Kenali Perbedaan Campak dan Campak Jerman

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 09 Agu 2018, 16:03 WIB
Campak dan campak Jerman adalah dua penyakit serupa tapi berbeda. Kenali perbedaan keduanya untuk tahu cara menanganinya.
Kenali Perbedaan Campak dan Campak Jerman (Happybas/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Campak dan campak Jerman adalah dua penyakit yang kelihatannya sama tapi ternyata berbeda. Meski sama-sama menimbulkan ruam atau bercak merah pada kulit, namun virus yang menyebabkan dan gejala penyakitnya pun berbeda. Kedua penyakit ini sangat mudah menular dan dapat berakibat fatal bagi penderitanya termasuk anak. Untuk mencegah kondisi tersebut, pemberian vaksin MR adalah cara pencegahan terbaik.

Pemberian vaksin MR (measles rubella) saat ini sedang gencar digalakkan pemerintah. Vaksin ini dipercaya dapat memutus rantai dua penyakit sekaligus, campak dan rubella. Pemberian vaksin MR perlu dilakukan, karena baik campak atau rubella dapat menyebabkan munculnya beberapa penyakit turunan. Kondisi terburuk, bahkan kedua penyakit ini bisa mengakibatkan kematian.

Agar lebih waspada terhadap penyakit ini, Anda perlu mengenali perbedaan keduanya.

  • Campak

Campak yang terkadang disebut rubeola merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus jenis paramyxovirus. Melansir dari mayoclinic.com, campak sekarang hampir selalu dapat dicegah dengan vaksin. Penyakit ini mudah menjangkiti anak-anak dan bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, bahkan mematikan.

Tanda-tanda dan gejala campak mulai muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala campak yang biasanya dialami penderita:

- Demam

- Batuk kering

- Hidung berair

- Sakit tenggorokan

- Mata meradang (konjungtivitis)

- Bintik-bintik putih kecil di dalam mulut

- Ruam yang tersebar pada kulit

- Infeksi terjadi dalam tahap berurutan selama dua hingga tiga minggu

1 of 2

Selanjutnya

  • Campak Jerman (Rubella)

Campak jenis ini disebabkan oleh virus rubella. Campak Jerman yang juga biasa disebut sebagai campak tiga hari ini merupakan infeksi virus menular yang paling dikenal karena ruam merah yang khas.

Meskipun rubella memiliki karakter yang hampir sama dengan campak – menyebabkan ruam merah – namun keduanya tidak sama. Rubella disebabkan oleh virus yang berbeda dari campak, dan penularannya tidak seganas campak.

Tanda dan gejala rubella sering begitu ringan sehingga sulit untuk diperhatikan, terutama pada anak-anak. Jika tanda dan gejala memang terjadi, mereka umumnya muncul antara 14 hari dan 21 hari setelah terpapar virus. Penyakit ini biasanya berlangsung sekitar satu hingga lima hari dengan ciri awal seperti di bawah ini:

- Demam 38,9 derajat Celcius atau lebih rendah

- Sakit kepala

- Hidung tersumbat atau berair

- Mata merah

- Kelenjar getah bening membesar dan lunak di belakang leher, dan belakang telinga

- Ruam halus, warnanya merah muda mulai dari wajah, lalu menyebar ke lengan dan kaki, sebelum menghilang dalam urutan yang sama

- Sakit sendi, terutama pada wanita muda

Bagaimana penanganan kedua penyakit tersebut?

Vaksin MR yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah merupakan salah satu cara penanganan efektif. Menurut WHO, vaksin MR dipercaya efektif sampai 95 persen dalam mencegah campak dan campak jerman. Hingga tahun 2017, vaksin MR sudah digunakan di 141 negara.

Selain vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit ini ada cara lain yang juga bisa dilakukan. Bagi Anda yang terkena campak atau campak Jerman, yang harus  Anda lakukan adalah istirahat dalam waktu yang cukup serta minum air putih dalam jumlah yang cukup pula.

Penyakit campak dan campak Jerman memang tampak serupa, tapi sebenarnya tidak sama. Jika Anda merasa mengalami gejala-gejala yang dipaparkan di atas, segera periksa ke dokter, untuk memastikan kondisi yang Anda alami. Selanjutnya, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi Anda. Melihat bahaya kedua penyakit tersebut, pencegahan tentu saja sangat diperlukan, salah satunya dengan vaksin MR.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓