Apa Bedanya Vaksin MR dan Vaksin MMR?

Oleh Nur Budhi pada 11 Aug 2018, 14:30 WIB
Meski mirip, vaksin MR dan MMR ternyata memiliki perbedaan. Tahukah Anda di mana letak perbedaan tersebut?
Apa Bedanya Vaksin MR dan Vaksin MMR? (Billion-Photos/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Di balik kisruh vaksin MR, ternyata tak sedikit orang yang bertanya-tanya mengenai perbedaan vaksin MR dan vaksin MMR. Apakah Anda salah satu dari sekian orang yang memiliki pertanyaan serupa?

Vaksin MR

Vaksin MR (Measles dan Rubella) merupakan bentuk imunisasi yang berfungsi untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella (campak Jerman).

  • Campak

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, campak atau measles adalah penyakit yang disebabkan oleh virus jenis paramyxovirus. Penyakit ini memberikan gejala yang beragam, mulai dari demam, batuk kering, hidung berair, nyeri tenggorok, peradangan konjungtiva mata, bercak putih pada dinding dalam mulut, dan becak merah di kulit.

“Penyakit campak menyebabkan kematian hingga lebih dari 100.000 orang per tahun. Korban paling banyak adalah anak di bawah usia 5 tahun,” ungkap dr. Andika.

  • Rubella

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella. Penyakit ini memberikan gejala, seperti peradangan mata, kesulitan bernapas, hidung berair, sakit kepala, pembesaran kelenjar getah bening di leher dan telinga, bercak merah muda, nyeri sendi, dan demam ringan.

“Rubella dapat menimbulkan komplikasi berupa infeksi telinga dan infeksi otak (encephalitis),” kata dr. Andika.

Vaksin MMR

Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) adalah versi terdahulu dari vaksin MR. Fungsi dari vaksin MMR hampir serupa dengan vaksin MR, yaitu mencegah penyakit campak dan rubella. Bedanya, vaksin MMR juga mampu mencegah penyakit gondongan (mumps).

  • Gondongan

Menurut penjelasan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, gondongan (mumps) adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi virus. Penyakit ini menyebabkan pembengkakan kelenjar liur satu sisi (unilateral) atau kedua sisi (bilateral).

Lebih lanjut, dr. Astrid mengatakan bahwa penyakit gondongan juga memberikan gejala seperti demam ringan, nyeri otot leher dan rasa lemas, sakit kepala, nafsu makan berkurang,

“Mumps disebabkan oleh paramyxovirus. Virus ini ditularkan melalui percikan ludah (droplets) yang berasal dari bersin atau batuk penderita. Bisa juga menular jika bersentuhan dengan benda-benda yang terkontaminasi oleh liur penderita,” tutur dr. Astrid.

Mana yang lebih penting?

Fakta menyebutkan bahwa vaksin MR dan vaksin MMR sama-sama penting. Oleh sebab itu, seseorang dianjurkan untuk mendapatkan kedua vaksin tersebut.

Anda tak perlu khawatir bila yang ada saat ini hanya vaksin MR —yang berfungsi untuk mencegah campak dan rubella. Pasalnya, vaksin MMR —yang fungsinya juga dapat mencegah penyakit gondongan (mumps)— sudah tak tersedia lagi di pusat kesehatan, karena penyakit gondongan itu sendiri sudah jarang ditemukan di Indonesia.

Hal terpenting yang perlu selalu Anda ingat, campak dan rubella adalah penyakit berbahaya yang harus dicegah. Sebab kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari cacat bawaan lahir hingga kematian dini.

Jadi, daripada membingungkan perbedaan antara vaksin MR dan MMR, akan lebih baik jika orang tua membolehkan anak mendapatkan vaksin MR di bulan Agustus atau September tahun ini. Anda ingin kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil terus optimal tanpa bayang-bayang penyakit campak dan rubella, bukan?

(RH)