Inilah Penyebab Munculnya Bercak Biru di Kulit

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 31 Jul 2018, 08:00 WIB
Bercak biru yang muncul di kulit tak melulu akibat perkara sepele. Keadaan itu juga dapat disebabkan oleh kondisi yang mengancam nyawa.
Inilah Penyebab Munculnya Bercak Biru di Kulit (noPPonPat/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda sering menemukan adanya bercak biru di kulit? Jika ya, Anda sebaiknya lebih berhati-hati. Sebab, keluhan yang sering muncul tanpa disadari itu dapat menjadi pertanda adanya penyakit berbahaya yang mengancam nyawa.

Tidak dimungkiri, bercak biru di kulit memang identik dengan perkara sederhana. Pasalnya, keadaan ini dapat terjadi akibat kondisi yang tidak berhubungan dengan suatu penyakit.

Namun di balik itu, siapa sangka, ternyata penelitian mengatakan bahwa bercak biru di kulit juga dapat menjadi pertanda adanya penyakit mematikan. Tahukah Anda akan hal ini?

Bercak biru di kulit yang tidak berbahaya

Bercak biru dapat terjadi akibat hal yang sederhana. Beberapa yang menjadi penyebab dan tergolong tidak berbahaya, di antaranya:

  • Benturan keras

Benturan menyebabkan pembuluh darah kecil di sekitar area yang terkena pecah, sehingga darah di dalamnya akan keluar ke arah kulit. Kondisi ini tergolong tidak berbahaya, dan dapat disembuhkan dengan menempelkan kompres es di bagian kulit yang mengalami cedera.

  • Penuaan

Seiring bertambah usia, lapisan kulit manusia juga makin menipis. Keadaan ini akan mengakibatkan pembuluh darah di bawahnya semakin minim perlindungan dan mudah pecah bila terbentur.

  • Obat-obatan

Aspirin dan obat-obatan pengencer darah lainnya dapat menjadi penyebab munculnya bercak biru di kulit. Ini terjadi karena darah yang relatif lebih encer lebih mudah keluar dari pembuluh darah, dan lebih sulit dihentikan bila terjadi luka.

1 of 2

Bercak biru di kulit yang berbahaya

Bercak biru di kulit patut diwaspadai bila timbul lebih sering, muncul sendiri tanpa adanya benturan, dan disertai keluhan panas tinggi atau perdarahan yang sulit dihentikan.

Dari banyak kemungkinan penyakit yang mendasari terjadinya bercak biru di kulit, lima yang cukup sering adalah berikut ini:

  1. Cedera otot dan tendon

Cedera otot dan tendon akibat olahraga dapat menyebabkan munculnya bercak biru di kulit. Jika yang terjadi adalah cedera ringan, lakukan terapi dengan kompres es dan mengistirahatkan bagian yang sakit.  Namun, bila cedera sangat berat, penderitanya harus segera dibawa ke rumah sakit sebelum keadaan menjadi semakin buruk

  1. Trombositopenia

Salah satu yang berperan dalam pembekuan darah adalah trombosit. Pada pasien dengan trombositopenia, keping darah jumlahnya jauh di bawah normal. Jadi, bila pasien mengalami benturan, pembuluh darah yang pecah akan terus mengeluarkan darah hingga membentuk bercak biru yang lebar.

Bila benturan terjadi di kepala, otak akan mengalami perdarahan hebat yang sangat sulit dihentikan. Peristiwa ini bisa menyebabkan kematian seketika.

  1. Hemofilia

Hemofilia adalah salah satu penyakit genetik yang menyebabkan penderitanya kekurangan protein pembekuan darah. Sama seperti trombositopenia, penderita hemofilia juga sering mengeluhkan bercak biru di kulit akibat perdarahan yang sulit dikendalikan.

  1. Von willebrand disease

Banyak faktor yang memengaruhi proses pembekuan darah. Selain keping darah (trombosit) dan protein, faktor Von willebrand adalah satu yang juga tidak kalah penting.

Kurangnya faktor von willebrand dalam proses pembekuan darah dapat mengakibatkan terjadinya kebiruan di kulit, bahkan hanya dengan benturan yang sangat ringan.

  1. Leukemia

Salah satu tanda leukemia atau kanker darah adalah munculnya bercak biru di kulit secara tiba-tiba. Pada kasus ini, bercak biru biasanya disusul dengan keluhan demam, perdarahan terus-menerus, dan adanya benjolan di leher atau ketiak.

Sekarang sudah tahu ‘kan bahwa bercak biru di kulit tak melulu akibat hal yang sepele? Jadi, jika Anda mengalami kondisi itu, apalagi bila terjadi berulang dan disertai dengan keluhan-keluhan yang terlihat mengkhawatirkan, segera berobat ke dokter. Semakin cepat ditangani, kemungkinan untuk sembuh juga semakin tinggi.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓