Benarkah Kehujanan Rentan Bikin Pusing?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 04 Sep 2018, 13:50 WIB
Banyak orang percaya bahwa kehujanan bisa bikin pusing. Apakah ini cuma mitos atau memang didukung fakta medis? Temukan jawabannya di sini.
Benarkah Kehujanan Rentan Bikin Pusing? (Anna Bizoń/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa daerah di Indonesia sudah memasuki musim penghujan, termasuk di Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi wilayah Indonesia bagian Barat akan mengalami intensitas hujan yang tinggi pada bulan Oktober dan November. Biasanya, orang malas terpapar hujan karena kehujanan dianggap bisa bikin pusing. Benarkah demikian?

Sebagian orang percaya, ketika kepala terkena hujan ketika sedang tidak memakai topi, helm, atau pelindung kepala lainnya, kepala akan menjadi pusing. Bahkan, anggapan ini diperkuat dengan laporan keluhan pusing setelah kehujanan.

Meski begitu, dr. Muhammad Anwar Irzan menjelaskan kepada KlikDokter bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang menjelaskan hubungan antara sakit kepala dan pusing yang timbul akibat paparan air hujan. Bisa ya bisa tidak, hubungan ini bisa dipahami lewat penelusuran reaksi dan mekanisme tubuh dan dapat ditarik rantai asumsi yang logis.

Kemungkinan penyebab pusing yang timbul setelah kehujanan

Berikut ini adalah kemungkinan paling kuat dari pencetus sakit kepala dan pusing akibat kehujanan.

  1. Perubahan suhu tubuh yang mendadak

Umumnya, penyebab orang menjadi sakit kepala atau merasa pusing setelah kehujanan adalah akibat suhu dingin yang tidak biasa, dan biasanya terjadi secara tiba-tiba. Perubahan ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan penyempitan pembuluh darah.

Menurut dr. Anwar, air hujan akan membuat suhu tubuh lebih dingin, terutama di daerah kepala. Kondisi ini memaksa tubuh berusaha mengeluarkan energi lebih besar untuk mengurangi rasa dingin tersebut. Hal inilah yang kemudian membuat orang jadi sakit atau memicu sakit kepala. Penyebab lainnya adalah tekanan udara yang rendah saat hujan atau mendung turut mengakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga memicu terjadinya sakit kepala atau penyakit infeksi lainnya.

  1. Infeksi

Kembali dikatakan oleh dr. Anwar, ketika hujan atau cuaca menjadi lebih dingin virus akan menyebar lebih cepat dan menginfeksi satu sama lain yang membuat seseorang menjadi lebih mudah sakit karena sistem kekebalan tubuh yang menurun.

  1. Kandungan pada air hujan

Air hujan mengandung gas-gas atau senyawa yang ada di udara sehingga lebih bersifat asam. Kandungan inilah yang bisa membuat orang menjadi merasa pusing. Hujan yang turun rintik-rintik atau gerimis membuat konsentrasi asam dari gas dan senyawa ini semakin besar, sehingga orang bisa tetap sakit meski hanya terkena gerimis.

1 of 2

Cara mencegah sakit kepala saat musim hujan

Semua kemungkinan penyebab pusing atau sakit kepala akibat kehujanan bisa dicegah. Ini dari pencegahannya adalah memastikan tubuh Anda dalam suhu yang baik dan melindung kepala dari air hujan. Ikuti langkah-langkah ini:

  • Jika Anda pengguna sepeda motor, saat hujan sebaiknya menggunakan pakaian pelindung yang tebal seperti sweter atau jaket yang dilapisi dengan jas hujan. Penting juga untuk mengonsumsi suplemen atau vitamin guna meningkatkan stamina tubuh jika sering kehujanan.
  • Segera ganti pakaian yang basah terkena hujan. Ini karena beberapa penyakit yang muncul setelah kehujanan seperti sakit kepala, flu (akibat virus atau paparan udara dingin), dan penyakit infeksi menular karena tubuh yang basah dan pakaian yang lembab karena kehujanan. Efek lainnya bisa menyebabkan gatal dan jamur di kulit.
  • Jika kepala terkena air hujan, segera bilas rambut agar senyawa-senyawa dan gas yang bersifat asam karena terbawa air hujan bisa hilang. Setelah itu, segera ganti pakaian yang basah agar suhu tubuh tidak semakin dingin, yang dapat membuat kekebalan tubuh makin menurun sekaligus menghindari masalah kulit.

Saat hujan perlahan sering menyapa, tak ada salahnya menyiapkan pelindung seperti payung atau topi agar terhindar dari kehujanan yang kemungkinan bikin Anda rentan pusing. Jangan lupa juga untuk menyediakan jas hujan atau mantel agar tubuh tidak basah, dan jika perlu bawa baju ganti agar baju yang basah bisa segera diganti.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓