Kenali Gejala Seseorang Ingin Bunuh Diri

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 10 Sep 2018, 14:45 WIB
Bunuh diri adalah kasus serius yang sering disepelekan. Yuk kenali gejala seseorang ingin bunuh diri sehingga ia bisa mendapatkan bantuan.
Kenali Gejala Seseorang Ingin Bunuh Diri (Goran-Bogicevic/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bunuh diri adalah salah satu penyebab utama kematian di negara-negara besar. Kasus depresi meningkat tajam akibat berbagai faktor, mulai dari tekanan ekonomi, sosial, dan lain-lain. Jika stres tidak ditangani dengan baik, depresi bisa muncul, dan ketika depresi terus dibiarkan, tak jarang kondisi ini berujung pada percobaan bunuh diri.

Sering kali seseorang yang punya niat bunuh diri menunjukkan tanda dan gejala yang bisa dicermati orang-orang di sekelilingnya. Oleh karena itu, mengenali gejala seseorang ingin bunuh diri amat penting untuk “menyelamatkan” mereka, sesuai dengan peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia.

Kasus bunuh diri marak dijumpai

Secara global, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada 800.000 orang lebih di seluruh dunia yang meninggal dunia akibat bunuh diri tiap tahunnya, dan angka mereka yang melakukan percobaan bunuh diri lebih besar lagi. WHO menambahkan, sebanyak 75 persen kasus bunuh diri di dunia terjadi di negara-negara yang berpendapatan ekonomi rendah dan menengah. Namun, faktanya di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) pun kasus bunuh diri marak dijumpai.

Di AS, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebut bahwa kasus bunuh diri meningkat, yaitu hampir 45.000 orang di sana meninggal akibat bunuh diri tahun 2016. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan data perkiraan dari WHO, angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia pada 2012 adalah 10.000. Tren angka tersebut meningkat dibanding jumlah kematian akibat bunuh diri di Indonesia pada 2010 yang hanya setengahnya, yakni sebesar 5.000.

Bunuh diri bisa dicegah. Seperti yang sudah disebut sebelumnya, sering kali seseorang yang memiliki niat untuk bunuh diri menunjukkan beberapa tanda dan gejala. Inilah saat Anda harus jeli dalam mengenali tanda dan gejala tersebut—bukan mengabaikannya dan hanya menganggapnya karena stres semata. Apalagi jika orang tersebut sudah menyiratkan bunuh diri, seperti  mengatakan “Rasanya ingin mati saja”, “Aku sudah tak sanggup lagi”, dan lain-lain.

1 of 3

Kenali gejala ingin bunuh diri

Dilansir dari WebMD, sebenarnya orang yang ingin bunuh diri tak benar-benar ingin mengakhiri hidupnya, tapi lebih untuk mengakhiri rasa sakit yang mereka rasakan. Jangan sampai mengabaikan curahan hati seseorang, apalagi yang menjurus ke niatan bunuh diri.

Jika Anda melihat seseorang dengan tanda-tanda bahwa mereka mungkin berpikir untuk melukai diri sendiri, segera cari bantuan. Berikut ini adalah beberapa gejala dari seseorang yang ingin bunuh diri:

1. Berfokus pada kematian

Sebagian orang berbicara terbuka tentang keinginan untuk mati atau bunuh diri. Mereka juga berkutat pada topik kematian dalam setiap pembicaraannya. Mereka dapat meneliti cara-cara untuk bunuh diri atau membeli senjata, pisau, atau pil.

2. Membuat rencana

Orang tersebut dapat mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan kematian, seperti memperbarui surat wasiat, memberikan barang-barang berharga, dan “berpamitan”. Beberapa orang mungkin menulis catatan bunuh diri.

3. Menarik diri dari kehidupan sosial

Orang tersebut menghindari teman dekat dan keluarga, kehilangan minat dalam kegiatan sosial dan menjadi terisolasi.

4. Menunjukkan keputusasaan

Orang tersebut dapat berbicara secara terbuka tentang rasa sakit yang tak tertahankan, atau merasa bahwa itu hanya akan menjadi beban bagi orang lain.

5. Menunjukkan perubahan suasana hati dan waktu tidur

Sering kali, sesorang yang ingin bunuh diri mengalami depresi, cemas, sedih, atau marah. Mereka juga mungkin sangat mudah marah, murung, atau agresif. Namun, mereka bisa tiba-tiba menjadi tenang setelah mereka memutuskan untuk melakukan bunuh diri. Maka mereka mungkin tidur lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya.

6. Kebiasaan mabuk atau mengonsumsi obat terlarang

Penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang memunculkan peluang bunuh diri. Menggunakan banyak obat-obatan dan alkohol mungkin merupakan upaya untuk mengurangi rasa sakit atau menyakiti diri sendiri.

7. Bertindak ceroboh

Orang itu mungkin mengambil risiko berbahaya, seperti mengemudi dalam keadaan mabuk atau melakukan seks yang berisiko.

Selain tanda-tanda di atas, ada juga orang-orang yang ingin mengakhiri hidupnya karena berbagai kondisi, seperti:

  • Cacat mental
  • Kecanduan alkohol atau obat-obatan lain
  • Penyakit fisik yang serius
  • Merasa sangat kehilangan (seperti kematian orang yang amat dicinta, hubungan, atau pekerjaan)
  • Tersandung masalah hukum atau finansial serius
  • Riwayat trauma atau korban pelecehan
2 of 3

Cara mencegah orang yang mau bunuh diri

Sudah waktunya masyarakat berhenti menyepelekan kasus bunuh diri dan mulai menanggapinya dengan serius. Dengan angka kasus yang meningkat, pengetahuan Anda mengenai gejala-gejala seseorang yang ingin bunuh diri bisa menyelamatkan kehidupan.

Jika ada teman atau kerabat menceritakan kesulitan hidupnya, jangan takut untuk menanyakan bagaimana kondisi yang sebenarnya ia rasakan. Anda bisa coba tanyakan pula apakah ia sedang atau pernah berniat untuk menyakiti diri atau memikirkan untuk bunuh diri. Cara ini bisa membantu meringankan pikiran orang tersebut dan memberi kesempatan untuk mencari bantuan dari psikolog.

Jika orang tersebut takut untuk menemui profesional, tawarkan diri Anda untuk menemaninya sesegera mungkin, agar ia segera mendapatkan penanganan. 

Setelah mengetahui gejala seseorang ingin bunuh diri, Anda kini bisa mulai berperan aktif untuk mencegah orang-orang di sekitar Anda, terutama orang-orang terkasih, dari tindakan bunuh diri. Catat dan simpan nomor darurat 119, yang dapat digunakan untuk mencegah aksi bunuh diri. Ingat, hal sekecil apa pun, seperti memberikan perhatian yang tulus dan tidak membiarkannya sendirian, bisa menyelamatkan seseorang dari keinginan bunuh diri.

Peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang jatuh pada 10 September, bisa menjadi tonggak untuk lebih peka dalam membantu sesama dalam mencegah keinginan untuk bunuh diri.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓