Musim Hujan Hampir Tiba, Waspada 5 Penyakit Ini

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 07 Sep 2018, 07:00 WIB
Musim hujan mulai menampakkan batang hidungnya. Selalu jaga kesehatan Anda dan kelaurga dari penyakit yang rentan menyerang di musim ini.
Musim Hujan Hampir Tiba, Waspada 5 Penyakit Ini (Apirak Sangprot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Cuaca menampakkan bahwa musim hujan akan segera tiba. Persiapan apa saja yang telah Anda lakukan dari segi kesehatan? Ingat, hal ini penting dilakukan agar Anda dapat menjalani aktivitas secara normal tanpa didera berbagai macam penyakit!

Diungkapkan oleh dr. Jessica Florencia dari KlikDokter, musim hujan bisa rawan serangan penyakit karena berbagai jenis mikroba akan mudah berkembang biak.  “Musim hujan adalah musim yang sangat cocok untuk perkembangbiakan bakteri, virus, dan jamur yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.”

Apa saja penyakit yang siap mengintai Anda saat musim hujan? Berikut ini adalah beberapa penyakit yang patut diwaspadai di musim hujan:

  1. Selesma dan influenza

Selesma dan influenza merupakan dua penyakit yang sering terjadi pada musim hujan. Keduanya dapat memberikan gejala yang sama, meski disebabkan oleh jenis virus berbeda. Selesma disebabkan oleh rhinovirus, sedangkan influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A, tipe B ataupun tipe C.

Virus-virus tersebut dapat lebih mudah berkembang biak saat suhu tubuh seseorang menurun. Penyebaran virus juga bisa menjadi sangat cepat jika etika batuk atau bersin yang tepat tidak diterapkan, serta jika tidak memelihara kebersihan tangan.

  1. Diare

Meski terlihat sebagai penyakit yang sederhana, diare dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian jika tak diatasi dengan baik. Diare saat musim hujan umumnya diakibatkan oleh adanya penurunan kualitas kebersihan, sehingga perkembangan mikroba pun tak dapat terhindarkan.

Anda dapat mencegah diare pada musim hujan dengan mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, mencuci bersih buah, sayur, dan semua bahan makanan yang akan dikonsumsi, masak air hingga matang, serta memelihara kebersihan lingkungan sekitar.

  1. Demam berdarah

Virus dengue yang menyebabkan demam berdarah, dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini berkembang biak di genangan air yang banyak ditemukan saat musim hujan. Gejala deman berdarah meliputi demam tinggi, trombosit rendah, dan ruam kemerahan di kulit.

Anda dapat mencegah demam berdarah pada musim hujan dengan menerapkan gerakan 4M plus. Pada dasarnya, upaya pencegahan DBD dapat dilakukan dengan memelihara kebersihan rumah serta lingkungan tempat tinggal. Karena itu, usaha-usaha yang Anda lakukan sebaiknya juga melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan Anda.

  1. Demam tifoid

Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Makanan dan minuman yang dijual di pinggir jalan yang terbuka lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri ini. Tanda dan gejala demam tifoid adalah demam pada malam hari yang menurun pada pagi dan siang hari, sakit kepala, diare atau konstipasi, lemas, dan nafsu makan berkurang. Salah satu cara untuk menghindarkan diri Anda dari demam tifoid adalah mencuci tangan sesering mungkin.

  1. Malaria

Malaria disebabkan oleh nyamuk Anopheles betina yang berkembang biak di daerah air tergenang. Karena itu, malaria menjadi salah satu penyakit yang umum terjadi di musim hujan. Demam, nyeri otot dan menggigil adalah gejala malaria yang paling menonjol.

Untuk Anda yang tinggal selama jangka panjang di daerah endemis malaria atau hanya bepergian sebentar, dapat menghindari gigitan nyamuk Anopheles dengan cara menggunakan losion antiserangga yang mengandung diethyltoluamide (DEET), mengenakan pakaian yang menutupi lengan dan kaki, memakai kelambu berinsektisida untuk tempat tidur, serta menyalakan pendingin ruangan, terutama saat malam hari.

Selalu jaga kesehatan Anda saat musim hujan, jika tak ingin terserang lima penyakit di atas. Rajin cuci tangan, konsumsi makanan bergizi, dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan adalah beberapa cara terbaik yang dapat Anda lakukan demi mencegah agar tidak terkena  penyakit.

[RS/ RVS]