Leukemia seperti Dialami Anak Denada, Apa Penyebabnya?

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 19 Jul 2018, 15:05 WIB
Kenali penyebab leukemia, penyakit yang membuat Shakira Aurum, anak Denada Tambunan, menjalani perawatan hingga ke Singapura.
Leukemia seperti Dialami Anak Denada, Apa Penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Terhitung jarang muncul di berbagai acara televisi, artis Denada Tambunan tiba-tiba ramai diberitakan sehubungan dengan kondisi putrinya, Shakira Aurum. Anak Denada tersebut didiagnosis mengalami leukemia dan kini tengah menjalani perawatan di Singapura. Banyak pihak tidak menyangka bahwa anak Denada yang berusia 5 tahun bisa terkena leukemia.

Kenali leukemia lebih jauh

Leukemia atau dikenal juga dengan sebutan kanker darah merupakan penyakit yang menyerang sel darah dan sumsum tulang. Dalam kondisi normal, sumsum tulang akan menghasilkan sel darah seperti sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah (trombosit)

Pada leukemia, terjadi masalah dalam produksi komponen darah tersebut. Sumsum tulang dipenuhi oleh sel kanker, sehingga produksi sel darah normal terganggu. Sel darah yang sering menjadi sel kanker adalah sel darah putih (leukosit).

Tidak seperti jenis kanker lainnya yang lebih sering dialami saat usia lanjut, kanker darah dapat terjadi pada usia muda termasuk anak-anak. Leukemia bahkan menjadi salah satu kanker yang paling sering dialami oleh anak-anak. Dari berbagai tipe leukemia, acute lymphoblastic leukemia (ALL) adalah yang paling sering ditemui pada anak.

1 of 3

Penyebab pasti belum diketahui

Sejauh ini, penyebab pasti leukemia belum diketahui. Meski demikian, para ilmuwan memiliki hipotesis yang menyatakan bahwa pada pasien kanker darah terjadi perubahan DNA di sumsum tulang yang menyebabkan sel darah putih berubah menjadi sel kanker.

Namun, secara umum apa yang menyebabkan perubahan tersebut masih belum jelas. Meski demikian, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami leukemia. Faktor-faktor penyebab tersebut antara lain adalah:

● Genetik

Pada  orang-orang tertentu, DNA sel tubuh mereka rentan mengalami kelainan hingga menjadi kanker dan inilah yang dimaksud dengan faktor risiko genetik. Umumnya hal tersebut terjadi pada anak yang dalam keluarganya terdapat riwayat kanker jenis apapun. Selain itu, beberapa penyakit genetik juga dapat menyebabkan seseorang mudah mengalami leukemia. Penyakit tersebut antara lain sindrom Down dan sindrom Wiskott-Aldrich.

● Gaya hidup

Beberapa gaya hidup seperti merokok, berat badan berlebih, kebiasaan minum alkohol, dan paparan sinar matahari terlalu sering dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Meski demikian, faktor-faktor tersebut lebih banyak menyebabkan kanker darah pada usia dewasa dibandingkan pada anak.

Studi ilmiah juga menyebutkan bahwa ibu hamil yang minum alkohol dapat meningkatkan risiko anaknya mengalami leukemia. Namun, hal tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut lagi.

● Lingkungan

Yang termasuk dalam faktor risiko lingkungan adalah radiasi, senyawa kimia, dan polusi udara. Kemoterapi dari perawatan kanker itu sendiri pun dapat memicu timbulnya sel kanker, meskipun kemungkinannya kecil. Proses pewarnaan rambut serta polusi udara akibat asap pabrik atau rokok juga menjadi faktor risiko seseorang terkena kanker darah.

2 of 3

Kapan harus waspada?

Pengobatan leukemia terbilang tidak mudah. Penderitanya sering kali memerlukan beberapa sesi kemoterapi dan perawatan di rumah sakit yang memakan waktu lama. Kabar baiknya, semakin cepat dideteksi, hasil pengobatannya kanker darah pun akan semakin baik. Oleh karena itu, Anda perlu tahu gejala awal dari leukemia.

Beberapa gejala yang sering muncul di awal adalah mudah merasa lelah, sering terserang penyakit infeksi, mudah mengalami lebam-lebam di tubuh tanpa ada riwayat terbentur sebelumnya, sering demam tanpa sebab yang jelas, dan penurunan berat badan yang drastis. Apabila anak menunjukkan gejala-gejala di atas, ada baiknya Anda membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan  lebih lanjut.

Meski penyebabnya belum diketahui jelas, leukemia seperti yang dialami oleh Anak Denada dapat Anda hindari dengan mengenali berbagai faktor risikonya sejak awal. Lakukanlah gaya hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi imbang agar terhindar dari risiko terkena kanker darah.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓