Cacar Air Tak Hanya Menyerang Anak-Anak

Oleh dr. Anita Amalia Sari pada 10 Agu 2018, 09:00 WIB
Sudah dewasa kok kena cacar air juga? Tentu saja, karena penyakit ini bisa menyerang segala golongan usia. Ini fakta medis selengkapnya.
Cacar Air Tak Hanya Menyerang Anak-Anak (Asisyaj/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Varisela atau lebih akrab disapa cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Kondisi ini memang lebih sering ditemukan pada anak. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Faktanya, cacar air adalah penyakit yang mengincar orang-orang dengan kekebalan tubuh rendah. Di satu sisi, anak-anak adalah golongan orang yang memiliki kekebalan tubuh lebih rendah daripada orang dewasa, sehingga mereka dijadikan target utama oleh penyakit ini.

Orang dewasa juga berisiko

Seperti telah diungkit sebelumnya, orang dewasa juga bisa terkena cacar air. Hal ini khususnya terjadi pada mereka yang belum pernah mengalami cacar air sewaktu kecil, tidak mendapatkan vaksin cacar air sebelumnya, atau sedang dalam kondisi hamil.

Adapun beberapa faktor yang membuat orang dewasa berisiko lebih tinggi terkena cacar air, di antaranya:

  • Tinggal bersama anak berusia di bawah 12 tahun yang tidak mendapatkan vaksin cacar air.
  • Bekerja di sekolah atau tempat penitipan anak.
  • Berada satu ruangan dengan orang yang terinfeksi cacar air lebih dari 15 menit.
  • Menyentuh ruam atau gelembung cacar pada orang yang sedang terinfeksi.
  • Menyentuh benda-benda yang baru saja digunakan oleh orang yang terinfeksi cacar air.

Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular. Kuman penyebab cacar air bersembunyi di dalam air ludah dan gelembung berisi cairan yang terdapat di tubuh penderitanya.

Bila sudah pernah terkena cacar air waktu kecil, maka Anda akan memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. Meski demikian, Anda sebenarnya tak benar-benar terbebas dari virus varicella-zoster. Virus ini tetap bersemayam di dalam tubuh Anda dan bisa bangkit kembali ketika kekebalan tubuh berada di tingkat paling rendah.

Ketika berhasil bangkit kembali, virus varicella-zoster akan berubah menjadi herpes zoster (cacar api). Gejalanya lebih berat dan lebih nyeri, namun ruam dan gelembung yang terbentuk tidak separah akibat cacar air.

1 of 3

Gejala cacar air pada dewasa

Cacar air yang terjadi pada orang dewasa biasanya memiliki gejala yang lebih berat daripada yang menimpa anak-anak. Meski demikian, gejala yang umumnya terjadi tidak memiliki perbedaan singifikan. Gejala-gejala yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Rasa lelah dan badan lemas
  • Hilangnya nafsu makan
  • Nyeri sendi dan sakit kepala.

Setelah mengalami gejala-gejala tersebut, satu hingga dua hari kemudian baru akan muncul ruam merah pada wajah dan dada. Ruam ini terasa sangat gatal, disertai gelembung (lenting) berisi cairan, dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Setelah infeksi cacar air sudah berlangsung selama enam hari, gelembung berisi cairan yang ada di tubuh penderita cacar air akan perlahan-lahan mengering. Proses ini bisa berlangsung selama 10–14 hari, hingga seluruh gelembung di tubuh benar-benar kering seluruhnya.

2 of 3

Komplikasi cacar air pada orang dewasa

Cacar air biasanya tidak menimbulkan gejala yang berat. Namun pada beberapa kasus, cacar air yang terjadi saat dewasa dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut:

  • Infeksi bakteri di kulit, jaringan lunak, dan tulang
  • Sepsis atau infeksi bakteri di pembuluh darah
  • Gangguan perdarahan
  • Dehidrasi atau kurang cairan
  • Radang otak atau meningitis
  • Radang paru atau pneumonia
  • Bila terjadi pada ibu hamil trimester pertama bisa menyebabkan cacat janin.

Mengatasi cacar air sendiri

Penanganan cacar air yang paling utama adalah mengembalikan sistem kekebalan tubuh ke tahap yang paling prima. Untuk hal ini, yang dapat Anda lakukan adalah beristirahat serta mengonsumsi makanan sehat dan berigizi seimbang. Anda juga perlu mengonsumsi air putih dalam jumlah yang lebih banyak.

Jika Anda mengalami demam lebih dari 37,5⁰C, obat penurun demam seperti parasetamol dapat Anda konsumsi. Sedangkan untuk mengurangi rasa gatal, gunakan kompres dingin dan losion yang mengandung calamine.

Jika ingin lebih cepat sembuh, Anda dianjurkan untuk segera membawa diri ke dokter begitu mengalami gejala-gejala cacar air. Tindakan ini bertujuan agar Anda bisa mendapatkan pemeriksaan mendalam serta obat golongan antivirus untuk mengurangi keparahan gejala.

Jadi, setelah mengetahui fakta bahwa cacar air tak hanya terjadi pada anak, Anda yang sudah dewasa sebaiknya segera mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat sekarang juga. Anda tak ingin mengalami kondisi yang dianggap sebagai “penyakit anak-anak”, bukan?

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓