Awas, Putus Cinta Bisa Timbulkan Gangguan Kesehatan

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 18 Aug 2018, 14:32 WIB
Anda tengah mengalami putus cinta? Hati-hati, jika terlalu sedih,bisa berisiko terkena gangguan kesehatan. Ini fakta medisnya.
Awas, Putus Cinta Bisa Timbulkan Gangguan Kesehatan (Monkey-Business-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Lirik lagu Meggy Z yang berbunyi “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati” nampaknya sesuai dengan kenyataan yang ada. Faktanya, saat putus cinta, sebagian orang merasa dunia seakan runtuh. Akibatnya, nafsu makan hilang dan Anda pun mengalami gangguan kesehatan.

Gangguan kesehatan akibat putus cinta

Tak dapat dimungkiri bahwa putusnya hubungan dengan orang yang dicintai dapat membuat hati sedih dan tak bersemangat. Namun, jika hal ini terus berlarut-larut, ada beberapa gangguan kesehatan yang mungkin menyerang Anda:

1. Insomnia

Menangis sepanjang malam akibat putus cinta dapat menimbulkan gangguan pola tidur. Keluhan sesak dan nyeri di daerah dada yang sangat mungkin timbul bisa menyebabkan insomnia.

Selain itu, terlalu memikirkan sang pujaan hati yang telah menyakiti juga dapat membuat Anda kerap terbangun di malam hari. Akibatnya, kurang tidur dapat mempengaruhi aktivitas di keesokan harinya.

2. Penurunan nafsu makan

Banyak kasus putus cinta menyebabkan penurunan berat badan secara drastis. Hal ini bisa terjadi karena nafsu makan yang menurun drastis akibat putus cinta.

Selain karena lebih memilih melamun daripada makan, stres juga dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan, sehingga memengaruhi asupan nutrisi Anda.

3. Mag

Punya riwayat mag atau tidak, sama-sama berisiko untuk mengalami peningkatan asam lambung ketika putus cinta. Sebab asam lambung lebih banyak diproduksi ketika Anda mengalami stres, terlebih ketika pola makan tidak teratur dan membuat kondisi mag akan semakin memburuk.

4. Depresi hingga bunuh diri

Putus cinta dapat mengakibatkan gangguan psikis berupa depresi. Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa 40 persen remaja mengalami depresi ringan, sementara 12 persen lainnya dilaporkan mengalami depresi berat.

Kondisi depresi berat yang tidak ditangai inilah yang dapat memicu timbulnya keinginan atau percobaan bunuh diri.

5. Broken heart syndrome

Faktanya, putus cinta bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Dalam dunia medis, putus cinta dapat memicu kelainan jantung yang dikenal sebagai broken heart syndrome. Penyakit ini lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria.

Kondisi stres berlebihan yang terjadi akibat putus cinta akan meningkatkan produksi hormon stres dalam tubuh. Nantinya, kondisi ini akan memengaruhi kerja jantung atau mengakibatkan kegagalan memompa darah sebab jantung yang membengkak. Gejala yang dialami biasanya adalah:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar-debar
  • Badan lemas
  • Perasaan seperti serangan jantung

Tips bebas gangguan kesehatan saat putus cinta

Untuk menghindari bahaya dari berbagai gangguan kesehatan seperti di atas yang mungkin Anda alami, lakukan kiat-kiat berikut ini:

● Menyibukkan diri

Mencari kesibukan dengan melakukan hal-hal yang positif seperti melakukan hobi, berkumpul bersama keluarga atau teman, berolahraga, mengembangkan potensi diri dapat menghindarkan Anda dari kesedihan yang berlarut.

● Mencari pertemanan baru

Dengan memperluas pertemanan, akan lebih mungkin bagi Anda untuk menemukan pasangan baru. Sehingga, Anda bisa segera melupakan mantan kekasih.

● Hapus kenangan

Lupakan semua kenangan tentang mantan Anda dan hindari pembahasan mengenai masa lalu.

Putus cinta nyatanya cukup berbahaya karena dapat memunculkan gangguan kesehatan. Satu yang perlu diingat masih banyak hal lain yang lebih penting dan perlu Anda lakukan daripada berlarut-larut dalam kesedihan akibat putus cinta.

[NP/ RVS]