Kenali 13 Bahan Berbahaya dalam Produk Perawatan Rambut

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 06 Sep 2018, 08:00 WIB
Ketahui bahan-bahan berbahaya dalam produk perawatan rambut agar Anda dapat memilih produk yang aman. Ini panduannya.
Kenali 13 Bahan Berbahaya dalam Produk Perawatan Rambut (Gowithstock/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Perawatan rambut tak hanya diperlukan wanita, begitu juga pria agar rambut senantiasa sehat dan indah alami. Tanpa perawatan tepat, berbagai masalah pada rambut bisa timbul.

Ada banyak sekali produk perawatan rambut yang beredar di pasaran. Namun, Anda harus berhati-hati dengan komposisinya. Pasalnya, ada beberapa bahan berbahaya dalam produk perawatan rambut yang dijual bebas. Komponen yang berbahaya tersebut tak hanya dapat menggerogoti kesehatan rambut, tapi juga kesehatan tubuh secara umum.

Waspada bahan berbahaya dalam produk perawatan rambut

Meski menghiasi rak-rak swalayan atau toko kesehatan dan kecantikan ternama, tapi nyatanya tak sedikit produk perawatan rambut yang belum tentu aman dan teruji dengan baik. Oleh karenanya, sangat penting untuk mengetahui bahan atau zat berbahaya apa saja yang terkandung dalam produk perawatan rambut.

  1. Ammonium lauryl sulfate (ALS) atau sodium laureth sulfate (SLES)

Sulfat merupakan detergen sangat kuat yang baik untuk melepaskan minyak dari rambut. Namun, ini berarti ada risiko hilangnya kelembapan rambut. Sulfat termasuk ke dalam jenis surfaktan, yaitu senyawa yang mengurangi tekanan permukaan. Bahan ini umum digunakan dalam sampo.

Sulfat bekerja melalui reaksi kimia, yaitu dengan mengikat sebum dan air pada kulit kepala. Saat Anda membilas sampo, surfaktan mengangkat semua minyak di kepala dan sisanya. Agen pembersih ini sangat keras sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada rambut, membuatnya rapuh, dan bikin rambut kusut (atau makin kusut). Bahan ini juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang dengan kulit sensitif.

  1. Sodium lauryl sulfate (SLS)

Detergen ini pada dasarnya bekerja seperti SLES pada rambut. SLS merupakan komponen yang umum digunakan pada banyak produk rumah tangga seperti pembersih tubuh, pasta gigi, dan produk pembersih. SLS dapat menyebabkan mutasi gen dan efek toksik lainnya pada tubuh manusia.

  1. Paraben

Paraben biasa ditemui pada bahan sampo. Bahan ini digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri pada banyak kosmetik dan sampo. Paraben dapat menyerupai hormon estrogen dan telah dikaitkan dengan peningkatan perkembangan sel kanker payudara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki konsentrasi paraben lebih tinggi dibandingkan pria, yang mungkin akibat dari penggunaan produk kosmetik dan perawatan tubuh lebih banyak.

1 of 3

Selanjutnya

  1. Sodium chloride atau natrium klorida

Natrium klorida merupakan garam sederhana. Penggunaan garam pada sampo dan kondisioner bertujuan untuk menciptakan kepekatan. Garam dapat membuat kulit kepala yang sensitif menjadi kering dan gatal, sehingga bisa mengakibatkan kerontokan rambut. Kandungan ini juga dapat menyebabkan iritasi dan “membakar” mata jika terkena sampo.

  1. Polyethylene glycols (PEG)

Bahan ini juga merupakan agen penebal yang sering terkontaminasi dengan produk sampingan. PEG dapat berbahaya secara langsung karena berasal dari petroleum. Meski belum ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa PEG toksik, tapi produk sampingannya seperti ethylene oxides dan 1,4-dioxane diketahui berbahaya.

  1. Diethanolamine (DEA) dan triethanolamine (TEA)

DEA dan TEA merupakan agen pengemulsi dan berbusa yang dapat mengurangi tekanan permukaan antara senyawa berbeda, sehingga bahan yang larut air dan larut lemak dapat tercampur. Pada tahun 1998, peneliti menemukan adanya hubungan antara aplikasi topikal DEA dan kanker pada hewan selama tes laboratorium. Namun, berdasarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), tidak ada bukti yang mengaitkan penggunaan DEA dan kanker pada manusia.

  1. Formaldehida

Dari semua bahan sampo yang berbahaya, bahan ini mungkin paling menyeramkan. Bahan ini dikenal berdampak karsinogenik pada manusia, dan telah terbukti dapat diserap melalui kulit pada pengujian hewan.

Perusahaan sering menambahkan bahan ini secara langsung. Namun, bahan ini juga dapat dilepaskan dari waktu ke waktu melalui proses kimia. Pelepas formaldehida memiliki nama berbeda dan tidak selalu jelas. Akan tetapi, nama umum yang kerap digunakan pada sampo yaitu quaternium-15.

Pada tahun 2013, ratusan wanita di Amerika Serikat mengalami kerontokan rambut, rasa terbakar pada kulit kepala dan rambut yang rusak, serta perubahan warna setelah menggunakan produk yang mengandung pelepas formaldehida.

2 of 3

Selanjutnya (2)

  1. Synthetic fragrances

Produk yang memiliki wewangian pada label berarti memiliki ribuan bahan kimia tersembunyi. Beberapa bahan pada produk kosmetik dengan wewangian dapat mengganggu sistem reproduksi. Bahan ini juga dapat menyebabkan kanker, asma, dan bisa memengaruhi ASI pada ibu menyusui. Seperti banyak bahan lainnya, wewangian dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan kulit kepala sehingga menyebabkan kerontokan rambut.

  1. Synthetic colors

Kebanyakan sampo dan kondisioner mengandung pewarna sintetis agar rambut terlihat bagus. Warna tersebut datang dari petroleum atau sumber tar batu bara yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Bahkan ada temuan yang mengaitkan bahan ini dengan kanker.

  1. Dimethicone

Jenis silikon ini merupakan plastik dasar yang digunakan pada banyak produk rambut dan membuat rambut berminyak. Namun, sisi positifnya kandungan ini bisa membuat rambut tampak berkilau.

Bahan ini bekerja seperti pelindung permukaan rambut, yang ternyata bisa menyebabkan berhentinya kelembapan dan pemberian nutrisi dan penumpukan kotoran. Ini tentunya bisa menimbulkan penyumbatan pori pada kulit kepada dan menyebabkan iritasi kulit.

  1. Cocamidopropyl betaine

Meski klaimnya alami, tapi banyak sampo yang mengandung bahan ini. Cocamidopropyl betain adalah pembuat busa. Produk perawatan rambut yang menggunakan bahan ini bersama dengan dimethylaminopropylamine dapat menyebabkan iritasi kulit, alergi, rosasea, dan eksem.

  1. Triklosan

Sejak tahun 2016, triklosan dilarang untuk digunakan sebagai sabun antibakteri. Sayangnya, masih banyak produsen yang tutup telinga dan tetap menggunakannya dalam pasta gigi, sampo, dan deodoran.

Agen antibakteri kimia ini diketahui dapat menyebabkan gangguan hormon yang menyebabkan kanker, perkembangan masalah saraf, dan memengaruhi perkembangan janin.

  1. Retinyl palmitate

Bahan ini merupakan turunan dari retinol yang kerap ditemui dalam sampo. Bahan ini diketahui bisa membuat iritasi pada kulit, pengelupasan, kulit bersisik, kemerahan, dan gatal. Terdapat peringatan akan efek samping bahan ini, meliputi kanker, masalah reproduksi, dan toksisitas organ.

Mengetahui berbagai bahan berbahaya dalam produk perawatan rambut dapat membantu Anda mengenali mana produk berbahaya dan mana yang aman digunakan. Ingat, membeli produk perawatan rambut di toko terkemuka bukan jaminan produk yang Anda pilih aman. Tak ada salahnya menghabiskan waktu (lebih) lama membaca label kemasan jika kesehatan rambut dan tubuh adalah taruhannya.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓