5 Cara Alami Atasi Kram Otot Saat Olahraga

Oleh dr. Nadia Octavia pada 27 Aug 2018, 09:00 WIB
Apa pun jenis olahraga yang dilakukan, Anda tetap memiliki risiko terkena kram otot. Tak perlu khawatir, ini cara mengatasinya.
5 Cara Alami Atasi Kram Otot Saat Olahraga (Paolo Bona/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Perhelatan Asian Games yang saat ini sedang berlangsung membuat seluruh rakyat Indonesia terkena “demam” olahraga. Tidak dimungkiri, olahraga memang sangat baik untuk menjaga kebugaran tubuh. Bila dilakukan secara rutin dan teratur, aktivitas positif ini jdapat menghindarkan Anda dari penyakit diabetes, jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan lainnya. Namun, olahraga juga mempunyai efek samping khususnya bila dilakukan secara sembarangan. Salah satu efek samping yang paling sering terjadi adalah kram otot.

Kram otot terjadi apabila otot di tubuh berkontraksi secara tiba-tiba. Keadaan ini umumnya terjadi saat Anda berolahraga terlalu lama atau melakukan gerakan yang tidak biasa. Atlet bulu tangkis Indonesia, Anthony Ginting sempat mengalami cedera kram otot, beberapa waktu lalu, saat bertanding dalam ajang Asian Games.

Risiko kram otot bisa meningkat berlipat ganda jika Anda memiliki kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Lansia

Lansia cenderung lebih rentan mengalami penurunan massa otot. sehingga mudah mengalami kram.

  • Dehidrasi

Kelelahan dan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan terjadinya kram otot.

  • Ibu hamil

Tak hanya pada atlet dan orang yang hobi olahraga, kram otot juga lebih sering terjadi pada ibu hamil.

  • Kondisi medis tertentu

Anda lebih berisiko mengalami kram otot jika mengalami diabetes, gangguan saraf, gangguan hati. dan gangguan tiroid.

Mengatasi kram otot

Kram otot tergolong mudah ditangani. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini, di antaranya:

  1. Istirahat

Saat Anda mengalami kram otot, hal yang pertama harus dilakukan adalah beristirahat. Hentikan segala aktivitas, dan langsung posisikan tubuh senyaman mungkin.

  1. Regangkan dan lakukan pijatan

Regangkan otot yang kram dan lakukan pijatan halus, agar otot menjadi relaks. Jika Anda mengalami kram pada otot betis dan tidak mampu berdiri, duduklah di lantai atau kursi sambil posisi kali diluruskan.

  1. Gunakan kompres hangat atau dingin

Dengan menggunakan handuk hangat atau botol hangat, tempelkan pada otot yang mengalami kram. Selain itu, Anda juga bisa berendam di air hangat atau mandi dengan shower hangat yang langsung diarahkan pada otot yang kram.

Melakukan pijatan pada otot yang kram dengan bantuan handuk yang dibalut es juga dapat membantu meredakan rasa nyeri.

  1. Minum air putih

Air putih merupakan cara rehidrasi tubuh yang baik, sehingga otot-otot Anda dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Tak hanya itu, konsumsi air putih dalam jumlah cukup juga dapat “membenahi” sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan.

  1. Konsumsi makanan yang mengandung protein

Jika olahraga yang Anda lakukan berakhir pada kondisi kram otot, jangan sungkan untuk langsung mengonsumsi makanan berprotein. Faktanya, otot yang cedera membutuhkan asupan protein yang cukup untuk proses perbaikan diri.

Anda bisa mendapatkan protein dari ikan, daging merah, serta kacang-kacangan. Tetap ingat untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan, ya!

Kram otot dapat terjadi kapan saja, termasuk saat olahraga. Keluhan ini memang tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, namun dapat mengganggu aktivitas hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Karena itu, jika cara di atas masih belum mampu mengatasi kram otot yang terjadi, akan lebih baik bila Anda menyegerakan diri berobat ke dokter. Takutnya, kram otot yang Anda alami adalah akibat dari adanya penyakit lain yang lebih berbahaya.

[NB/ RVS]