Hati-Hati, Cuaca Panas Rentan Akibatkan Gangguan Kesehatan

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 14 Aug 2018, 14:00 WIB
Meski tak menentu, cuaca kini didominasi panas. Nyatanya, kondisi cuaca bisa mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan.
Hati-Hati, Cuaca Panas Rentan Akibatkan Gangguan Kesehatan (Robert-Kneschke/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Cuaca panas yang kini terjadi di berbagai belahan dunia bisa berbahaya dan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Bahkan, kondisi ini dapat merenggut korban jiwa seperti fenomena heatwave atau gelombang panas yang terjadi di Jepang.

Para peneliti mengatakan bahwa cuaca panas yang dirasakan di berbagai negara ini diakui sebagai salah satu bencana alam membahayakan. Perkotaan adalah wilayah paling berisiko dengan gelombang panas yang menyebabkan lebih banyak kematian daripada bencana terkait cuaca lainnya.

“Bahaya dapat ditimbulkan dari bencana alam seperti tornado, angin topan, banjir, dan kebakaran hutan. Namun, itu bukan satu-satunya bencana alam yang ada di luar sana. Satu kesalahan yang kami lakukan adalah tidak benar-benar fokus pada bencana yang terkait dengan suhu,” ungkap David Eisenman, peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat.

Dilansir dari laman Healthline, peristiwa panas ekstrem yang terjadi tahun ini telah menewaskan sedikitnya 77 orang di Jepang. Hal serupa turut terjadi di Quebec, Kanada, dengan korban mencapai 70 jiwa. Amerika Serikat juga dilanda suhu tinggi yang turut menelan korban, khususnya di jalan raya.

Bahaya cuaca panas terhadap kesehatan

Cuaca panas, apalagi yang ekstrem seperti gelombang cuaca panas, dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang kerap disebut heatstroke. Kondisi ini datang secara bertahap dan memengaruhi pengaturan suhu tubuh yang seolah akan memanas karena kondisi sekitar. Bahkan, Anda yang merasa kepanasan di dalam ruangan tak berpendingin juga berisiko terkena heatstroke.

Heatstroke bisa terjadi ketika tubuh tidak mampu menurunkan suhu tubuh akibat cuaca panas di sekitarnya. Cara tubuh untuk mengeluarkan panas adalah dengan berkeringat,” ujar dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Theresia menjelaskan bahwa asupan cairan yang kurang pada tubuh dapat menyebabkan dehidrasi dan mampu memperburuk kondisi Anda. Saat suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius, bukan tak mungkin jika terjadi gangguan kesehatan.Cuaca panas juga dapat memicu gangguan kesehatan lainnya, yakni sakit kepala. Kenaikan suhu panas setiap 5 derajat Celcius mampu meningkatkan risiko terjadinya sakit kepala hingga 7,5 persen.

“Jika Anda mengalami sakit kepala saat berada di tempat yang memiliki temperatur tinggi atau panas, waspadalah. Keluhan ini dapat berbahaya jika tidak ditangani segera,” ujar dr. Theresia.

1 of 2

Solusi mengatasi cuaca panas

Secara akut, panas dapat menyebabkan dehidrasi dan heatstroke yang berbahaya. Bahkan, dehidrasi ringan telah dikaitkan dengan berbagai efek pada kemampuan kognitif dan suasana hati. Selama beberapa hari, panas yang ekstrem dapat memengaruhi fungsi organ-organ internal dan memberikan tekanan berlebih pada sistem kardiovaskular.

"Ketika orang berada dalam panas yang ekstrem, sistem pendingin dalam otak dapat kewalahan hingga akhirnya tidak mampu beradaptasi secara baik terhadap cuaca panas. Hal ini mengakibatkan organ-organ internal mengalami dampak yang negatif," kata David.

Meski gangguan kesehatan akibat cuaca panas bisa mengancam, tapi ada sejumlah kiat untuk mengatasinya. Lakukan tips yang dianjurkan oleh dr. Theresia ini:

  1. Minum banyak air untuk menghindari tubuh dari dehidrasi minimal 2–4 gelas. Minuman yang terbaik adalah air putih.
  2. Hindari minum alkohol karena dapat memicu dehidrasi.
  3. Carilah tempat berteduh yang memliki temperatur ruangan yang dingin, misalnya di bawah pohon rindang, ruangan dengan kipas angin, atau lebih baik lagi ruangan ber-AC.
  4. Hindari menggunakan pakaian berlapis-lapis.
  5. Bergegas untuk mandi dengan air bersuhu ruangan atau air dingin jika memungkinkan. 

Ingat, cuaca panas tidak dapat diremehkan karena faktanya dapat memungkinkan terjadinya gangguan kesehatan. Selain melakukan berbagai tips yang disebutkan di atas, tingkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi lengkap serta berolahraga secara teratur. Jangan lupa juga untuk menggunakan sunblock atau sunscreen atau payung sebagai pelindung tambahan.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓