Kiat Sehat dan Aman Konsumsi Daging Kurban

Oleh dr. Anita Amalia Sari pada 22 Aug 2018, 13:00 WIB
Iduladha rasanya tak lengkap kalau tidak makan daging kurban. Namun, aspek kesehatan juga harus diperhatikan sebelum mengonsumsinya!
Kiat Sehat dan Aman Konsumsi Daging Kurban (Ipek-Morel/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hari Raya Iduladha merupakan salah satu perayaan besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Perayaan ini identik dengan pemotongan hewan kurban berupa sapi, domba, ataupun kambing yang kemudian dibagikan secara merata kepada masyarakat, utamanya yang kurang mampu.

Daging sapi, kambing, dan domba diketahui mengandung banyak nutrisi, termasuk tinggi protein yang berperan dalam pembentukan otot dan fungsi otak. Selain itu, daging merah juga kaya akan zat besi yang memiliki fungsi dalam pembentukan sel darah merah di dalam tubuh.

Meski kaya akan nutrisi, daging merah juga tinggi lemak sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan tidak baik bagi kesehatan. Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, serta diabetes. Salah satu keluhan yang paling sering terjadi setelah mengonsumsi daging kurban adalah kepala terasa pusing dan sembelit (konstipasi).

Merayakan Iduladha, sering kali konsumsi daging menjadi lebih banyak daripada biasanya. Supaya terhindar dari sejumlah gangguan kesehatan, simak beberapa kiat sehat dan aman konsumsi daging kurban di bawah ini:

1. Cuci bersih daging

Sebelum memasak atau menyimpan daging kurban, cuci daging hingga bersih dengan air mengalir. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kontaminasi kuman yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan, contohnya diare. Jika daging ingin disimpan dan tidak langsung dimasak, pastikan daging sudah kering dan tidak ada sisa air sehabis dicuci.

2. Bagi daging dalam beberapa porsi

Hindari mengonsumsi daging kurban terlalu banyak dalam waktu singkat. Langsung mengolah semua daging kurban memang ide yang menggiurkan, tapi sebaiknya daging dibagi ke dalam beberapa porsi. Lalu beberapa bagiannya disimpan di lemari pendingin atau freezer sehingga bisa dikonsumsi lagi di kemudian hari. Umumnya, daging kurban dapat bertahan hingga 3 hari di lemari pendingin dan 3 bulan di freezer.

3. Perhatikan cara memasak daging

Pastikan daging dimasak hingga matang sempurna. Anda bisa memilih untuk memasak daging dengan cara dibuat sup (direbus) atau sate ketimbang digoreng dalam minyak banyak atau menambahkan santan menjadi gulai. Daging yang digoreng atau menggunakan santan yang terlalu banyak dapat meningkatkan jumlah kolesterol jahat dalam tubuh.

4. Hindari jeroan

Khususnya bagi Anda yang bermasalah dengan kolesterol tinggi, Anda tetap bisa menikmati daging kurban asal tidak makan jeroan seperti usus, limpa, babat, atau torpedo karena semuanya mengandung kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging.

5. Imbangi dengan sayur dan buah

Memang Iduladha hanya setahun sekali, tapi bukan berarti Anda boleh makan daging sebanyak yang Anda mau. Tetap batasi porsi makan Anda dan selalu imbangi dengan konsumsi sayur dan buah yang (lebih) banyak. Vitamin dan mineral untuk mengurangi efek samping konsumsi daging berlebihan.

6. Minum air yang cukup

Agar terhindar dari sembelit saat Iduladha, selain mengonsumsi sayur dan buah Anda pun dianjurkan untuk tetap menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih minimal 2 liter atau 8 gelas dalam sehari. Batasi asupan minuman yang mengandung kalori tinggi seperti sirop dan teh manis.

7. Olahraga ringan

Meski Iduladha adalah hari libur, tapi latihan fisik tidak harus libur. Lakukan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang seperti berjalan cepat, berlari, atau bersepeda untuk membakar kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Anda tak perlu takut untuk mengonsumsi daging kurban selama tidak berlebihan dan memperhatikan cara pengolahannya. Dengan mengikuti kiat-kiat di atas, Anda akan tetap bisa menikmati berbagai santapan daging kurban secara sehat dan aman. Selamat menikmati!

[RN/ RVS]