Awas, Sinar dari Gawai Rentan Picu Kerusakan Mata

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 14 Aug 2018, 14:29 WIB
Sinar yang dipancarkan gawai rentan picu kerusakan mata. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Simak penjelasannya di sini.
Awas, Sinar dari Gawai Rentan Picu Kerusakan Mata (Brian A Jackson/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan pada mata bisa terjadi karena mata lelah. Akibatnya, mata menjadi sulit fokus, pandangan kabur, mata terasa pedih, silau, dan bisa juga mengalami sakit kepala atau pusing. Jika mata Anda lelah karena terus-terusan memandangi gadget alias gawai dari pagi sampai malam, bukan tak mungkin fungsi penglihatan dapat menurun lebih cepat. Bahkan, sinar dari gawai rentan picu kerusakan mata!

Ada banyak hal yang dapat mengganggu kesehatan mata. Saat ini teknologi menjadi salah satu penyebab tersering gangguan pada mata. Kebiasaan-kebiasaan yang disebut dapat memicu kerusakan mata, misalnya memandangi layar komputer, televisi, dan gawai.

Bahaya sinar biru yang dipancarkan gawai

Nyatanya, sinar yang dipancarkan dari gawai dan Anda pandangi dalam kurun waktu lama dapat mengganggu kesehatan penglihatan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dilansir dari laman Newsweek, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “Scientific Reports”, sinar biru yang dipancarkan dari layar smartphone dan komputer bisa mempercepat kebutaan. Paparan terus-menerus dari sinar biru ini dapat memicu reaksi di sel-sel yang peka terhadap rangsangan cahaya. Akibat dari kondisi ini dapat mempercepat kerusakan akibat degenerasi makula.

“Terpapar sinar biru secara terus-menerus dapat membuat kornea dan lensa mata tidak berdaya dalam memblokir atau memantulkannya,” kata Dr. Ajith Karunarathne, asisten profesor kimia dan biokimia di Universitas Toledo, Amerika Serikat (AS).

Bukan lagi rahasia bahwa sinar biru dapat merusak retina mata. Namun, studi ini mencoba untuk menjelaskan mengenai bagaimana proses tersebut terjadi. Nantinya, studi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme di balik kerusakan pada mata yang dapat berujung pada terapi yang dapat memperlambat kerusakan retina mata ini.

Degenerasi makula bisa terjadi sebagai akibat dari kematian sel fotoreseptor di retina. Umumnya, kondisi ini terjadi pada rentang usia 50-60 tahun. Di AS, degenerasi makula adalah penyebab utama hilangnya penglihatan.

Studi ini menemukan bahwa sinar biru yang menyinari retina mengakibatkan reaksi yang menimbulkan molekul kimia beracun, yang bisa membunuh sel fotoreseptor. Ketika sel-sel tersebut rusak, selanjutnya tidak akan bisa diperbaiki kembali.

Molekul yang disebut sebagai alpha tocopherol, turunan vitamin E dan antioksidan alami pada mata dan tubuh, dapat menghentikan kerusakan ini. Namun, sering bertambahnya usia, Anda akan kehilangan kemampuan ini. Saat itulah kerusakan pada mata dapat terjadi.

1 of 2

Menghindari sinar biru dari gawai

Salah satu cara melindungi mata dari cahaya biru adalah dengan menghindari kebiasaan melihat smartphone dalam kegelapan. Menggunakan kacamata hitam juga bisa membantu. Kini banyak produsen gawai yang menambahkan filter cahaya yang diklaim mampu mengurangi efek negatif sinar biru, meski belum bisa dibuktikan secara pasti.

Berdasarkan saran dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, ada baiknya jika Anda membatasi mata untuk melihat sumber-sumber cahaya biru baik dari komputer atau gawai secara terbatas, yakni 2 jam saja. Setelah itu, carilah pandangan yang mampu menyegarkan mata.

“Istirahatkan mata selama 20 menit dengan melihat jauh, sehingga mata dan otot-otot mata tidak terlalu lelah dalam bekerja untuk melihat dekat,” katanya. Pengobatan mata juga bisa menjadi pilihan, tapi ini harus dilakukan di bawah pantauan dokter.

Seperti yang dianjurkan oleh American Academy of Dermatology, lakukan aturan 20/20/20, yaitu setiap 20 menit mengalihkan pandangan Anda sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter), selama paling tidak 20 detik.

Hindari paparan sinar dari gawai terlalu lama karena rentan memicu kerusakan mata. Untuk memastikan mata Anda tetap dalam kondisi baik, lakukanlah pemeriksaan mata secara rutin setiap 6 bulan sekali. Masalahnya, tidak semua penyakit mata menimbulkan gejala. Dengan pemeriksaan rutin, adanya gangguan pada mata dapat terdeteksi sejak dini.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓