Bolehkah Menyusui Bayi Saat Ibu Sedang Kena Cacar Air

Oleh dr. Jessica Florencia pada 27 Aug 2018, 11:05 WIB
Menyusui penting bagi perkembangan bayi dan memelihara ikatan antara ibu dan bayi. Tapi bolehkah menyusui bayi jika ibu kena cacar air?
Bolehkah Menyusui Bayi Saat Ibu Sedang Kena Cacar Air (Looker_Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Para ibu pasti tahu bahwa menyusui merupakan salah satu cara pemenuhan nutrisi bayi. ASI diketahui dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi serta membantu perkembangan tubuh dan otak hingga bayi beranjak dewasa. Namun, bolehkah tetap menyusui bayi saat ibu sedang terkena cacar air?

Perihal boleh atau tidaknya ibu memberikan ASI kepada bayi saat sedang kena cacar air, masih banyak pro dan kontra. Hingga saat ini belum ada panduan yang jelas. Rekomendasi dalam bidang kesehatan dibuat berdasarkan laporan kasus. Berikut ini adalah rekomendasi yang bisa dijadikan panduan bagi para ibu menyusui yang sedang mengalami infeksi.

Penting untuk memperhatikan waktu kemunculan cacar air pada ibu

Cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster dan menyebabkan adanya bentol-bentol kecil pada kulit yang berisi air. Pada saat seorang ibu terkena cacar air, ibu sangat infeksius mulai dari 1-2 hari sebelum muncul bentol berair pada kulit, hingga semua bentol pada kulit mengering. Untuk itu, direkomendasikan agar proses menyusui memperhatikan waktu munculnya penyakit.

Pada ibu yang muncul bentol berair pada kulit karena cacar air 5 hari sebelum melahirkan sampai dengan 2 hari setelah melahirkan, ibu direkomendasikan untuk dipisahkan dari bayinya. Alasannya adalah pada saat ini, jumlah virus di dalam darah dan risiko penularan infeksi sangat tinggi.

Bayi yang dilahirkan juga perlu diberikan VZIG (varicella-zoster imunoglobulin) serta diamati selama 21 hari pertama untuk melihat apakah bayi tertular cacar air. Pasalnya, pada masa ini ibu dapat menularkan cacar air dalam bentuk yang paling parah kepada bayi. Jika pada masa ini bayi terbukti sakit, maka bayi perlu diberikan obat antivirus.

ASI tetap dapat diberikan dengan diperah, dengan syarat tidak ada lesi pada daerah payudara ibu atau bayi telah diberikan kekebalan pasif VZIG.

1 of 2

Cara menyusui yang aman pada ibu yang terkena cacar air

Pada ibu yang terkena cacar air lebih dari 5 hari sebelum melahirkan atau lebih dari 3 hari setelah melahirkan, ibu sudah membentuk antibodi yang dapat mentransfer antibodi tersebut pada bayi. Transfer tersebut terjadi baik melalui plasenta maupun melalui ASI. Untuk itu, pada masa ini pemisahan antara ibu dan bayi tidak diperlukan. Pemberian kekebalan pasif (VZIG) juga tidak diperlukan. Ibu dapat menyusui bayi tapi tetap harus waspada, karena bayi tetap bisa tertular dan sakit ringan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ibu yang sedang terkena cacar air tetap bisa menyusui bayinya:

  1. Rajin mencuci tangan

Mencuci tangan merupakan tindakan pencegahan secara umum untuk menjaga supaya bayi tidak terkena infeksi—mengingat infeksi cacar air sangat menular. Ibu perlu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat sebelum menyusui, sebelum memegang bayi, dan setelah menyusui.

  1. Menggunakan masker

Penularan cacar air adalah melalui droplet yang keluar dari mulut atau hidung. Untuk itu, pencegahan dengan menggunakan masker merupakan tindakan yang penting, terutama pada saat ibu sedang menyusui.

  1. Menutup lesi atau bentol pada kulit dengan baik

Pada lesi atau bentol pada kulit cacar air tersimpan virus. Untuk itu, menutupinya sangat penting untuk mencegah penularan pada saat ibu menyusui.

Sampai sini diketahui bahwa ibu boleh menyusui bayi jika sedang kena cacar air. Namun, ibu perlu sangat memperhatikan waktu kemunculan cacar air, memiliki kewaspadaan tinggi, serta melakukan berbagai langkah pencegahan agar tidak menulari bayi.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓