Mencabut Gigi Saat Hamil, Bolehkah?

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 09 Aug 2018, 08:15 WIB
Ibu hamil sering khawatir jika harus mencabut gigi karena dianggap akan memengaruhi janinnya. Lalu apakah ini boleh dilakukan?
Mencabut Gigi Saat Hamil, Bolehkah? (Garnet Photo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Masalah pada gigi bisa terjadi kapan saja, di mana saja, pada siapa saja, termasuk dalam kondisi apa pun, seperti saat sedang hamil. Oleh karena itu, menjaga dan merawat kesehatan gigi sangat penting dilakukan semua orang, termasuk bagi ibu hamil. Tidak sedikit ibu hamil yang mengeluhkan adanya gigi berlubang akibat kurang memperhatikan kebersihan mulut dan gigi. Lantas, ketika ibu hamil mengalami gigi berlubang apakah boleh diatasi dengan mencabut gigi?

Keputusan untuk mencabut gigi bukanlah hal yang mudah dan bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan banyak pertimbangan sebelum seorang dokter gigi memutuskan untuk mencabut gigi pasiennya. Biasanya, pencabutan gigi hanya akan dilakukan bila perawatan-perawatan lain sudah tidak dapat dilakukan.

Bolehkah ibu hamil menjalani pencabutan gigi?

Ketika seorang wanita hamil, kondisi kehamilannya juga dapat memengaruhi kesehatan mulut. Pada saat itu terjadi perubahan hormon secara signifikan, yakni meningkatnya hormon estrogen dan progesteron. Apalagi jika kondisi tersebut disertai penumpukkan plak dan karang gigi.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan gigi dan mulut, seperti terjadinya peradangan pada gusi. Ibu yang sedang hamil rentan mengalami ini. Hal ini dapat ditandai dengan keluarnya darah saat menggosok gigi.

Tidak hanya peradangan pada gusi saja, ibu yang sedang hamil juga rentan mengalami karies. Hal ini disebabkan karena pada trimester pertama tidak sedikit ibu hamil merasakan mual (morning sickness), sehingga mereka malas untuk menggosok gigi.

Selain itu, rasa ngidam yang sering dialami oleh ibu hamil mendorong mereka untuk mengonsumsi makanan-makanan yang manis atau asam. Kondisi pH asam di dalam mulut ibu hamil, ditambah dengan makanan-makanan yang manis atau asam, dapat mempercepat terjadinya proses karies gigi. Jika ini tidak segera ditangani, akan memperburuk keadaan gigi dan mulut.

Walaupun sebagian besar perawatan gigi dapat ditunda hingga ibu melahirkan, tapi pada beberapa kasus tertentu perawatan gigi tidak dapat ditunda. Prosedur ini harus dipertimbangkan secara saksama, karena pada perawatan gigi diperlukan pemberian obat yang dapat masuk lewat plasenta secara difusi dan diteruskan ke janin.

1 of 2

Kapan mencabut gigi diperbolehkan saat hamil?

Menurut Journal of American Dental Association, melakukan perawatan gigi dan mulut umumnya aman saat ibu hamil. Perawatan ini aman dilakukan pada trimester kedua. Perlu diketahui, sebelum melakukan pencabutan gigi, akan dilakukan anestesi terlebih dahulu.

Terdapat beberapa obat anestesi yang biasa digunakan dalam perawatan gigi, contohnya seperti lidocaine, baik yang mengandung epinefrin maupun yang tidak. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), anestesi tersebut dinyatakan aman dan dapat digunakan pada ibu hamil.

Meskipun obat anestesi yang digunakan aman, dosis yang digunakan harus seminimal mungkin.  Diperlukan pemeriksaan secara rutin pada ibu hamil yang akan melakukan pencabutan. Pemeriksaan yang perlu dilakukan antara lain pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula, serta riwayat medis dari pasien. Namun, perlu dipahami bahwa pencabutan gigi pada ibu hamil perlu dipertimbangkan secara matang, dan seleksi kasus yang tepat. Pencabutan gigi yang memerlukan waktu lama sebaiknya dihindari.

Gigi yang sudah rusak dan tidak dapat dilakukan perawatan lagi sebaiknya harus dilakukan pencabutan gigi, termasuk saat hamil. Ketika dokter merekomendasikan ibu hamil untuk mencabut gigi, tentu sudah melalui pertimbangan yang matang. Karena jika gigi yang rusak dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan janin yang ada dalam kandungan akan terinfeksi kuman dan bakteri.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓