Pentingnya Vaksin MR pada Anak

Oleh dr. Andika Widyatama pada 05 Aug 2018, 18:20 WIB
Apakah anak Anda sudah melakukan vaksin MR? Jika belum, ini alasan penting yang membuat si Kecil sangat dianjurkan untuk mendapatkannya.
Pentingnya Vaksin MR pada Anak (Oksana Kuzmina/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki Bulan Agustus hingga September 2018, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan melaksanakan program Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) tahap II. Program ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target eliminasi dan pengendalian penyakit campak, rubella, serta cacat bawaan rubella (congenital rubella syndrome) pada tahun 2020.

Tahap I Kampanye Imunisasi MR sudah dilaksanakan pada tahun 2017, yang ditujukan pada enam provinsi di Pulau Jawa. Sedangkan tahap II menyasar 31.963.154 juta anak di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Kampanye imunisasi MR tersebut ditujukan untuk bayi usia 9 bulan hingga anak usia 15 tahun.

Manfaat vaksin MR

Imunisasi MR sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit measles (campak) dan rubella (campak Jerman).

  • Measles (campak)

Measles atau biasa dikenal dengan campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus jenis paramyxovirus. Penyakit ini menyebabkan kematian hingga lebih dari 100.000 orang per tahun, paling banyak usia kurang dari 5 tahun.

Gejala penyakit campak biasanya muncul antara hari ke-10 sampai ke-14 sejak tubuh terpapar virus. Gejalanya meliputi demam, batuk kering, hidung berair, nyeri tenggorok, peradangan konjungtiva mata (konjungtivitis), bercak-bercak putih pada dinding dalam mulut (koplik’s spots), dan bercak-bercak merah di kulit.

Campak menular melalui percikan ludah (droplet) yang mengandung virus dari bersin atau batuk penderita lainnya. Selain melalui paparan langsung, benda-benda yang terkontaminasi virus dan tersentuh tangan penderita campak juga dapat menjadi media penularan penyakit terkait.

Campak berpotensi menimbulkan komplikasi, seperti infeksi telinga, radang saluran pernapasan (bronkitis atau laringitis), radang organ paru (pneumonia), dan radang otak (encephalitis). Komplikasi pada kehamilan bisa terjadi bila sang ibu terinfeksi virus penyebab campak.

  • Rubella (campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus rubella. Penularan penyakit ini serupa dengan measles, yaitu melalui percikan liur (droplet), dan melalui kontak langsung dengan lendir penderita.

Gejala rubella biasanya timbul antara 2–3 minggu setelah terpapar virus. Gejalanya meliputi demam ringan (38,90C atau lebih rendah), sakit kepala, hidung berair, sulit bernapas, peradangan mata, pembesaran kelenjar getah bening pada leher belakang dan belakang telinga, bercak merah muda, dan nyeri sendi. Sedangkan komplikasinya dapat berupa infeksi telinga, dan infeksi otak (encephalitis).

Pada ibu hamil, rubella dapat ditransmisikan ke janin melalui peredaran darah. Bayi yang lahir dari ibu dengan riwayat penyakit ini berisiko tinggi mengalami congenital rubella syndrome. Kelainan itu dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, katarak, tuli, penyakit jantung bawaan, dan gangguan bawaan di beberapa organ tubuh lainnya.

Penyakit campak dan rubella (campak Jerman) menimbulkan dampak yang sangat buruk pada anak. Jika Anda tak ingin si Kecil mengalaminya, tak ada salahnya untuk mengizinkan dirinya mendapatkan imunisasi berupa vaksin MR di pusat kesehatan terdekat. Dengan demikian, Anda juga turut mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan generasi masa depan. Salam sehat!

[NB/ RVS]