Melihat Kali Item dari Segi Kesehatan

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 24 Jul 2018, 14:13 WIB
Kali Item yang berdekatan dengan Wisma Atlet bagi atlet Asian Games 2018, masih menyebarkan bau tak sedap. Apa dampaknya bagi kesehatan?
Melihat Kali Item dari Segi Kesehatan (Liputan6dotcom)

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa bulan terakhir Kali Sentiong atau Kali Item di Kemayoran menjadi sorotan. Pasalnya, kali yang terletak bersebelahan dengan Wisma Atlet tempat tinggal atlet Asian Games 2018 tak hanya berwarna hitam pekat, tapi juga mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Kondisi kali yang kotor dan bau ini tentu bisa berdampak terhadap kesehatan orang-orang yang tinggal di lingkungan sekitarnya.

Memang, dalam rangka menyambut kejuaraan olahraga pan-Asia ini, tak hanya fasilitas olahraga dan sarana publik saja yang dipercantik. Lingkungan sekitar lokasi pertandingan dan tempat para atlet tinggal juga turut dibenahi. Kali Item yang kondisinya masih mengkhawatirkan juga tidak luput dari pembenahan.

Berbagai upaya dilakukan untuk Kali Item

Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan berbagai instansi pemerintah lainnya untuk menghilangkan bau tak sedap dari Kali Item. Pemprov telah melakukan pembersihan, penggunaan teknologi nano bubble, adanya aerator, hingga penggunaan jaring nilon untuk menutup sebagian dari kali. Sayang, hasilnya belum memuaskan.

Menurut Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, air kali itu berwarna hitam dan beraroma busuk karena bersumber dari waduk-waduk sekitar yang sudah kotor terkena limbah rumah tangga. Selain itu, aliran air di sungai ini juga tidak lancar. Akibatnya, air jadi tergenang dan bau busuk pun menyeruak ke lingkungan sekitar. Tentu saja kondisi Kali Item tersebut sangat jauh dari bersih.

Tak hanya Kali Item, Asian Games 2018 yang berlangsung sejak 18 Agustus hingga 2 September di Jakarta dan Palembang ini turut membuat Palembang berbenah. Namun, beda dengan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memilih untuk mensterilkan aliran sungai yang kotor dan bau menjadi destinasi wisata warga dan mengeruknya dengan alat berat, seperti Sungai Sekanak yang merupakan anak Sungai Musi, yang terletak di sebelah kantor Wali Kota Palembang.

Kabag Humas Setda Palembang, Amiruddin Sandy, seperti dilansir di detikcom, mengatakan bahwa meman pengerukan sungai memang tidak bisa menghilangkan bau tak sedap secara langsung. Namun langkah ini dapat mengurangi metabolisme bakteri yang ada di dasar sungat akibat sampah dan limbah. Selain Sungai Sekanak, beberapa sungai yang ada di sekitaran venue di Komplek Jakabaring Sport City sudah disterilkan.

1 of 2

Pengaruh sungai yang tercemar terhadap kesehatan

Pencemaran sungai dapat terjadi sebagai akibat dari beberapa hal, termasuk limbah rumah tangga, limbah dari industri, dan sebagainya. Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat berperan pada terjadinya pencemaran sungai secara umum, seperti paparan zat kimia, peningkatan penggunaan bahan sintetik, urbanisasi, serta beberapa hal lainnya. Nah, apabila sungai tercemar, tentunya kesehatan warga sekitar dapat mengalami berbagai gangguan pada kesehatan.

Pada dasarnya, air yang tercemar dapat mengandung beberapa zat yang berbahaya bagi tubuh manusia, di antaranya zat kimia, pestisida, nitrat, zat petrokimia, dan masih banyak lagi. Bila air yang tercemar tak sengaja terminum, hal ini dapat menyebabkan beberapa keluhan kesehatan, termasuk nyeri perut atau mual. Selain itu, ada juga ancaman dari beberapa penyakit menular yang dapat menyebar melalui air yang terkontaminasi seperti tifoid, kolera, disentri, dan sakit kuning.

Selain itu,  kulit manusia yang terpapar oleh air yang tercemar juga dapat mengalami iritasi, infeksi, atau berbagai kondisi lainnya. Beberapa tanda dan gejala yang dapat timbul pada kondisi ini adalah kemerahan, rasa gatal, atau munculnya bintik-bintik pada kulit. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk menghindari kontak langsung atau mandi menggunakan air yang tercemar tersebut.

Polusi air dapat menjadi salah satu ancaman kesehatan bagi manusia. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan dapat turut serta dalam menjaga kebersihan sungai atau kali yang ada di lingkungan sekitarnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam kebiasaan sehari-hari adalah:

  • Tidak membuang sampah sembarangan (di sungai, kali, atau laut).
  • Tidak membuang zat kimia, cat, atau bahan kimia berbahaya lainnya.
  • Mendidik anak-anak dan remaja untuk meningkatkan pengetahuan mereka mengenai perilaku tertib buang sampah, serta dampak yang dampak timbul akibat kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya.

Kembali ke permasalahan Kali Item, rencananya nanti kali juga akan dipercantik dengan tanaman hias vertikal. Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga berencana mengecat kampung-kampung di sekitar Wisma Atlet menjadi warna-warni dan tempat pengolahan sampah nantinya juga akan dipindah.

Sudah dekatnya waktu pelaksanaan Asian Games 2018, membuat kebersihan Kali Item harus sangat diperhatikan. Usaha untuk membersihkan Kali Item harus menjadi perhatian khusus Pemprov DKI, sekaligus perlu dukungan warga sekitar dan komunitas. Kebersihan Kali Item tak hanya demi kenyamanan selama Asian Games 2018, tapi juga untuk mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓