Asam Lambung Naik, Ini Gejala dan Solusinya

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 19 Jul 2018, 14:02 WIB
Asam lambung naik memberikan gejala yang bervariasi. Waspada, dan lakukan tindakan ini sebagai solusinya.
Asam Lambung Naik, Ini Gejala dan Solusinya (CHAjAMP/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Asam lambung naik atau Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang memengaruhi sfingter esofagus bagian bawah. Keluhan ini menyebabkan rasa sakit di bagian perut atas hingga dada, bahkan hingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan penjelasan dr. Ellen Theodora, GERD memberikan keluhan utama berupa perasaan seperti terbakar di dada (heartburn).

Heartburn akibat GERD bisa berlangsung secara mendadak. Keadaan ini lebih mungkin terjadi pada orang yang terlambat makan, kelebihan berat badan, atau sedang hamil,” ujar dia.

Gejala asam lambung naik

Selain perasaan terbakar di dada, GERD juga memberikan gejala spesifik lainnya. Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, berikut beberapa gejala yang berkaitan langsung dengan asam lambung naik:

  1. Mual dan muntah

Penyakit asam lambung dapat menyebabkan keluhan mual dan muntah pada orang yang mengalaminya. Kondisi ini terjadi karena produksi asam di lambung melebihi yang semestinya.

  1. Nyeri ulu hati

Nyeri ulu hati pada penderita asam lambung dapat berlangsung hingga 2 jam. Rasa nyeri biasanya akan memburuk saat penderita mengonsumsi makanan. Namun, rasa nyeri tersebut dapat pula membaik dengan memosisikan tubuh dengan berdiri dan meminum obat golongan antasida.

  1. Suara serak

Suara serak serta batuk yang tak kunjung sembuh dalam waktu lama biasanya menjadi pertanda adanya asam lambung yang kronis. Suara yang serak ini diakibatkan oleh iritasi pada pita suara dan tenggorokan karena paparan asam lambung.

Selain itu, rasa asam pahit di mulut juga umum ditemukan pada penderita penyakit asam lambung. Kadang bisa dirasakan muncul bersama dengan sisa makanan yang ikut naik dengan asam lambung.

  1. Sesak napas

Meski jarang, sesak napas juga bisa terjadi akibat penyakit asam lambung.

1 of 2

Solusi asam lambung naik

Tak ingin terganggu asam lambung naik dan gejala yang ditimbulkannya? Berikut beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan:

  • Hindari makanan pemicu

Jika ada sering mengalami kenaikan asam lambung atau berisiko terkena GERD, hindari makanan dan minuman yang tidak ramah lambung. Ini berarti, Anda harus menghindari kopi, cokelat, soda, alkohol, daging, dan makanan berlemak.

Selain itu, Anda juga perlu memosisikan tubuh dengan tegak setelah makan atau minum. Ini karena lambung dan isinya akan sangat mudah mengalami regurgitasi (keadaan cairan yang naik ke lambung) jika Anda berbaring setelah makan atau minum.

Anda dianjurkan untuk tidak langsung tiduran paling tidak 2–3 jam setelah makan. Hal ini berhubungan dengan efek gravitasi, yang mana dapat membantu menghindari risiko naiknya asam lambung.

  • Minum air putih

Berdasarkan penjelasan dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, air putih bisa bekerja lebih cepat untuk meningkatkan kadar pH di dalam usus.

“Pada prinsipnya, cairan dapat membantu “membilas” asam lambung dan menetralkan keasaman yang terjadi. Beberapa penelitian menganjurkan Anda untuk minum sebelum makan, bukan saat makan. Ini karena minum saat makan dikhawatirkan dapat memperparah gejala GERD,” kata dr. Nadia.

  • Tarik napas dalam-dalam

Menarik napas dalam-dalam dapat membantu menurunkan kadar udara yang ditelan, sekaligus menguatkan otot-otot yang mengelilingi sfingter esofagus bagian bawah. Hal tersebut dapat mengurangi risiko terjadinya refluks.

Kondisi naiknya asam lambung memang bisa memengaruhi kesehatan Anda. Oleh karena itu jangan biarkan asam lambung naik sehingga mengganggu kesehatan dan  aktivitas Anda. Kenali gejalanya dan terapkan tips di atas sebagai solusinya. Jika keluhan berlanjut hingga beberapa hari, tak ada salahnya untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓