Atasi Kram Otot, Lebih Baik Minyak Karo atau Salep Pereda Nyeri?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 29 Aug 2018, 16:30 WIB
Minyak karo menjadi terkenal setelah Anthony Ginting memakainya untuk redakan kram otot. Lebih efektifkah dari salep pereda nyeri?
Atasi Kram Otot, Lebih Baik Minyak Karo atau Salep Pereda Nyeri? (De-Repente/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa waktu lalu, atlet bulu tangkis Anthony Ginting mengalami cedera kram otot saat melawan Shi Yuqi pada final beregu bulu tangkis Asian Games 2018. Tak selang waktu lama, ia dikabarkan sembuh dari cederanya. Anthony dikabarkan tidak memakai salep pereda nyeri untuk meredakan kram ototnya. Pilihannya, jatuh kepada minyak karo yang diberikan oleh sang ibunda, Lucia Sriati.

Ibunda Anthony Ginting yang tinggal di Bandung sampai bergegas ke Jakarta untuk mengantarkan minyak karo tersebut. Tujuannya, agar Antony bisa segera memakainya dan terhindar dari kram otot saat bertanding di nomor perorangan. Entah benar karena minyak karo atau bukan, Anthony Ginting memang tampil luar biasa dan sampai ke semifinal.

Manfaat minyak karo

Sejauh ini memang belum ada penelitian medis soal keampuhan minyak karo. Soal khasiat, minyak yang merupakan warisan herbal turun-temurun dari tanah Karo, Sumatera Utara, tersebut dipercaya bisa membuat tubuh yang pegal menjadi bugar dan otot-otot tidak lagi tegang.

Dua bahan yang terkandung di dalam minyak karo adalah minyak kelapa dan temulawak. Seperti yang Anda tahu, minyak kelapa yang biasanya dicampur dengan cengkeh dan lada―seperti pada komposisi minyak tawon―bisa membuat tubuh terhindar dari pegal-pegal. Sementara itu, temulawak bisa mencegah sel-sel otot dari kerusakan berkat kandungan kurkumin (antioksidan) yang ada di dalamnya.

Minyak karo vs salep pereda nyeri

Dua tindakan yang paling sering dilakukan untuk mengatasi keluhan kram otot adalah penggunaan kompres panas dan dingin, maupun teknik pemijatan tradisional oleh orang yang ahli. Namun, tak sedikit pula orang yang memilih salep pereda nyeri sebagai solusi alternatif untuk mengatasi keluhan tersebut.

Terkait salep pereda nyeri, dr. Rio Aditya menyebutkan bahwa kandungan yang ada pada salep jenis ini akan diserap cepat oleh kulit sehingga bisa membantu mengatasi keluhan nyeri.

“Salep pereda nyeri atau analgesik biasanya juga memiliki kandungan natrium diklofenak yang bermanfaat untuk mencegah peradangan,” ungkap dr. Rio.

Apabila dibandingkan dengan obat pereda nyeri yang diminum, salep pereda nyeri (oles) jauh lebih baik. Itu karena obat antinyeri dan antiradang yang dikonsumsi secara oral lebih tinggi kemungkinannya menyebabkan efek samping seperti iritasi lambung, peningkatan tekanan darah, dan risiko terjadinya gangguan ginjal maupun jantung.

Lantas, bagaimana bila salep pereda nyeri dibandingkan dengan minyak karo? Apakah salep lebih baik? Tentu saja pilihan ini dikembalikan lagi kepada kebutuhan setiap orang.

Baik minyak karo maupun obat pereda nyeri, keduanya memiliki manfaat masing-masing. Jika Anda merasa minyak karo lebih baik, tak ada salahnya untuk menggunakannya di saat kram otot terjadi. Sebaliknya, jika Anda yakin bahwa salep pereda nyeri jauh lebih baik dan terbukti efektif, gunakanlah itu sebagai solusi utama masalah otot yang Anda alami.

Namun, entah minyak karo atau salep pereda nyeri yang menjadi pilihan utama, Anda tetap harus menggunakannya dengan baik dan benar sesuai dengan dosis yang tertera di label kemasan. Dan yang lebih penting, jika kram otot tak kunjung hilang dalam beberapa hari, segera periksakan ke dokter.

[NB/ RVS]