Anda Mudah Berkeringat? Hati-hati Infeksi Jamur!

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 19 Jul 2018, 14:17 WIB
Infeksi jamur rentan terjadi akibat beberapa faktor, salah satunya adalah keringat. Simak fakta medisnya di sini.
Anda Mudah Berkeringat? Hati-hati Infeksi Jamur! (Sunabesyou/Shutterstock_)

Klikdokter.com, Jakarta Infeksi jamur pada tubuh bisa terjadi akibat tak menjaga kebersihan badan. Secara gamblang, gejala yang terasa secara jelas yakni gatal, berbau, lembap, serta kulit mudah iritasi dan kemerahan.

Seseorang kerap mengalami infeksi jamur pada kaki, kuku, selangkangan, dan punggung. Selain karena berat badan berlebih, infeksi jamur banyak terjadi pada orang yang banyak berkeringat, memakai pakaian ketat, dan memakai celana berlapis.

“Seseorang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki kondisi kulit yang mudah lembap dan berkeringat. Kulit yang lembap merupakan faktor pendukung untuk pertumbuhan kuman dan jamur,” ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Menurutnya mudah berkeringat memang belum tentu menimbulkan masalah pada tubuh. Namun pada beberapa kondisi tertentu, bisa menimbulkan beberapa komplikasi, seperti bau badan, infeksi bakteri pada kulit, hingga infeksi jamur.

Lantas, infeksi jamur apa sajakah yang identik dialami seseorang yang mudah berkeringat? Menurut dr. Dewi Ema Anindia dari KlikDokter, jenis tersebut antara lain:

  1. Tinea pedis (athlete’s foot)

Tinea pedis adalah jenis infeksi jamur pada telapak kaki yang dapat timbul di kondisi hangat dan lembap. Beberapa penyebabnya adalah kaki yang berkeringat dan penggunaan sepatu berbentuk tertutup dalam waktu yang lama, sehingga menyebabkan kaki menjadi lembap.

“Gejala dari tinea pedis adalah kulit telapak kaki yang gatal dan merah, nyeri seperti sengatan di daerah telapak kaki, dan terkadang dapat menyebabkan kulit telapak kaki menjadi luka,” kata dr. Dewi.

Apabila Anda menderita penyakit ini, segera oleskan krim antijamur yang mengandung clotrimazole sesuai dengan aturan. Selain itu, ingatlah juga untuk selalu menjaga kebersihan kaki apa pun kondisinya.

  1. Tinea kruris (jock itch)

Tinea kruris merupakan suatu jenis infeksi pada kulit daerah selangkangan yang sering kali disebabkan oleh infeksi jamur tinea. Jamur ini biasanya akan tumbuh pada daerah yang lembap dan hangat.

Pada umumnya, penyebab dari tinea kruris adalah gesekan dengan pakaian dalam, atau daerah selangkangan yang selalu lembap, seperti pada kondisi kulit yang mudah berkeringat. Gejalanya adalah gatal pada daerah selangkangan, perubahan warna kulit, hingga munculnya luka yang khas pada daerah selangkangan.

Apabila Anda menderita penyakit ini, untuk sementara gunakanlah pakaian yang sedikit longgar. Anda juga bisa menggunakan obat antijamur untuk membantu mengatasi masalah infeksi jamur pada selangkangan.

  1. Tinea versikolor (panu)

Tinea versikolor atau panu merupakan jenis infeksi jamur yang timbul pada kulit. Gejalanya berupa timbulnya bercak-bercak pada kulit yang disertai oleh perubahan warna menjadi lebih terang, atau terkadang bisa menjadi lebih gelap.

Pada umumnya, yang memicu timbulnya masalah kulit ini adalah udara yang lembap dan panas, keringat berlebih, kulit berminyak, daya tahan tubuh yang berkurang, hingga gangguan hormon.

Apabila Anda memiliki keluhan seperti ini, oleskan krim antijamur yang mengandung clotrimazole. Selain itu, jagalah kebersihan tubuh. Pastikan kebersihan baju yang Anda gunakan, dan rajinlah mengganti baju apabila berkeringat.

Infeksi jamur nyatanya memang rentan muncul akibat keringat. Sebagai antisipasi, lakukan kiat-kiat di atas dan biasakan hidup bersih agar tubuh tetap sehat. Selain itu, hati-hati, lingkungan yang kotor juga dapat menjadi sarang kuman, lho!

[NP/ RVS]

lebah malamlebah malam

bagaimana membuang jamur kulit yg membandel di seliruh tubuh