Memiliki Anak Menurunkan Risiko Gangguan Kesehatan pada Ibu?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 01 Aug 2018, 16:20 WIB
Memiliki anak ternyata tidak cuma menghadirkan kebahagiaan, namun juga bisa menurunkan risiko gangguan kesehatan bagi wanita.
Memiliki Anak Menurunkan Risiko Gangguan Kesehatan pada Ibu? (Evgeny-Bakharev/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki anak pasti dapat membawa kebahagiaan dalam hidup Anda. Dan tahukah Anda bahwa hamil dan melahirkan ternyata juga dapat memberi setidaknya satu manfaat? Ya, risiko gangguan kesehatan pada wanita bisa ditekan secara alami, jika wanita mengalami kehamilan. Setidaknya dari beberapa studi mengenai kehamilan dan melahirkan yang mengamini hal ini.

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki anak dapat benar-benar melindungi wanita dari berbagai masalah kesehatan. Di antaranya bisa menurun risiko terjadinya penyakit, seperti jenis kanker tertentu dan mungkin bahkan demensia.

Berikut beberapa risiko gangguan kesehatan yang mungkin bisa diminimalkan pada seorang wanita yang melahirkan dan memiliki anak:

1. Kanker payudara

Bagi wanita yang pernah melahirkan, risiko kanker payudara bisa lebih kecil dibanding wanita yang sama sekali tidak pernah melahirkan. Faktor menstruasi yang berhenti selama kehamilan disebut bisa mengurangi paparan estrogen dan progesteron seumur hidup bagi ibu saat hamil.

Namun, ada variasi soal hal ini. Misalnya saja, wanita yang memiliki bayi pertama mereka sebelum mereka berusia 20 tahun, memiliki setengah risiko kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang menunggu sampai setelah usia 30 tahun.

2. Kanker ovarium

Seperti kanker payudara, risiko bagi ibu yang memiliki anak untuk kanker ovarium juga menurun. Ini karena lebih sedikit terpapar hormon reproduksi selama masa hidup. Kontrasepsi oral dan menyusui juga dapat menurunkan risiko kanker ovarium.

"Pil KB, laktasi, semuanya mengurangi jumlah siklus yang dimiliki wanita dan bisa melindungi dari kanker ovarium," kata Ronald Alvarez, Profesor dan Ketua Departemen Kebidanan dan Ginekologi di Vanderbilt University Medical Center di Nashville.

3. Kanker endometrium

Kanker endometrium adalah kanker pada dinding rahim. Keganasan kanker ini juga bisa diturunkan risikonya dengan kehamilan. Sekali lagi, itu adalah pengurangan dalam paparan hormon karena siklus menstruasi yang lebih sedikit.

4. Demensia dan penyakit Alzheimer

Penelitian baru muncul menunjukkan bahwa riwayat reproduksi Anda dapat memengaruhi risiko demensia dan penyakit Alzheimer. Sekitar dua pertiga orang dengan Alzheimer adalah wanita.

"Untuk waktu yang lama, kami pikir wanita hidup lebih lama dan itu harus ada penjelasan," kata Heather Snyder, PhD, Direktur Senior Operasi Medis dan Ilmiah di Alzheimer's Association.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Konferensi Internasional Asosiasi Alzheimer 2018, wanita yang memiliki anak minimal dua, risiko demensianya akan turun menjadi 12% lebih rendah dibandingkan wanita dengan satu anak. Sebaliknya, keguguran awal meningkatkan risiko demensia.

1 of 2

Gangguan kesehatan yang harus diwaspadai

Setelah dipaparkan beberapa “keuntungan” dari hamil dan melahirkan, wanita juga mesti waspada mengenai kemungkinan gangguan kesehatan yang bisa timbul dari memiliki anak. Salah satu yang paling kentara adalah masalah obesitas atau kegemukan.

Beberapa wanita sangat bermasalah dengan kegemukan setelah melahirkan. Dalam sebuah penelitian, tingkat obesitas pada wanita naik 11 persen dengan setiap anak berturut-turut yang lahir.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa ini bisa terjadi. Resistensi insulin, yang berhubungan dengan kehamilan, dikatakan berkontribusi terhadap penambahan berat badan. Itu bisa berkaitan dengan perubahan hormon atau "berat badan bayi" yang tidak hilang. Selain itu, pola makan dan olahraga ibu juga berbeda karena banyak anak yang dirawat.

Satu lagi masalah kesehatan yang bisa mengganggu adalah penyakit jantung. Bukan kehamilannya yang memengaruhi risiko Anda mengalami penyakit jantung, melainkan komplikasi selama kehamilan dapat menjadi pertanda masalah di masa depan.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memiliki bayi yang lebih kecil dari normal, kelahiran prematur, preeklamsia (tekanan darah tinggi saat Anda hamil), dan diabetes gestasional, cenderung mengalami penyakit kardiovaskular.

Namun, semua penjelasan di atas adalah rujukan. Hal yang paling penting adalah untuk mengimbangi hidup dengan olahraga. Ibu yang memiliki anak tetap perlu berolahraga agar terhindar dari beragam gangguan kesehatan.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓