Konsumsi Sabu seperti Fariz RM Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 27 Aug 2018, 15:00 WIB
Musisi Fariz RM mengaku menggunakan sabu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Berikut ini adalah fakta medisnya.
Konsumsi Sabu seperti Fariz RM Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh? (Moch-Harun-Syah/Liputan6)

Klikdokter.com, Jakarta Musisi senior Fariz RM diamankan polisi pada hari Jumat (24/80) lalu karena diketahui menggunakan narkoba. Barang bukti penangkapan tersebut terdiri dari 2 paket yang diduga berisi sabu, 9 butir alprazolam, 2 butir dumolid, dan alat hisap sabu. Dikatakan oleh pelantun lagu “Sakura” tersebut, ia menggunakan sabu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Ini bukan kali pertama Fariz RM terjerat kasus narkoba. Sebelumnya, ia pernah diciduk polisi karena penyalahgunaan psikotropika dan ganja pada tahun 2007 dan 2015.

Dalam pengakuannya, Fariz RM mengungkapkan dengan umur yang semakin tua sementara tuntutan pekerjaan tetap banyak, ia membutuhkan sabu untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Penyalahgunaan sabu

Sabu adalah sebutan untuk zat metamfetamin. Zat ini merupakan turunan dari amfetamin dan efedrin. Bentuknya yang seperti bubuk kristal digunakan dengan cara dibakar di atas kertas timah lalu dihirup asapnya atau ditumbuk kemudian dihirup langsung.

Di dalam tubuh, metamfetamin dalam sabu akan merangsang pelepasan dopamin sebagai senyawa dalam tubuh yang dapat meningkatkan motivasi, fungsi motorik, dan memberikan rasa nyaman. Selain itu, frekuensi denyut jantung, pernapasan, dan tekanan darah juga akan meningkat dengan konsumsi sabu.

Inilah yang menyebabkan pemakai sabu akan merasa sangat bertenaga, bersemangat, merasa sangat percaya diri, tidak lagi merasa lelah, dan lebih fokus. Efek tersebut akan dirasakan 20-30 menit setelah sabu dikonsumsi. Karena dirasa menguntungkan, tak heran bila banyak artis dan atlet yang mengonsumsi sabu untuk menambah stamina mereka dalam menjalani profesinya.

1 of 2

Bahaya konsumsi sabu

Di balik hal-hal yang telah dijelaskan di atas, sabu menyimpan berbagai bahaya bagi tubuh. Untuk mendapat efek yang sama, seseorang harus mengonsumsi sabu dalam jumlah yang semakin banyak. Bila terjadi terus menerus, tentu saja orang tersebut akan mengalami kecanduan. Bila dikonsumsi jangka panjang, sabu akan memberikan dampak sebagai berikut:

  • Gangguan di sistem saraf. Hal ini menyebabkan pemakainya merasa gemetaran (tremor) di otot tangan dan kaki.
  • Kerusakan gigi yang parah. Hal ini disebabkan karena kondisi mulut yang selalu kering dan gesekan pada gigi secara terus-menerus.
  • Luka di kulit karena garukan. Penderita kecanduan sabu akan merasa ada kutu yang merayap di kulitnya, sehingga akan menggaruk secara intens. Garukan tersebut akan menimbulkan luka.
  • Rusaknya organ tubuh. Kerusakan berbagai organ tubuh seperti bagian paru (terutama bila dihirup langsung), ginjal, dan hati.
  • Stroke dan penyakit jantung. Bila tekanan darah terus-menerus meningkat dan denyut jantung selalu cepat dan tidak beraturan, Anda dapat terkena stroke dan serangan jantung.. 

Berbagai efek samping tersebut sangat merugikan, berpotensi menimbulkan kecacatan tubuh permanen, bahkan mengancam nyawa. Di Indonesia, sabu bahkan tercatat sebagai pembunuh nomor dua setelah putau. 

Hindari sabu, lakukan ini!

Kembali pada kasus Fariz RM, anggapan bahwa sabu dapat meningkatkan daya tahan tubuh jelas keliru. Nikmat sesaat yang ditawarkan oleh sabu tidaklah sebanding dengan efek buruk dan mematikan yang dapat ditimbulkannya.

Ada banyak cara sehat untuk meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh tetap prima. Mulailah dengan menerapkan pola makan sehat, perbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya akan antioksidan. Rutinlah berolahraga, minimal tiga kali seminggu selama 30 menit. Dan yang tidak kalah penting, istirahatlah dengan cukup, setidaknya tidur 8 jam per hari. Bila dirasa perlu, Anda bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung multivitamin dan mineral untuk memastikan kecukupan mikronutrien harian.

Tak perlu mengambil risiko konsumsi sabu untuk mendapat energi tambahan seperti yang dilakukan Fariz RM. Sebab, meningkatkan daya tahan tubuh juga bisa dilakukan dengan cara yang lebih sehat dan aman bagi tubuh. Dengan menerapkan pola hidup sehat, niscaya daya tahan tubuh Anda pun akan tetap terjaga.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓