5 Penyebab Tubuh Anda Mudah Memar

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 26 Jul 2018, 09:00 WIB
Dari konsumsi suplemen hingga kelainan darah, ini penyebab orang mudah mengalami memar.
5 Penyebab Tubuh Anda Mudah Memar (AOMCHANI/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memar terjadi saat pembuluh darah kecil yang terletak dekat kulit Anda pecah. Darah yang keluar dari pembuluh darah tersebut akan berkumpul di bawah kulit, sehingga menimbulkan tanda hitam atau biru di permukaan kulit.

Berdasarkan penjelasan dr. Kartika Mayasari, memar biasanya muncul saat terkena benturan. Namun bisa juga timbul karena penyakit tertentu, dan ini terjadi tanpa didahului oleh benturan atau trauma.

Walau bikin nyeri, memar karena terbentur sesungguhnya tidak membahayakan. Anda juga dapat mengatasinya dengan mudah di rumah. Lalu bagaimana jika memar tersebut terjadi tanpa benturan, dan frekuensinya cukup sering? Apakah ini menandakan adanya penyakit tertentu?

Dilansir Prevention, berikut lima penyebab memar yang perlu Anda ketahui:

  1. Anda mengonsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu

Sejumlah suplemen makanan dapat berkontribusi terhadap memar yang tak jelas penyebabnya, seperti bawang putih, jahe, ginseng, asam lemak omega-3 (minyak ikan), dan vitamin E. Sebaiknya bicarakan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun untuk alasan apa pun.

Konsumsi obat pengencer darah untuk menangani aritmia juga dapat menyebabkan memar. Begitu juga dengan obat-obatan yang dijual bebas di apotek, seperti ibuprofen dan aspirin.

  1. Anda seorang wanita

Mungkin ini terasa tak adil untuk Anda, tapi begitulah adanya. Wanita cenderung lebih mudah memar karena pada dasarnya, pria punya kulit lebih tebal dan lebih banyak kolagen. Kelebihan tersebut dapat menahan pembuluh darah lebih aman di kulit dan melindungi dari segala trauma.

Hormon estrogen pada wanita juga memainkan peran. Penelitian menunjukkan bahwa estrogen mampu bertindak sebagai vasodilator yang membuka pembuluh darah. Saat mengalami trauma atau benturan, darah bisa keluar lebih banyak sebelum bisa menggumpal.

  1. Anda mulai menua

Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan pembuluh darah menjadi lebih rapuh. Keduanya membuat Anda lebih rentan terhadap memar. Dengan kulit yang menipis, Anda kehilangan lemak dan kolagen yang berperan melindungi pembuluh darah. Selain itu, elastisitas pembuluh darah yang menurun membuatnya mudah rapuh.

  1. Anda memiliki hemofilia

Penyakit hemofilia dan von Willebrand adalah dua kelainan darah yang dapat membuat tubuh mudah memar. Kondisi ini termasuk langka, tetapi dapat memengaruhi kemampuan darah untuk menggumpal dan berisiko mengakibatkan perdarahan hebat meski hanya cedera ringan. Sementara itu, von Willebrand lebih umum terjadi dan lebih ringan daripada hemofilia.

  1. Anda kekurangan vitamin

Kekurangan vitamin C dan vitamin K juga dapat memicu terjadinya memar. Namun jika Anda tinggal di negara maju dan memiliki akses makanan sehat yang rutin, hal ini mungkin tidak berlaku untuk Anda. Kondisi defisiensi ini umumnya terjadi di negara-negara berkembang yang mayoritas penduduknya mengalami kekurangan gizi.

1 of 2

Kiat atasi memar

Menurut dr. Kartika, Anda dapat mengatasi memar dengan metode RICE (singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevate). Tindakan yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

Rest. Istirahatkan bagian tubuh Anda yang memar, terutama jika memar sangat luas. Boleh digerakkan asal jangan terlalu berlebihan.

Ice. Kompres dingin akan mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Lakukan selama 10-20 menit sebanyak 3 atau 4 kali sehari, terutama 72 jam pertama. Setelah 72 jam dari kejadian, bisa Anda kompres kembali tetapi dengan air yang hangat.

Compression. Berikan tekanan dengan membungkus bengkak dengan perban elastis. Namun ingat, ini hanya boleh dilakukan jika memar tersebut sangat luas serta terletak di bagian ekstremitas (tangan atau kaki).

Elevate. Naikkan kaki sehingga letaknya lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi pembengkakan. Cara ini dilakukan jika anggota tubuh yang memar adalah bagian ekstremitas, khususnya kaki.

Untuk kebanyakan kasus, memar dapat hilang sendirinya tanpa penanganan khusus. Tapi Anda dapat mengatasi memar dengan metode RICE di atas, terutama jika bengkak dan sakit. Apabila Anda merasa memar tersebut disebabkan obat-obatan tertentu, konsultasikan kepada dokter Anda. Nantinya dokter Anda dapat membantu memodifikasi pengobatan.

Selain itu, jika memar sering muncul dan disertai dengan perdarahan, misalnya dari urine, hal itu dapat mengindikasikan adanya kondisi yang serius. Jangan ragu untuk memeriksakan diri Anda ke dokter.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
Siti NurbaetiSiti Nurbaeti

sy suka dengan info sehat.. life chat dengn dokter.. sangat2 membntu.. khusus ny sy yg jrang sx k dokter.. sy sering mengalami.. memar2 di tubuh sy tnpa sebab..