Efek Bau Tak Sedap Kali Item Picu Gangguan Pernapasan

Oleh dr. Anita Amalia Sari pada 25 Jul 2018, 15:56 WIB
Kali Item masih ramai dibicarakan, salah satunya karena baunya yang (masih) tak sedap. Kondisi ini diduga bisa picu gangguan pernapasan.
Efek Bau Tak Sedap Kali Item Picu Gangguan Pernapasan (Liputan6dotcom)

Klikdokter.com, Jakarta Tak lama lagi perhelatan akbar pesta olahraga Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang akan digelar mulai 18 Agustus – 2 September mendatang. Berbagai upaya dilakukan pemerintah demi kelancaran acara ini. Selain membangun atau memperbaiki infrastruktur, sarana dan prasarana, serta ruang publik di ibu kota,  Pemprov DKI Jakarta juga masih disibukkan dengan pembersihan Kali Item di Kemayoran, yang terletak bersebelahan dengan Wisma Atlet. Pasalnya, Kali Item meski telah dicoba ditutup dengan kain waring masih mengeluarkan bau tak sedap.

Kali Item (atau dikenal juga sebagai Kali Sentiong) dikenal luas karena warnanya yang hitam pekat. Warnanya ini diakibatkan aliran air yang tercemar limbah rumah tangga. Ditambah alirannya yang tidak lancar, bau tak sedap pun merebak sehingga tercium oleh warga sekitar. Kondisi ini telah terjadi selama bertahun-tahun,

Sudah bermasalah sejak lama, Kali Item pun kembali menjadi sorotan karena lokasinya yang berdekatan dengan Wisma Atlet, tempat tinggal para atlet selama Asian Games 2018 berlangsung. Kali Item yang kotor dan berbau tak sedap ini tentunya dapat memunculkan berbagai gangguan kesehatan tak hanya bagi warga sekitar, tapi juga para atlet nantinya. Salah satu gangguan kesehatan yang patut diwaspadai adalah gangguan pernapasan.

Di Indonesia, hingga saat ini kebiasaan membuang sampah ke kali (termasuk sungai, danau, dan laut) masih sering dilakukan. Sisa sampah rumah tangga yang dibuang ke kali dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti diare, iritasi pada bagian tubuh, infeksi saluran napas, maupun infeksi kulit.

Salah satu tanda udara yang berpolusi ialah adanya bau tidak sedap yang biasanya disebabkan oleh pembusukan sampah. Bau tak sedap ini menunjukkan kali terkontaminasi limbah beracun dan gas seperti karbon dioksida, nitrogen oksida, dan metana.

1 of 2

Berbagai gangguan pernapasan yang bisa terjadi akibat kali yang tercemar

Efek gangguan pernapasan yang muncul akibat bau tak sedap di Kali Item bergantung pada beberapa hal seperti jenis zat kimia yang menyebabkan polusi, sensitivitas penciuman seseorang, dan berapa lama paparan bau busuk terhirup. Beberapa gangguan kesehatan yang dapat muncul antara lain:

  1. Iritasi saluran napas

Polusi yang disebabkan oleh limbah beracun di dalam kali dapat menimbulkan iritasi pada saluran napas, sehingga menimbulkan keluhan batuk, bersin, nyeri tenggorok, bahkan sesak napas. Salah satu jenis limbah yang dapat menimbulkan iritasi ialah limbah dari pembersih lantai, detergen rumahan yang mengandung etilena, benzene, toluena, dan formaldehida. Selain menyebabkan iritasi pada pernapasan, zat-zat kimia yang berbahaya tersebut juga dapat memicu terjadinya kanker.

  1. Infeksi saluran pernapasan

Kali yang menampung limbah banyak mengandung bakteri, parasit, maupun virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran napas mulai dari infeksi hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Anak-anak dan kelompok usia lanjut lebih rentan mengalami gangguan pernapasan akibat infeksi karena daya tahan tubuh anak yang belum sempurna, sedangkan daya tahan tubuh mereka yang berusia lanjut sudah mulai menurun.

  1. Alergi

Bagi beberapa orang yang memiliki kecenderungan alergi terhadap bahan polutan tertentu, kali yang penuh limbah juga bisa memicu alergi dan juga asma.

Lantas, siapa saja yang paling berisiko terkena gangguan pernapasan akibat kali yang tercemar? Masyarakat yang tinggal di pinggir kali atau berdekatan dengan kali yang tercemarlah yang lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan tersebut.

Meski Pemprov DKI tengah berupaya untuk membersihkan dan menghilangkan (atau paling tidak mengurangi) bau tak sedap Kali Item, masyarakat juga harus turut serta dengan melakukan perubahan dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kontribusi nyata masyarakat bisa turut mengurangi pencemaran Kali Item. Semoga saja dalam 27 hari, Kali Item sudah cukup layak dan tak lagi berbau tak sedap.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓