Kapan Sebaiknya Vaksin MR Diberikan kepada Anak?

Oleh dr. Atika pada 09 Agu 2018, 10:13 WIB
Vaksin MR penting untuk mencegah anak tertular penyakit campak dan rubela. Lalu, pada usia berapa sebaiknya anak menerima vaksin MR?
Kapan Sebaiknya Vaksin MR Diberikan kepada Anak? (Billion Photos/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pemberian vaksin MR (measles rubella) sedang gencar digalakkan pemerintah. Bagaimana tidak, vaksin ini dapat memutus rantai dua penyakit sekaligus, yaitu campak dan rubela. Kedua penyakit yang sangat mudah menular ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya termasuk anak. Untuk itu, memperoleh vaksin MR adalah cara pencegahan terbaik.

Mengapa vaksin MR sangat penting?

Mencegah penularan penyakit campak dan rubella dengan vaksin MR amatlah penting. Hal ini karena penyakit campak dapat menyebabkan sejumlah komplikasi berat. Komplikasi tersebut misalnya radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk, bahkan kematian.

Pada tahun 2000, di seluruh dunia lebih dari 562.000 anak per tahun meninggal akibat komplikasi penyakit campak. Ketika seseorang terkena campak, 90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular, jika belum kebal terhadap campak. Kekebalan tubuh hanya bisa diperoleh bila dirinya telah diimunisasi campak, atau pernah terinfeksi virus campak sebelumnya.

Sedangkan penyakit rubella, bila dialami oleh seseorang yang sedang hamil (terutama trimester pertama kehamilan) akan berakibat fatal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan (Congenital Rubella Syndrome/ CRS).

Pada tahun 1996 diperkirakan sekitar 22.000 anak lahir dengan kondisi CRS di Afrika. Di tahun yang sama ada sekitar 46.000 anak di Asia Tenggara dan  12.634 anak di Pasifik Barat, mengalami kondisi tersebut.

Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/ congenital rubella syndrome (CRS) pada tahun 2020. Untuk itu, pemberian vaksin MR secara masal menjadi strategi utama untuk mewujudkan tujuan tersebut.

1 of 2

Kapan pemberian vaksin MR?

Bila buah hati Anda berada di rentang usia 9 bulan hingga 15 tahun, maka termasuk sebagai populasi target pemberian vaksin. Imunisasi MR ini bersifat wajib, karena manfaatnya yang sangat besar bagi penerima serta anak-anak lain di sekitarnya (herd immunity). Untuk itu, sebisa mungkin anak harus mendapatkan vaksin ini.

Pemberian vaksin MR tidak tergantung atas status imunisasi anak sebelumnya. Walaupun anak pernah menerima vaksin campak, bagi yang tergolong usia di atas tetap akan menerima vaksin MR. Tenang saja, pemberian vaksin ini tidak akan menimbulkan bahaya atau risiko kesehatan bagi anak.

Pelaksanaan kampanye imunisasi MR dibagi menjadi 2 fase. Fase pertama, yang telah berlalu, dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2017 di seluruh Jawa. Sedangkan fase kedua dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2018 di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Oleh karena itu, persiapkan buah hati Anda dengan sebaik mungkin sebelum menerima vaksin MR. Kondisi kesehatan anak harus prima untuk menerima vaksin MR. Namun, bila anak hanya mengalami demam ringan, batuk atau pilek ringan, gangguan pencernaan ringan, anak tetap bisa menerima vaksin MR.

Pemberian vaksin MR akan dilakukan menggunakan suntikan. Suntikan vaksin MR dilakukan di otot lengan kiri atas. Jika setelah disuntik vaksin tersebut anak mengalami efek seperti demam ringan, ruam merah serta bengkak ringan di tempat penyuntikan, Anda tidak perlu panik. Beberapa kondisi tersebut hanya merupakan efek samping ringan yang hanya sementara dan tidak perlu dikhawatirkan.

Selain itu, kepada tenaga kesehatan juga telah diinstruksikan untuk memberikan vaksin dengan menggunakan jarum suntik sekali pakai. Dengan demikian orang tua tidak perlu cemas bahwa anaknya akan tertular penyakit melalui jarum suntik.

Apabila anak Anda memiliki riwayat alergi pada pemberian vaksin, sampaikanlah informasi tersebut kepada tenaga kesehatan yang bertugas. Begitu pula dengan informasi mengenai riwayat penyakit anak, kondisi kesehatan saat ini, pengobatan yang sedang dijalani, serta riwayat alergi yang pernah terjadi pada anak. Hal ini dimaksudkan agar proses pemberian vaksin MR bebas dari hal-hal yang tidak diharapkan. Jadi, jangan ragu untuk membawa anak Anda ke pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk menerima vaksin MR.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓