Gangguan Kesehatan yang Bisa Terjadi Akibat Naik Pesawat

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 30 Aug 2018, 15:00 WIB
Apakah Anda sering bepergian dengan pesawat? Awas, beberapa penyakit ini bisa saja terjadi pada diri Anda karena sering naik pesawat.
Gangguan Kesehatan yang Bisa Terjadi Akibat Naik Pesawat (Jaromir-Chalabala/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Moda transportasi udara adalah yang paling ideal untuk bepergian ke luar kota. Selain bisa sampai lebih cepat, perjalanan udara menggunakan pesawat juga membuat Anda bisa menikmati pemandangan dari atas.

Namun sayang, di balik kenikmatan yang ditawarkan, naik pesawat juga bisa mendatangkan masalah bagi kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang dimaksud, antara lain:

1. Sumbatan pembuluh darah vena dalam

Salah satu masalah yang paling mungkin terjadi akibat sering naik pesawat adalah terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah vena bagian dalam alias deep vein thrombosis (DVT). Keadaan ini bisa terjadi akibat berbagai mekanisme, di antaranya:

● Sirkulasi darah berjalan lambat. Ini biasanya terjadi jika Anda tidak bergerak dalam jangka waktu yang lama.

● Darah kental atau mudah menggumpal, seperti pada penderita penyakit kelebihan darah (polisitemia vera).

● Kerusakan lapisan pada pembuluh darah vena, misalnya akibat proses peradangan, pembedahan, dan lainnya.

Pada kasus sumbatan pembuluh darah vena akibat naik pesawat, hal ini terjadi akibat sirkulasi darah yang berjalan lambat. Pasalnya, Anda hanya duduk diam selama perjalanan, dengan posisi kaki yang sedikit di tekuk akibat situasi tempat duduk yang sempit.

2. Gangguan sistem imun

Orang yang sering bepergian dengan pesawat dituntut untuk memiliki stamina yang tinggi, karena harus keluar–masuk bandara, melewati berbagai pemeriksaan, berjalan dari satu terminal ke terminal lainnya, menggotong barang bawaan, dan mengalami keterbatasan istirahat di tempat yang seadanya. Semua hal tersebut dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh akibat kelelahan dan kurang istirahat.

Sering bepergian ke luar negeri yang memiliki perbedaan waktu cukup banyak dengan negara asal juga dapat menyebabkan jetlag atau gangguan irama sirkadian tubuh. Gangguan ini menyebabkan tubuh kesulitan beradaptasi, terutama untuk mengenali siang dan malam, sehingga istirahat dapat terganggu. Kondisi ini pun dapat berlangsung hingga beberapa hari, dan sangat mungkin untuk menyebabkan keluhan badan lemas.

3. Gangguan telinga, hidung, dan tenggorokan

Tekanan udara di ketinggian yang lebih rendah daripada di permukaan akan membuat udara dalam rongga-rongga tubuh memuai, termasuk udara yang terdapat di ruangan dalam telinga, hidung, dan wajah. Proses ini akan menyebabkan berbagai gejala, mulai dari rasa tidak nyaman, gangguan pendengaran, hingga mimisan.

4. Dehidrasi

Berada di dalam ruangan yang memiliki pendingin udara dengan sirkulasi tertutup, seperti dalam kabin pesawat, dapat membuat Anda dehidrasi. Hal ini disebabkan rendahnya kelembapan udara dalam kabin yang membuat mata, kulit, hidung dan tenggorokan menjadi lebih cepat kering.

Saking seringnya terjadi, The Aerospace Medical Association menganjurkan penumpang pesawat untuk minum setidaknya 0,25 liter air untuk setiap satu jam penerbangan. Ini berarti, untuk dua jam penerbangan Jakarta–Bali, Anda dianjurkan untuk minum minimal setengah liter air, mulai dari pesawat lepas landas hingga mendarat kembali.

Sebagai orang yang sering bepergian naik pesawat, Anda perlu waspada akan risiko berbagai masalah kesehatan seperti di atas. Tak ada salahnya untuk mempersiapkan diri dengan menerapkan gaya hidup sehat mulai saat ini. Jangan lupa untuk berolahraga secara rutin dan teratur, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari, hindari rokok dan alkohol, serta cukup istirahat. Dengan ini semua, diharapkan gangguan kesehatan akibat naik pesawat tak akan terjadi di kemudian hari.

[NB/ RVS]