Ibu Hamil Rentan Alami Radang Gusi

Ibu hamil perlu waspada terhadap timbulnya radang gusi. Kenali penyebab dan cara menanganinya.
Ibu Hamil Rentan Alami Radang Gusi (Zametalov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tanpa disadari, banyak wanita hamil beranggapan bahwa kehamilan tidak ada hubungannya dengan keadaan rongga mulut. Padahal, kebersihan dan kesehatan rongga mulut yang tidak diperhatikan selama kehamilan dapat mengakibatkan berbagai penyakit. Salah satunya adalah radang gusi, atau istilah medisnya gingivitis.

Gingivitis, apa penyebabnya?

Gusi berdarah bisa jadi merupakan salah satu ciri adanya penyakit gingivitis, yang dikenal juga sebagai radang gusi. Dalam istilah kedokteran gigi, radang gusi pada saat kehamilan disebut gingivitis gravidarum.

Baca Juga

Penyakit ini sering ditemui pada ibu hamil saat memasuki kehamilan dua bulan. Hal ini dapat ditandai dengan adanya perubahan warna gusi menjadi merah terang hingga kebiruan, pembengkakan pada gusi, hingga gusi yang mudah berdarah karena rangsangan kecil (seperti menggosok gigi) ataupun tanpa rangsangan sama sekali.

Pada ibu hamil, sebagian besar keluhan yang terjadi pada rongga mulut disebabkan oleh perubahan hormon. Hal ini dikarenakan pada saat hamil, terjadi peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan gusi dan gigi lebih mudah terkena bakteri dari plak gigi.

Perubahan hormon juga menyebabkan peningkatan aliran darah pada tubuh yang membuat jaringan di sekitarnya menjadi lunak. Alhasil, ibu hamil lebih mudah mengalami gusi berdarah terutama ketika menggosok gigi. Peradangan pada gusi akan meningkat pada saat kehamilan menginjak trimester kedua.

Selain itu, akumulasi bakteri dapat terjadi saat Anda kurang bersih dalam menggosok gigi. Hal ini dapat memicu reaksi peradangan pada gusi sehingga gusi jadi lebih mudah berdarah. Reaksi peradangan ini harus segera ditangani dan dirawat oleh dokter gigi agar tidak menjadi semakin buruk.

Jika radang gusi yang terjadi tidak segera ditangani, kemungkinan gingivitis akan bertambah parah sehingga menyebabkan gigi penyangga menjadi rusak. Lebih lanjut, ibu hamil yang gusinya terinfeksi oleh bakteri dapat menularkan infeksinya kepada janin melalui peredaran darah plasenta.

Karena itu, seorang ibu hamil termasuk kelompok yang rentan terkena gingivitis, apalagi jika sebelum masa kehamilannya sudah sering mengalami peradangan gusi. Namun, bagi ibu hamil yang jarang mengalami peradangan pada gusi sebelum masa kehamilan, diharapkan untuk selalu menjaga kesehatan rongga mulutnya.

1 dari 2

Pencegahan gingivitis

loading

Radang gusi yang biasa dialami oleh ibu hamil dapat dicegah. Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh ibu hamil yang mengalami radang gusi:

  1. Jangan ragu untuk ke dokter gigi. Lakukan pemeriksaan dan pembersihan plak ke dokter gigi secara rutin.
  2. Sikat gigi secara teratur sebanyak dua kali sehari, yakni sesudah sarapan dan sebelum tidur malam, untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang menempel.
  3. Gunakan obat kumur antibakteri untuk mencegah terjadinya peradangan pada gusi.
  4. Ingatlah untuk membersihkan lidah dengan menggunakan alat khusus.
  5. Bersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi yang sulit dijangkau dengan menggunakan dental floss.
  6. Perbanyak mengonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung air.

Sering kali kehamilan dianggap sebagai penghalang untuk perawatan gigi. Padahal ibu hamil tetap harus kontrol rutin ke dokter gigi paling tidak 3 bulan sekali. Untuk menghindari terjadinya radang gusi selama kehamilan, ada baiknya melakukan tindakan pencegahan pada calon ibu yang akan berencana hamil.

[RS/ RVS]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Serba-serbi Radang Gusi yang Perlu Anda Tahu

Info Sehat
07 Mar

Gusi Berdarah Saat Menyikat Gigi? Waspada Penyakit Ini

Info Sehat
14 Jan

Sering Mengalami Gusi Berdarah? Anda Mungkin Menderita Gingivitis

Info Sehat
02 Okt

3 Penyakit Berbahaya di Balik Gusi Berdarah

Info Sehat
28 Mar

Ancaman Mematikan di Balik Gusi Berdarah

Info Sehat
28 Sep

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk