Anak Terserang Campak, Apa Saja Gejalanya?

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 09 Agu 2018, 16:45 WIB
Pemberian vaksin MR, yang kini panas diperbincangkan, bertujuan untuk mencegah penyakit campak. Apa saja gejala penyakit ini pada anak?
Anak Terserang Campak, Apa Saja Gejalanya? (Jes2u.photo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setelah tahun lalu, anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di pulau Jawa mendapat vaksin Measles dan Rubella (MR) secara cuma-cuma, tahun ini imunisasi kembali dilakukan untuk anak-anak di luar pulau Jawa. Mulai bulan Agustus-September, fase II vaksin MR akan dilakukan secara serentak di berbagai provinsi. Namun sayangnya program ini mendapat “sandungan”. Sejumlah daerah mengajukan penundaan imunisasi ini sampai ada fatwa tegas dari Majelis Ulama Indonesia mengenai halal atau tidaknya vaksin MR.

Imunisasi MR merupakan vaksin yang ditujukan untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Kedua penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebar dengan cepat. Inilah mengapa pencegahan penyakit ini sangat penting, baik dengan cara melakukan vaksin atau sekadar mengetahui berbagai gejalanya.

Kenali gejala campak

Campak disebabkan oleh virus Morbilivirus. Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan dari saluran pernapasan. Virus ini dapat keluar bersama dengan droplet (partikel air kecil) saat seseorang batuk ataupun bersin.

Campak dapat menyerang siapa saja. Namun, ada beberapa kelompok yang lebih rentan terkena penyakit ini. Mereka yang berisiko lebih tinggi adalah anak-anak, terutama yang mengalami penyakit seperti HIV/AIDS, leukemia, dan yang sedang menjalani terapi kortikosteroid yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Selain itu dapat pula terjadi pada mereka yang bepergian ke daerah yang banyak terjadi campak, dan bayi yang belum mendapatkan imunisasi.

Sejak seseorang terinfeksi virus campak, perlu waktu sekitar 1-2 minggu sampai akhirnya muncul gejala. Gejala awalnya adalah demam tinggi hingga suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius. Demam tinggi ini dapat bertahan antara 4-7 hari. Sering kali demam biasa diikuti dengan gejala lain seperti mual, muntah, nafsu makan menurun, dan tiga gejala klasik yaitu “3C”: cough (batuk), conjunctivitis (peradangan di selaput mata yang ditandai dengan mata memerah), dan coryza (hidung berair). Bersama-sama, kumpulan gejala ini disebut sebagai fase prodormal.

Selang 2-4 hari sejak munculnya fase prodormal tersebut, akan muncul bintik kemerahan yang disebut dengan bercak koplik. Bercak koplik adalah bercak putih kecil yang biasanya muncul di mulut bagian dalam, yaitu di bagian dalam pipi dan langit-langit mulut. Bercak koplik umumnya bertahan selama 3-5 hari.

Setelah bercak koplik muncul, 1 hingga 2 hari kemudian akan muncul bercak kemerahan di seluruh tubuh. Bercak tersebut datar dan berwarna merah, yang kemunculannya berawal dari daerah wajah dan leher, kemudian ke seluruh anggota tubuh. Bercak ini umumnya akan tersebar sangat banyak dan menyatu. Saat muncul bercak, umumnya penderitanya akan kembali mengalami demam tinggi.

Umumnya, seluruh gejala tersebut akan sembuh dan menghilang dalam 7-10 hari. Bercak kemerahan akan berubah warna dan mengering, demam mulai turun, dan gejala terakhir yang akan sirna adalah batuk.

1 of 2

Komplikasi serius yang bisa terjadi

Layaknya penyakit akibat virus lainnya, campak sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, satu hal yang paling ditakutkan dari penyakit campak adalah komplikasinya yang dapat timbul. Komplikasi campak diketahui cukup banyak dan dapat berakibat fatal, seperti infeksi paru (pneumonia), diare, infeksi telinga, dan infeksi otak (ensefalitis). Tak jarang, komplikasi tersebutlah yang menyebabkan penderita harus kehilangan nyawa.

Tentu tidak semua pasien campak akan mengalami komplikasi. Mereka yang rentan mengalami komplikasi adalah bayi yang belum mendapat imunisasi, orang dewasa yang tidak pernah mendapat imunisasi, orang yang kekurangan gizi (malnutrisi), dan orang yang kekurangan vitamin A.

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit campak dan komplikasinya yang berat tersebut adalah melalui vaksin MR. Vaksin MR sangat aman dan efektif untuk mencegah penyakit campak. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan bahwa vaksin MR dapat mencegah terjadinya campak hingga 97 persen.

Karena efektivitas vaksin, jangan ragu untuk membawa buah hati Anda untuk mendapatkan vaksin MR bulan Agustus-September ini agar ia terlindungi dari bahaya penyakit campak dan komplikasinya. Jika Anda termasuk yang ingin menunda vaksin, pilihan ada di tangan Anda. Catat dan ingat selalu gejala campak yang disebutkan di atas. Jika mendapati anak mengalami gejala campak, segera bawa ia ke dokter agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓