Menyelidiki CBD Oil dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 30 Aug 2018, 12:30 WIB
CBD oil, bisa diartikan pula sebagai minyak ganja, marak digunakan sebagai pengobatan. Apakah ini benar-benar bermanfaat?
Menyelidiki CBD Oil dan Manfaatnya bagi Kesehatan (Roxana Gonzalez/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda mendengar tentang CBD oil? Singkatnya, ini adalah minyak yang diekstrak dari daun ganja. Minyak dengan nama lengkap Cannabidiol oil ini dituding bisa memberikan segudang manfaat sehat, meski ganja itu sendiri menjadi adalah sesuatu yang dilarang di Indonesia.

Berdasarkan penjelasan dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, ganja termasuk ke dalam golongan zat adiktif yang bisa menimbulkan ketergantungan, intoksikasi, dan reaksi putus zat.

“Meski identik dengan efek euforia dan kesenangan, ganja juga bisa menyebabkan depresi, paranoid, gangguan cemas, hingga serangan panik. Penggunaan ganja secara berkelanjutan bahkan dihubungkan dengan mengecilnya daerah otak (hippocampus dan amygdala) yang berhubungan dengan psikosis, depresi, dan penurunan kognitif,” ujar dr. Vita.

Lalu, bagaimana dengan CBD oil? Apakah efeknya serupa dengan yang disebutkan di atas?

Mengungkap manfaat CBD oil untuk kesehatan

CBD oil diekstraksi dari salah satu senyawa kimia yang diproduksi oleh tanaman ganja. Hal ini dijelaskan oleh peneliti dari American Cannabis Nurses Association, Sarah Cohen.

CBD oil didapat ketika Anda mengambil cannabinoid dari ganja, dan mencampurnya dengan sejenis minyak kelapa. Sementara itu, THC atau tetrahydrocannabinol―senyawa dalam ganja yang membuat Anda mabuk―bisa jadi tidak dilibatkan dalam pembuatan CBD oil.

Menarik kesimpulan dari pernyataan di atas, CBD oil berarti tidak akan membuat penggunanya mabuk. Tugas dan fungsi minyak ini hanya ditujukan untuk membantu mengurangi kecemasan dan depresi.

Pengguna CBD oil di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka berhenti menggunakan obat kimia setelah menggunakan ramuan ini. Bahkan, 80 persen dari orang-orang tersebut mengatakan bahwa mereka merasa bahwa CBD oil sangatlah ampuh.

Meski tak sedikit orang yang mengakui manfaat minyak tersebut, CBD oil sejatinya tak bisa sembarangan diedarkan. Ini karena beberapa wilayah, termasuk Indonesia, memiliki aturan tersendiri dalam penggunaan segala unsur yang berhubungan narkotika.

Fakta lain tentang ganja

Kendati dianggap sebagai narkotika dan berbahaya bagi kesehatan, ganja itu sendiri sebenarnya sedang diperbincangkan sekaligus diteliti untuk menjadi obat herbal yang mampu memperlampat atau menghentikan penyebaran sel kanker.

Itu karena jurnal Molecular Cancer Therapeutics mengungkapkan bahwa cannabidiol (salah satu senyawa pada ganja) memiliki kemampuan untuk menghentikan kanker dengan mematikan gen yang disebut Id-1. Ini telah diakui oleh sejumlah praktisi medis.

Tak sebatas itu, ganja juga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit Parkinson, glaukoma, serta Alzheimer. Terkait hal ini, para ahli masih melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa ganja bisa benar-benar bermanfaat demikian.

Di sisi lain, status ganja di Indonesia termasuk ke dalam golongan I narkotika. Ini artinya, seseorang yang kedapatan memiliki ganja dapat dikenakan hukuman penjara minimum 4 tahun (Pasal 111 UU No. 35 Narkotika 2009).

Jadi, meski disinyalir dapat memberikan beragam manfaat sehat, Anda tetap diminta untuk menahan diri dari ganja dan produk olahannya seperti CBD oil. Jangan sampai iming-iming yang belum pasti justru menjerumuskan Anda ke hal-hal yang tidak diinginkan. Salam sehat!

[NB/ RVS]