Awas, Infeksi Jamur Juga Bisa Bermula dari Sepatu!

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 20 Jul 2018, 09:00 WIB
Anda terkena infeksi jamur? Coba periksa apakah sepatu Anda sudah benar-benar terjaga kebersihannya.
Awas, Infeksi Jamur Juga Bisa Bermula dari Sepatu! (O_Lypa/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Infeksi jamur dapat terjadi pada kuku kaki, selain pada selangkangan, punggung, dan mulut. Jika Anda terkena infeksi jamur kuku (toenail fungus), kuku-kuku Anda bisa tampak kuning, tebal, dan retak-retak. Salah satu penyebabnya bisa dari sepatu yang Anda kenakan sehari-hari.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, memakai sepatu yang sama setiap hari, terlebih sepatu yang digunakan berbentuk tertutup sepenuhnya, dapat menciptakan lingkungan kaki yang lembap.

“Lingkungan kaki yang lembap ini dapat meningkatkan risiko infeksi jamur, apalagi jika sepatu Anda terbuat dari bahan plastik, dan Anda tidak menggunakan kaus kaki ketika memakai sepatu,” kata dr. Nadia.

Untuk mengatasi infeksi jamur kuku membutuhkan kesabaran. Sebab, pengobatannya memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan infeksi jamur lainnya. Biasanya hingga 3-4 bulan.  

Obat yang dapat dipilih adalah obat minum. Sedangkan obat salep atau krim umumnya kurang efektif dalam menangani infeksi jamur kuku. Kuku adalah bagian tubuh yang sangat keras sehingga salep atau krim akan sulit diserap. Bila kuku telah menembus kulit dan infeksi meluas, perlu dilakukan pembedahan minor dengan mengangkat kuku yang rusak.

 

1 of 2

Mencegah infeksi jamur kuku

Risiko terkena infeksi jamur kuku bisa sangat dekat dengan diri Anda. Sebagai pencegahan, tak hanya sepatu yang harus bersih tapi juga kaki Anda. Ikuti tips di bawah ini, seperti dilansir Everyday Health:

  • Potong kuku kaki dengan benar. Cara tepat menggunting kuku adalah memotongnya dengan lurus agar tidak menusuk ke kulit. Pastikan juga agar gunting kuku yang Anda pakai bersih.
  • Memakai sepatu yang pas. Sepatu yang kebesaran atau kesempitan tidak baik untuk kesehatan kaki. Jadi pilih sepatu yang benar-benar nyaman untuk dikenakan. Bahan sepatu juga harus diperhatikan. American College of Foot & Ankle Orthopaedics & Medicine mengatakan sepatu yang terbuat dari kulit dan kanvas lebih memungkinkan kaki untuk bernapas.
  • Ganti sepatu saat basah. Mengenakan sepatu yang masih basah, misalnya karena olahraga atau hujan, hanya akan meningkatkan risiko infeksi jamur kuku.
  • Hindari memakai sepatu yang sama dua hari berturut-turut. Berikan waktu untuk sepatu Anda beristirahat.
  • Jangan bertelanjang kaki saat di tempat umum. Kolam renang umum, kamar mandi, dan area serupa dipenuhi dengan jamur yang siap menyerang jari-jari kaki Anda. Selalu pakai sandal di lingkungan yang lembap.
  • Bersihkan sepatu dengan rutin. Anda bisa menyemprot sepatu dengan spray antibakteri, terutama jika Anda sering memakainya tanpa kaus kaki. Cucilah kaus kaki dengan air panas dan pemutih untuk membunuh semua jamur di dalamnya.
  • Cuci kaki setiap hari. Pastikan juga untuk mengeringkan kaki Anda setelahnya.
  • Tidak bertukar sepatu atau kaus kaki. Bertukar sepatu atau kaos kaki dengan orang lain, bisa memicu menularnya infeksi jamur. Jadi jangan lakukan hal ini untuk menghindari kemungkinan kaki atau kuku Anda tertular infeksi jamur.

Melakukan perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah infeksi jamur kuku, salah satunya menjaga kebersihan sepatu. Anda juga harus benar-benar memperhatikan higienitas kuku dengan mengguntingnya secara rutin. Waspada juga untuk tidak melukai kulit di sekitar kuku. Untuk Anda yang memiliki diabetes dan sedang mengalami infeksi jamur kuku, segeralah temui dokter. Orang dengan diabetes berisiko tinggi terkena komplikasi serius akibat infeksi ini.  

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓