Masalah Kesehatan yang Bisa Timbul Akibat Bibir Sumbing

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 03 Aug 2018, 09:00 WIB
Bibir sumbing bukan sekadar persoalan estetika. Kondisi ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang perlu diperhatikan.
Masalah Kesehatan yang Bisa Timbul Akibat Bibir Sumbing (Foto: @siloamhospitals/Instagram)

Klikdokter.com, Jakarta Bibir sumbing masih sering terjadi kepada anak Indonesia. Angka kejadian bibir sumbing adalah 1 dari sekitar 1.000 kelahiran. Masalah pada bibir sumbing ini pun beragam dan bukan hanya persoalan estetika semata.

Sumbing artinya terdapat celah baik pada bibir (sumbing bibir) dan langit-langit (sumbing palatum). Pada laki-laki lebih sering terjadi sumbing bibir dan sumbing langit-langit, sementara pada perempuan lebih banyak sumbing langit-langit. 

Namun secara keseluruhan, kasus yang paling umum terjadi adalah sumbing bibir dan langit-langit (46%). Terbanyak kedua (33%) adalah sumbing langit-langit. Sisanya (21%) merupakan sumbing bibir.

Terdapat beberapa jenis kelainan bibir sumbing. Bibir sumbing dapat terjadi pada salah satu sisi atau kedua sisi, juga bisa disertai dengan sumbing langit-langit. Kasus bibir sumbing pada satu sisi hampir sembilan kali lebih sering dibandingkan dua sisi. Sisi yang terkena biasanya dua kali lebih banyak sisi kiri ketimbang kanan.

Sumbing bibir dan sumbing palatum dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain, seperti:

  • Gangguan bicara

Adanya celah pada bibir dapat mengganggu artikulasi bicara. Selain itu, biasanya terjadi masalah pada fungsi otot bicara sehingga juga menyebabkan gangguan bicara.

Gangguan bicara dapat diatasi setelah dilakukan operasi plastik perbaikan sumbing bibir dan sumbing langit-langit. Setelah operasi, pasien mengikuti rehabilitasi dari dokter spesialis rehabilitasi medik atau terapi wicara.

  • Gangguan gizi

Celah pada bibir dan langit-langit menyebabkan gangguan makan. Sejak baru lahir, celah juga dapat mengakibatkan gangguan menyusu. Hal ini dikarenakan celah membuat bayi atau anak susah untuk mengisap atau mengonsumsi makanan yang cair. Karena itu, gangguan gizi juga dapat terjadi dan berat badan sulit naik.

Untuk ibu yang memiliki anak dengan bibir sumbing, masih dapat memberikan ASI baik secara langsung maupun tidak. Terdapat cara khusus bagi bayi penderita sumbing untuk dapat menyusu. Pada penderita sumbing bibir saja, bayi masih dapat menyusu langsung ke ibunya. Pada penderita sumbing langit-langit, ASI dapat mengalir keluar melalui hidung ketika menyusu.

Mengenai posisi, ibu dapat menyusui bayi dengan posisi 45 derajat. Menggunakan botol dot khusus untuk memberikan ASI kepada bayi dengan sumbing bibir dan langit-langit juga direkomendasikan.

1 of 2

Selanjutnya

  • Gangguan gigi dan tulang

Sumbing juga menyebabkan gangguan pertumbuhan gigi dan tulang wajah. Gigi dapat saja tidak tumbuh, terputar, atau ada tambahan. Tulang wajah terutama tulang rahang atas dapat menyempit. Kelainan rahang lainnya yang dapat terjadi adalah maloklusi (ketika mulut yang menutup rahang bawah berada di depan rahang atas).

Selain itu, juga bisa terjadi kelainan crossbite dan openbite. Crossbite adalah ketika gigi atas dan gigi bawah tersusun berlawanan dari susunan normal yang tepat. Sedangkan openbite adalah ketika gigi atas dan bawah tidak menutup saat istirahat. Kelainan gigi dan tulang wajah membutuhkan penanganan dari dokter ahli gigi dan dokter ahli bedah.

  • Gangguan telinga

Bibir sumbing dan sumbing langit-langit dapat menyebabkan pendeknya tuba Eustachius, yang bisa memicu infeksi telinga berulang. Infeksi telinga berulang ini dapat mengakibatkan gangguan telinga bahkan sampai kehilangan pendengaran. Kondisi-kondisi ini membutuhkan pemeriksaan dan penanganan dari dokter spesialis THT.

  • Gangguan psikososial

Kondisi bibir sumbing dapat menyebabkan kelainan psikososial, baik pada orang tua dan anak. Orang tua dapat saja menyalahkan diri sendiri terhadap kelainan yang dialami, juga rasa cemas terhadap kondisi anak serta tumbuh kembangnya. Sementara si anak juga dapat mengalami masalah dalam perkembangannya menjadi dewasa. Peranan dokter ahli kejiwaan, psikolog, dan grup atau komunitas pendukung sangat penting.

  • Kelainan lain

Sumbing bibir dan sumbing langit-langit juga dapat disertai oleh kelainan bawaan lahir lainnya. Pemeriksaan yang lebih menyeluruh penting untuk dilakukan.

Bibir sumbing dapat menyebabkan beragam masalah baik fisik maupun sosial. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang tepat dari multidisiplin untuk menangani kasus bibir sumbing.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓