5 Hal yang Bikin Tubuh Gampang Memar

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 30 Aug 2018, 07:00 WIB
Apakah tubuh Anda gampang memar? Sebaiknya jangan anggap remeh, karena bisa jadi lima penyakit ini adalah penyebabnya.
5 Hal yang Bikin Tubuh Gampang Memar (Teerachai_P/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memar merupakan gejala kulit berwarna kebiruan atau keunguan yang bisa timbul ketika ada bagian tubuh yang mengalami cedera. Memar terjadi akibat adanya pembuluh darah di bawah kulit yang pecah, sehingga darah jadi menumpuk di jaringan bawah kulit. Memar bisa jadi sesuatu yang wajar, tapi tubuh gampang memar, dalam arti terjadi tanpa didahului benturan, bisa jadi ini menandakan adanya gangguan pada tubuh.

Jika Anda sering mengalami memar yang bukan diakibatkan karena benturan, berikut ini adalah beberapa penyakit yang mendasarinya.

  1. Demam berdarah dengue

Demam berdarah dengue (DBD) dapat menyebabkan tubuh mudah memar akibat trombosit rendah yang diakibatkan oleh penyakit ini. DBD ditandai dengan demam tinggi secara tiba-tiba, nyeri pada sendi, sakit kepala atau rasa nyeri di belakang mata, lalu diikuti dengan  kemunculan bintik merah di kulit atau lebam, atau perdarahan lainnya.

Memar akibat DBD umumnya tak membahayakan dan akan sembuh dengan sendirinya setelah trombosit kembali dalam jumlah normal.

  1. Immune thrombocytopenia purpura (ITP)

ITP merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan trombosit yang rendah akibat penghancuran trombosit tanpa sebab yang jelas oleh hati dan limpa. Penyakit ini lebih banyak dijumpai pada laki-laki dan anak-anak.

Hingga kini, penyebab pasti ITP belum diketahui. Umumnya, orang dengan ITP akan mudah mengalami memar, gusi mudah berdarah, atau mudah mengalami mimisan tanpa didahului demam.

  1. Hemofilia

Hemofilia merupakan gangguan pembekuan darah yang ditandai dengan kekurangan faktor VIII atau faktor IX. Faktor tersebut sangat dibutuhkan agar proses pembekuan darah dapat berjalan dengan baik.

Hemofilia merupakan penyakit yang diturunkan secara genetik dan terkait dengan kromosom X. Oleh karena itu, hemofilia hanya dapat dialami oleh laki-laki saja. Perempuan tidak dapat mengalami penyakit ini, melainkan hanya menjadi pembawa gen saja.

Gejala hemofilia dapat terlihat sejak bayi atau anak-anak. Tanda yang terlihat adalah lutut mudah mengalami memar atau bengkak saat belajar merangkak atau berjalan. Gangguan perdarahan lainnya juga dapat terjadi seperti perdarahan saluran pencernaan yang ditandai dengan feses berwarna hitam atau muntah bercampur darah, atau bisa juga terjadi perdarahan pada otak.

  1. Skurvi

Skurvi merupakan penyakit yang terjadi akibat kekurangan vitamin C (asam askorbat). Vitamin C merupakan zat yang dibutuhkan untuk membuat kolagen. Karena sebagian besar komponen dinding pembuluh darah dibentuk dari kolagen, kekurangan vitamin C bisa menjadikan dinding pembuluh darah rapuh dan mudah pecah.

Pada penyakit skurvi, gejala yang muncul adalah berupa memar-memar dan gusi mudah bengkak serta berdarah. Penyakit ini dapat terjadi pada orang-orang yang sangat jarang mengonsumsi buah dan sayur.

  1. Kekurangan vitamin K

Vitamin K merupakan salah satu nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh karena diperlukan untuk membentuk faktor pembekuan darah. Jika tubuh mengalami kekurangan vitamin K, maka darah akan sulit membeku bila pembuluh darah pecah.

Memar-memar di kulit merupakan gejala tersering yang dialami orang yang kekurangan vitamin K. Dalam keadaan kekurangan vitamin K yang berat, perdarahan saluran cerna dan perdarahan otak juga bisa terjadi.

Kekurangan vitamin K paling sering terjadi karena efek samping konsumsi obat pengencer darah bernama warfarin. Sementara itu, kekurangan vitamin K juga bisa terjadi pada bayi baru lahir yang tidak mendapatkan suntikan vitamin K segera setelah lahir.

Tubuh yang mudah memar, apalagi yang timbul tanpa didahului benturan sebaiknya tidak dianggap sepele. Waspadalah terhadap kelima kemungkinan penyakit di atas. Jika Anda menemukan beberapa gejala yang Anda curigai sebagai biang kerok memar pada tubuh, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RN/ RVS]