Panduan Nutrisi agar Ibadah Haji Lancar

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 20 Aug 2018, 16:32 WIB
Asupan nutrisi yang baik membuat jemaah bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk. Apa saja yang harus diperhatikan?
Panduan Nutrisi agar Ibadah Haji Lancar (Andrew-V-Marcus/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Para jemaah haji yang sedang berada di Tanah Suci perlu memperhatikan nutrisi sehari-hari agar ibadah tidak berubah menjadi mimpi buruk. Semakin bagus dan seimbang nutrisi yang didapatkan, tentunya semakin membuat Anda nyaman dalam menjalankan ibadah haji.

Ini berhubungan dengan kesiapan fisik dalam menjalankan ibadah haji yang cukup melelahkan. Nutrisi memiliki peranan penting bagi para jemaah haji. Di samping untuk menjaga kesehatan dan memelihara status gizi serta kebugaran tubuh, pengaturan nutrisi berguna supaya jemaah haji mendapatkan kekuatan fisik yang tahan lama.

Apalagi dengan durasi berada di Tanah Suci yang kurang lebih mencapai 40 hari, membuat para jemaah harus memperhatikan asupan nutrisi demi terjaganya kondisi. Selain itu, kondisi cuaca panas, baik di Mekah maupun Madinah, juga membuat jemaah haji mesti mendapatkan asupan makanan yang bergizi.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, nutrisi paling penting yang dibutuhkan jemaah haji adalah air putih yang cukup. Jika pada suhu normal, manusia membutuhkan 2 liter per hari, maka jemaah haji harus lebih dari itu karena suhu yang panas di Tanah Suci.

"Paling dibutuhkan adalah air, karena jemaah haji rentan dehidrasi mengingat semakin panas tubuh, semakin banyak air yang dibutuhkan. Dalam sehari, kita butuh 2 liter air, dengan catatan itu pada suhu normal," ujar dr. Dyan. Cuaca di Mekah yang saat ini cukup terik, menurut dr. Dyan semakin membuat para jemaah membutuhkan air minum dalam jumlah yang lebih banyak.

Selain air putih, ada beberapa asupan nutrisi yang bisa menjaga tubuh jemaah haji tetap kuat dalam menjalankan ibadah. Berikut beberapa asupan tersebut:

1. Protein

Protein dibutuhkan karena tubuh perlu energi banyak saat melaksanakan ibadah haji. Zat protein paling tinggi bisa didapatkan dari telur, lalu juga dapat diperoleh dari tempe dan tahu. Jika sulit menemukan ketiga makanan itu, jemaah haji bisa mendapatkannya dari daging.

2. Karbohidrat kompleks

Jenis makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dibutuhkan tubuh saat ibadah haji. Mengapa? Karena zat ini dicerna tubuh secara perlahan, sehingga energi dari makanan karbohidrat kompleks bisa untuk aktivitas seharian.

Menurut dr. Dyan, karbohidrat simpleks seperti nasi putih memang seketika mudah dicerna, dan bisa menaikkan energi dengan cepat. Namun turunnya energi juga cepat. Hal itu pula yang menyebabkan badan cepat lemas setelah mengonsumsi karbohidrat simpleks. “Karena itu energinya tinggi tapi cepat drop juga," ucap dr. Dyan.

3. Antioksidan

Tubuh butuh antioksidan supaya tidak cepat sakit. Nutrisi ini bisa didapatkan dari sayur dan buah. Pilihlah buah-buahan seperti apel, pir, anggur, jeruk, pisang, mangga, nanas, pepaya, dan stroberi.

Lalu sayur-sayuran seperti brokoli, tomat, kubis merah, ubi merah juga bisa menambah antioksidan dalam tubuh. Jemaah haji juga bisa memakan kacang-kacangan seperti pecan, kenari, dan almon.

4. Vitamin C

Vitamin C berguna untuk daya tahan tubuh. Zat ini bisa meningkatkan imunitas tubuh. Buah-buahan, salah satunya jeruk, bisa menambah kadar vitamin C dalam tubuh. Selain itu, Anda dapat mengonsumsi sayur-sayuran hijau.

"Karena di tempat pelaksanaan haji kan banyak orang, lalu banyak kuman juga, vitamin C berguna untuk melindungi seseorang dari penyakit," ujar dr. Dyan.

Setiap jemaah haji memiliki kebutuhan nutrisi yang spesifik, yang disesuaikan dengan kondisi tubuh. Persiapan nutrisi yang baik berperan dalam menentukan fit atau tidaknya fisik jemaah untuk menjalankan ibadah haji. Semoga membantu!

[RS/ RVS]