang Anda sudah tahu, kan, penyebab PMS pada wanita menjelang haid? Untuk membantu pasangan Anda, cobalah untuk lebih mengerti jika ia merasakan emosi yang lebih intens. Anda dapat membantunya dengan memijatnya atau menyiapkannya minuman hangat untuk meredakan nyeri menstruasi. Selamat mencoba!

[RS/ RVS]