Kenali Bahaya Kram Otot Seperti Dialami Anthony Ginting

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 23 Aug 2018, 13:26 WIB
Anthony Ginting sempat mengalami kram otot saat tampil bertanding di Asian Games 2018. Apa saja dampak dari kondisi ini?
Kenali Bahaya Kram Otot Seperti Dialami Anthony Ginting (Helmi Fithriansyah/Liputan6)

Klikdokter.com, Jakarta Atlet bulu tangkis nasional Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, mengalami cedera saat bertanding melawan atlet dari Tiongkok, Shi Yuqi, pada pertandingan final bulu tangkis Asian Games 2018. Menjelang akhir pertandingan yang berlangsung hari Rabu (22/8) kemarin, Anthony harus berhenti akibat kram pada otot paha yang dialaminya. Apa saja kemungkinan penyebab, bahaya, dan cara mencegah kram otot ini?

Menurut informasi yang dilansir dari Mayo Clinic, kram otot adalah kontraksi yang terjadi secara tiba-tiba dan spontan dari satu atau lebih otot pada tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat.

Walaupun dapat ditangani, tapi terjadinya kram otot dapat menimbulkan kesulitan penggunaan otot yang terlibat untuk sementara waktu. Seperti yang dialami oleh Anthony, kram otot memang paling sering timbul pada otot tungkai. Selain nyeri tajam yang timbul secara tiba-tiba, seseorang yang mengalami kram otot juga dapat meraba adanya benjolan keras dari jaringan otot di bawah kulit.

Penyebab terjadinya kram otot

Penyebab dari kram otot sendiri bisa bermacam-macam, di antaranya adalah penggunaan otot yang berlebihan, dehidrasi, ketegangan otot, saat seseorang menetap pada posisi yang sama selama jangka waktu lama.

Walaupun kram otot tidak berbahaya jika ditangani segera, kondisi ini dapat timbul akibat adanya kondisi kesehatan tertentu, seperti:

  • Suplai darah yang tidak memadai. Penyempitan pembuluh darah arteri yang menghantarkan darah ke tungkai dapat menyebabkan nyeri yang menyerupai kram pada tungkai dan kaki saat berolahraga. Kram yang diakibatkan oleh hal ini umumnya segera mereda setelah berhenti berolahraga.
  • Kompresi persarafan. Kompresi saraf tulang belakang juga dapat menyebabkan sensasi nyeri yang menyerupai kram pada tungkai. Nyeri umumnya semakin berat semakin lama seseorang berjalan.
  • Kekurangan mineral di dalam tubuh, yaitu saat kadar kalium, kalsium, atau magnesium yang sangat sedikit dalam tubuh dapat berkontribusi terhadap terjadinya kram pada tungkai.
1 of 2

Cara mencegah kram otot

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menghindari terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan serta mineral yang terdapat dalam tubuh. Minumlah cairan dalam jumlah yang cukup setiap harinya. Jumlah cairan yang harus diminum tergantung dari asupan makanan, jenis kelamin, derajat aktivitas, udara, status kesehatan, dan adanya obat-obatan yang dikonsumsi.

Kecukupan cairan dalam tubuh dapat membantu otot melakukan kontraksi dan relaksasi, serta memastikan sel otot terhidrasi dengan baik. Selama beraktivitas, ingatlah untuk tetap mengganti cairan tubuh yang hilang dalam interval yang rutin, serta mengonsumsi air minum dan cairan lainnya setelah selesai.

Peregangan otot, atau juga dikenal dengan istilah stretching, sebelum dan setelah menggunakan kelompok otot tertentu selama waktu yang lama, juga bisa membantu mencegah timbulnya kram. Bila seseorang cenderung mengalami kram otot tungkai pada malam hari, peregangan otot dapat dilakukan sesaat sebelum tidur.

Kram otot merupakan salah satu kondisi yang dapat timbul pada saat menjalani aktivitas, apalagi aktivitas berat seperti yang dialami atlet bulu tangkis Anthony Ginting saat pertandingan. Oleh sebab itu, mengetahui penyebabnya dan menerapkan langkah-langkah yang penting untuk menghindarinya dapat menjadi salah satu solusi terbaik. Dengan mencegah dehidrasi dan melakukan peregangan otot, diharapkan kemungkinan terjadinya kram otot dapat diminimalkan.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓